Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Jadi Wanita Jagoan

Ketahui Titik Kelemahan Pria Saat Dalam Situasi Terancam

Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 26 Feb 2016 18:52 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: thinkstock
Jakarta - Wanita seringkali menjadi sasaran 'empuk' para penjahat dalam melakukan aksinya. Banyak yang mengira bahwa kaum hawa ini tidak mampu melawan dan tidak cukup kuat untuk melindungi diri sehingga para penjahat tak segan-segan untuk merampok, mencuri, bahkan memperkosanya.

Tetapi jika Anda memiliki kemampuan mempertahankan diri atau self-defense dengan mengikuti kelas bela diri seperti Muay Thai, Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ), Tinju dan Krav Maga, hal buruk tersebut bisa dihindari. Salah satu cara menghindari tindak kejahatan pada saat posisi sedang terancam adalah mengetahui titik-titik kelemahan lawan sehingga Anda bisa lebih sigap dan waspada.

Michael Dahope, pelatih Muay Thai di Arena MMA Jakarta menjelaskan, titik kelemahan pada lawan terletak pada daerah perut bagian kiri. "Di sana ada ulu hati. Kalau mengincar perut bagian kiri sekali pukul atau tendang orang bisa langsung jatuh," tutur Michael saat ditemui Wolipop di Jl. Woltermonginsidi Jakarta Selatan, Selasa (23/2/2016).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain perut bagian kiri, dagu menjadi sasaran 'empuk' lain untuk melawan para penjahat. Pria yang pernah menjadi atlet di Thailand itu menjelaskan, area dagu dan rahang adalah pusat kelemahan orang.

"Daerah kepala termasuk dagu dan rahang termasuk area yang rawan. Sekali ditendang rahangnya, langsung jatuh," katanya lagi.

Menambahkan uraian Michael, pelatih BJJ Deddy Wigraha memaparkan, ada banyak titik kelemahan lawan yang bisa diserang, termasuk pula bagian alat vitalnya. Namun hal itu semua tergantung oleh situasi yang dihadapi wanita.

"Tergantung situasinya, kalau dia wanita, tubuhnya didorong ke bawah seolah-olah mau diperkosa, yang penting dia harus bisa keluar dari posisi itu," terangnya saat berbincang dengan Wolipop di Arena MMA, Jl. Bumi no. 18 Jakarta Selatan, pada hari yang sama.

Pria kelahiran 1974 ini melanjutkan, meski wanita sudah dibekali dengan ilmu pertahanan diri, namun bukan berarti ia diperbolehkan untuk 'menantang' bahaya atau sengaja mencari-cari bahaya. Bahkan menurutnya, jika tidak bisa melakukan ilmu bela diri, hanya dengan menghindar pun sudah termasuk ke dalam self-defense.

"Kalau kita sampai diapa-apain sama orang meskipun kita sudah punya ilmunya, jangan coba-coba berniat ingin kalahkan lawan. Kalau bisa keluar dari bahaya lebih baik menghindar atau cari bantuan," pungkasnya (int/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads