Reaksi Fisik Saat Patah Hati, Sakit Perut Hingga Jerawat
Kiki Oktaviani - wolipop
Senin, 18 Jan 2016 19:45 WIB
Jakarta
-
Hati wanita mana yang tidak hancur ketika putus cinta atau mengetahui fakta bahwa pria incaran tidak memiliki perasaan yang sama. Ya, patah hati karena cinta memang tidak hanya membawa luka di perasaan saja, namun juga berpengaruh secara fisik. Inilah perubahan fisik yang dirasakan saat patah hati.
1. Seluruh Tubuh Merasa Sakit
Hormon dan pikiran yang membuat Anda merasakan sakit di seluruh tubuh. Hal tersebut dipicu dari pikiran Anda tentang yang membuat hormon stres kemudian meningkat. Setelah itu, Anda bisa merasa pusing dan sakit di seluruh tubuh karena aliran darah meningkat. Saat patah hati seseorang pun menjadi lebih terobsesi dengan mantan kekasih atau mantan gebetan. Mereka biasanya melakukan stalking di seluruh media sosial si mantan.
2. Sakit Perut
Sistem saraf Anda tertekan saat stres karena patah hati sehingga mengganggu pencernaan. Anda bisa merasakan sakit peru ataupun mual. Selain itu, 'penderita' patah hati nafsu makannya akan berkurang.
3. Menurunnya Sistem Kekebalan Tubuh
Kekecewaan karena patah hati dapat mengganggu kekebalan tubuh yang berpengaruh terhadap kerusakan sel. Virus menjadi lebih mudah masuk sehingga Anda cepat sakit seperti flu dan meriang.
4. Kulit
Hormon kortisol erat kaitannya dengan pemicu stres. Ketika hormon kortisol meningkat maka berpengaruh juga pada kesehatan kulit yang semakin banyak memproduksi minyak di dalam kulit. Tak heran, ketika stres karena putus cinta banyak wanita yang malah menjadi jerawatan dan timbul komedo.
5. Rambut
Jika Anda mersakan patah hati yang begitu dalam maka pertumbuhan rambut menjadi terganggu. Hal tersebut disebut sebagai fase telogen effluvium, di mana rambut berhenti tumbuh atau mulai rontok.
Oleh sebab itu, patah hati harus segera di atasi agar tidak menyiksa batin dan fisik. Caranya adalah melakukan meditasi dengan menghirup napas dalam-dalam; mengeluarkannya secara perlahan. Dengarkan musik-musik bertempo cepat dan berkumpul dengan banyak teman yang suka berkelakar agar Anda lebih banyak tertawa. Cara ini bisa membantu tubuh melepaskan endorphin, salah satu hormon bahagia
"Satu hal yang tak boleh Anda lakukan adalah mengunci diri di dalam kamar. Mengasingkan diri sendiri hanya akan membuat semuanya bertambah buruk. Cara apapun yang bisa membuat pikiran lebih ceria akan membantu menyembuhkan tubuh," ujar Gary Lewandowski, Ph.D, profesor psikologi di Monmouth University, New Jersey. (kik/ami)
1. Seluruh Tubuh Merasa Sakit
Hormon dan pikiran yang membuat Anda merasakan sakit di seluruh tubuh. Hal tersebut dipicu dari pikiran Anda tentang yang membuat hormon stres kemudian meningkat. Setelah itu, Anda bisa merasa pusing dan sakit di seluruh tubuh karena aliran darah meningkat. Saat patah hati seseorang pun menjadi lebih terobsesi dengan mantan kekasih atau mantan gebetan. Mereka biasanya melakukan stalking di seluruh media sosial si mantan.
2. Sakit Perut
Sistem saraf Anda tertekan saat stres karena patah hati sehingga mengganggu pencernaan. Anda bisa merasakan sakit peru ataupun mual. Selain itu, 'penderita' patah hati nafsu makannya akan berkurang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekecewaan karena patah hati dapat mengganggu kekebalan tubuh yang berpengaruh terhadap kerusakan sel. Virus menjadi lebih mudah masuk sehingga Anda cepat sakit seperti flu dan meriang.
4. Kulit
Hormon kortisol erat kaitannya dengan pemicu stres. Ketika hormon kortisol meningkat maka berpengaruh juga pada kesehatan kulit yang semakin banyak memproduksi minyak di dalam kulit. Tak heran, ketika stres karena putus cinta banyak wanita yang malah menjadi jerawatan dan timbul komedo.
5. Rambut
Jika Anda mersakan patah hati yang begitu dalam maka pertumbuhan rambut menjadi terganggu. Hal tersebut disebut sebagai fase telogen effluvium, di mana rambut berhenti tumbuh atau mulai rontok.
Oleh sebab itu, patah hati harus segera di atasi agar tidak menyiksa batin dan fisik. Caranya adalah melakukan meditasi dengan menghirup napas dalam-dalam; mengeluarkannya secara perlahan. Dengarkan musik-musik bertempo cepat dan berkumpul dengan banyak teman yang suka berkelakar agar Anda lebih banyak tertawa. Cara ini bisa membantu tubuh melepaskan endorphin, salah satu hormon bahagia
"Satu hal yang tak boleh Anda lakukan adalah mengunci diri di dalam kamar. Mengasingkan diri sendiri hanya akan membuat semuanya bertambah buruk. Cara apapun yang bisa membuat pikiran lebih ceria akan membantu menyembuhkan tubuh," ujar Gary Lewandowski, Ph.D, profesor psikologi di Monmouth University, New Jersey. (kik/ami)
Olahraga
Sering Repot Bawa HP Saat Lari? Tas Pinggang Running Belt Ini Bikin Jogging Lebih Praktis!
Olahraga
2 Alat Gym dan Yoga Murah Bikin Latihan di Rumah Lebih Efektif, Ada Favorit Ibu Hamil!
Olahraga
3 Alat Yoga Simpel Ini Bisa Bikin Latihan di Rumah Lebih Maksimal!
Olahraga
Olahraga Tanpa Gerah! 2 Atasan Wanita Ini Nyaman untuk Gym, Yoga, dan Jogging
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Ramalan Zodiak Cinta 14 Maret: Capricorn Redam Ego, Scorpio Lebih Perhatian
Ramalan Zodiak 14 Maret: Cancer Pemasukan Cukup, Virgo Bijak Kelola Keuangan
Ramalan Zodiak 14 Maret: Aries Dengarkan Pasangan, Gemini Ada Kejutan
Ramalan Zodiak Cinta 13 Maret: Gemini Lebih Perhatian, Taurus Jangan Percaya
Ramalan Zodiak 13 Maret: Aquarius Rindu Terobati, Pisces Jangan Emosi
Most Popular
1
Demi Moore Tampil Super Ramping di Red Carpet, Netizen Ramai Bahas Ozempic
2
Most Pop: Istri Walkot New York Rama Duwaji Disindir Pakai Crop Top Saat Bukber
3
Tren 'Cute Female Lead' di Drachin, Zhao Lusi Jadi Ikonnya
4
Sinopsis Phantom Lawyer, Drakor Yoo Yeon Seok Jadi Pengacara Spesialis Hantu
5
Harper Beckham Siap Rilis Brand Kosmetik di Usia 14, Jadi Saingan Kylie Jenner
MOST COMMENTED











































