Ingin Putus Hubungan dengan Kekasih, Bisa Lewat Online Shop Ini
Hestianingsih - wolipop
Selasa, 17 Nov 2015 13:06 WIB
Jakarta
-
Di era serba digital, cari jodoh bisa dilakukan lewat internet melalui website maupun mengunduh aplikasi kencan seperti Tinder, Paktor atau BeeTalk. Tak hanya untuk mendapatkan pasangan, memutuskan hubungan asmara kini juga bisa dilakukan secara online.
The Breakup Shop, merupakan sebuah website yang memungkinkan seseorang putus dari pasangannya tanpa harus bertatap muka langsung. Website ini menjual jasa untuk putus dengan berbagai cara sesuai yang diinginkan penggunanya.
Namun jasa pemutusan hubungan ini tidak ditawarkan secara gratis. Anda harus membayar agar hubungan yang tidak diinginkan bisa berakhir dengan 'sukses'. Pilihan jasa ditawarkan mulai dari harga US$ 10 hingga US$ 29.
Biaya mulai dari US$ 10 atau sekitar Rp 138 ribuan untuk jasa memutuskan percintaan lewat pesan singkat dan email. Jika memilih memutuskan kekasih lewat surat, dikenakan biaya US$ 20 - US$ 30 atau mulai dari Rp 276 ribuan. Sementara dengan telepon dihargai US$ 29 atau Rp 400 ribuan.
Ada pula pilihan paket seharga mulai dari US$ 80 atau sekitar Rp 1,1 juta. Paket berupa kotak berisi benda-benda yang diharapkan dapat sedikit membantu mantan kekasih mengobati patah hati akibat putus cinta. Terdiri dari cookies, voucher TV online berlangganan, video game, dua gelas wine dan surat simpati yang dilukis dengan tangan.
Baca Juga: 50 Foto Before-After Selebriti yang Operasi Plastik
The Breakup Shop diciptakan oleh kakak-beradik asal Kanada, MacKenzie dan Evan. Ide ini tercetus dari pemikiran, apabila orang-orang bisa menggunakan aplikasi seperti Tinder untuk mendapatkan pasangan, maka bukan tidak mungkin bisa juga diciptakan layanan serupa untuk tujuan yang sebaliknya.
Pengalaman pribadi juga melatarbelakangi pembuatan website ini. Salah satu dari mereka pernah 'digantung' hubungannya oleh seorang wanita. Bukannya memutuskan hubungan secara langsung, sang wanita memilih menghilang hingga akhirnya mengirimkan pesan teks yang menyatakan ia ingin putus.
Dengan adanya servis dari The Breakup Shop, maka pihak yang ingin diputuskan setidaknya tidak harus merasakan galau berkepanjangan karena hubungan cinta yang menggantung. Dalam situs resminya, mereka menulis, "Biarkan kami yang mengurus tidak enaknya memutuskan hubungan dan Anda bisa menghabiskan lebih banyak waktu untuk swipe ke kanan (memakai Tinder -red)."
Sejak resmi diluncurkan minggu lalu, website ini mengklaim sudah 'berhasil' memutuskan tiga hubungan asmara lewat telepon, dan mengirimkan enam pesan teks untuk minta putus. Jika ingin menggunakan jasa ini, klien perlu memberitahu secara detail alasan dia ingin memutuskan hubungan. Hal itu akan memudahkan si penelepon --yang ternyata dilakukan sendiri oleh MacKenzie dan evan-- untuk berbicara dan membantunya mengakhiri kisah asmara.
Jika klien bingung mencari alasan putus dan sebenarnya ingin mengakhiri hubungan karena sudah bosan atau jenuh, The Breaksup Shop juga menyediakan 'template' yang akan ditulis dalam surat 'pemutusan hubungan'. Klien juga bisa membeli benda yang ingin dia berikan kepada mantan kekasih di halaman belanja. Tertarik?
(hst/hst)
The Breakup Shop, merupakan sebuah website yang memungkinkan seseorang putus dari pasangannya tanpa harus bertatap muka langsung. Website ini menjual jasa untuk putus dengan berbagai cara sesuai yang diinginkan penggunanya.
Namun jasa pemutusan hubungan ini tidak ditawarkan secara gratis. Anda harus membayar agar hubungan yang tidak diinginkan bisa berakhir dengan 'sukses'. Pilihan jasa ditawarkan mulai dari harga US$ 10 hingga US$ 29.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada pula pilihan paket seharga mulai dari US$ 80 atau sekitar Rp 1,1 juta. Paket berupa kotak berisi benda-benda yang diharapkan dapat sedikit membantu mantan kekasih mengobati patah hati akibat putus cinta. Terdiri dari cookies, voucher TV online berlangganan, video game, dua gelas wine dan surat simpati yang dilukis dengan tangan.
Baca Juga: 50 Foto Before-After Selebriti yang Operasi Plastik
The Breakup Shop diciptakan oleh kakak-beradik asal Kanada, MacKenzie dan Evan. Ide ini tercetus dari pemikiran, apabila orang-orang bisa menggunakan aplikasi seperti Tinder untuk mendapatkan pasangan, maka bukan tidak mungkin bisa juga diciptakan layanan serupa untuk tujuan yang sebaliknya.
Pengalaman pribadi juga melatarbelakangi pembuatan website ini. Salah satu dari mereka pernah 'digantung' hubungannya oleh seorang wanita. Bukannya memutuskan hubungan secara langsung, sang wanita memilih menghilang hingga akhirnya mengirimkan pesan teks yang menyatakan ia ingin putus.
Dengan adanya servis dari The Breakup Shop, maka pihak yang ingin diputuskan setidaknya tidak harus merasakan galau berkepanjangan karena hubungan cinta yang menggantung. Dalam situs resminya, mereka menulis, "Biarkan kami yang mengurus tidak enaknya memutuskan hubungan dan Anda bisa menghabiskan lebih banyak waktu untuk swipe ke kanan (memakai Tinder -red)."
Sejak resmi diluncurkan minggu lalu, website ini mengklaim sudah 'berhasil' memutuskan tiga hubungan asmara lewat telepon, dan mengirimkan enam pesan teks untuk minta putus. Jika ingin menggunakan jasa ini, klien perlu memberitahu secara detail alasan dia ingin memutuskan hubungan. Hal itu akan memudahkan si penelepon --yang ternyata dilakukan sendiri oleh MacKenzie dan evan-- untuk berbicara dan membantunya mengakhiri kisah asmara.
Jika klien bingung mencari alasan putus dan sebenarnya ingin mengakhiri hubungan karena sudah bosan atau jenuh, The Breaksup Shop juga menyediakan 'template' yang akan ditulis dalam surat 'pemutusan hubungan'. Klien juga bisa membeli benda yang ingin dia berikan kepada mantan kekasih di halaman belanja. Tertarik?
(hst/hst)











































