Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Selingkuh <i>Online</i>

Flirting di Internet, Bisakah Masuk Kategori Selingkuh?

Hestianingsih - wolipop
Rabu, 26 Agu 2015 17:38 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Bocornya data anggota situs selingkuh online, Ashley Madison oleh hacker bisa dibilang menjadi skandal asmara terbesar di pertengahan tahun ini. Saat seseorang menjalin hubungan di dunia maya, namun di kehidupan nyata ia sebenarnya sudah memiliki kekasih, apakah tetap bisa disebut selingkuh? Bagaimana para pakar menanggapi fenomena selingkuh online ini?

Psikolog klinis dewasa Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi., menjelaskan, apabila komunikasi lewat internet dengan orang lain itu ditutupi pasangan dan hubungan dipenuhi dengan kebohongan maka bisa menjadi sebuah perselingkuhan. Meskipun itu tidak terwujud secara fisik dan hanya di dunia maya.

"Biasanya ketika sudah ada kebohongan, rahasia, dikategorikan perselingkuhan karena kalau nggak ada apa-apa kenapa dia merasa perlu menutupi itu," tutur Wulan.
 
Penggunaan aplikasi kencan online seperti Tinder, Paktor dan BeeTalk pun tak jauh berbeda. Meskipun sekadar berkenalan dan mengobrol lewat chatting online, apabila itu sesuatu hal yang ditutupi dari pasangan maka bisa juga dikategorikan selingkuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau sudah punya pacar untuk apa masih aktif main Tinder? Bukankah lebih baik menjaga komitmen dengan pasangan?" tutur psikolog Liza Marielly Djaprie.

Lulusan S2 psikologi klinis dewasa Universitas Indonesia ini melanjutkan, definisi selingkuh sendiri sebenarnya mempunyai pengertian yang sedikit kompleks dan berbeda-beda untuk setiap individu. Apabila flirting atau PDKT lewat internet tidak sesuai dengan nilai seseorang dan pasangan, bisa saja diartikan sebagai selingkuh.

Namun apabila atas dasar kesepakatan bersama, maka tudingan selingkuh mungkin bisa dipertimbangkan kembali. Untuk menyikapinya, Liza menyaranka untuk mendiskusikannya kepada pasangan. Apakah boleh pasangan berkomunikasi dengan orang lain lewat sosial media maupun aplikasi kencan online. Sebab terkadang tujuan orang mengakses situs kencan maupun jejaring sosial hanya untuk menambah 'kolam baru' pertemanan.

"Alangkah baiknya jika dikomunikasikan terlebih dulu dengan pasangan. Lebih baik utarakan keinginan Anda kepada pasangan," pungkasnya.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads