Ketika Mantan Kekasih Berpacaran dengan Sahabat, Harus Bagaimana?
Alissa Safiera - wolipop
Selasa, 23 Jun 2015 19:35 WIB
Jakarta
-
Dijelaskan oleh psikolog Efnie Indrianie, M.Psi, emosi negatif sebaiknya dikeluarkan dan tidak boleh ditahan-tahan. "Marah tidak bisa ditahan. Itu bisa menjadi tension yang akan berpengaruh buruk pada psikologis tubuh," ujar psikolog lulusan Universita Maranatha, Bandung, saat ditemui Wolipop di restoran Bunga Rampai, Kamis (16/4/2015).
Ditambahkan olehnya, akan lebih baik ketika Anda melampiaskan kekesalan itu perlu didampingi oleh teman yang dipercaya. Konfrontasi ini juga sebaiknya dilakukan hanya satu kali, selanjutnya Anda harus menerima kenyataan dan melanjutkan hidup kembali.
"Boleh bertemu dengan dia, tapi hanya sekali. Enough setelah itu. Mungkin ada orang yang harus lihat orangnya dan menumpahkan kekesalan dan mengekspresikan, 'dia harus melihat marahku dan dia harus tahu sakit hatinya aku', ada kan orang yang seperti itu. Boleh saja dilakukan, tapi cukup sekali dan didampingi," jelas Efnie.
Setelah menumpahkan kekesalan, memang tak ada jaminan hati Anda akan langsung lega. Namun setidaknya, ini baik bagi diri sendiri. Pikirkan sisi positif dari hal itu, ambil pelajaran dari sana untuk belajar menjadi bisa lebih dewasa.
(asf/fer)
Putus hubungan bukan berarti segala rasa terhadap sang mantan langsung hilang begitu saja. Apalagi jika tahu dirinya sudah berhasil move on, namun Anda masih sendiri dan mengharapkannya.
Melihatnya bersama wanita lain sudah cukup buruk, apalagi jika wanita yang bersamanya kini seseorang yang Anda kenal. Lebih buruk lagi, itu adalah sahabat sendiri dan ia mengetahui tentang perasaan Anda. Jika seperti ini, apa yang harus dilakukan?
Kecewa, marah, sedih dan semua perasaan negatif tentu menjadi satu ketika mengetahui bahwa kini sahabat telah bersama si pria yang juga Anda cintai. Pertanyaannya, bolehkah hal ini ditunjukkan atau cukup disimpan dalam hati?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambahkan olehnya, akan lebih baik ketika Anda melampiaskan kekesalan itu perlu didampingi oleh teman yang dipercaya. Konfrontasi ini juga sebaiknya dilakukan hanya satu kali, selanjutnya Anda harus menerima kenyataan dan melanjutkan hidup kembali.
"Boleh bertemu dengan dia, tapi hanya sekali. Enough setelah itu. Mungkin ada orang yang harus lihat orangnya dan menumpahkan kekesalan dan mengekspresikan, 'dia harus melihat marahku dan dia harus tahu sakit hatinya aku', ada kan orang yang seperti itu. Boleh saja dilakukan, tapi cukup sekali dan didampingi," jelas Efnie.
Setelah menumpahkan kekesalan, memang tak ada jaminan hati Anda akan langsung lega. Namun setidaknya, ini baik bagi diri sendiri. Pikirkan sisi positif dari hal itu, ambil pelajaran dari sana untuk belajar menjadi bisa lebih dewasa.
(asf/fer)
Elektronik & Gadget
ASUS Zenbook A14, Laptop Super Ringan dengan Snapdragon X
Home & Living
Cuci Piring Makin Wangi & Kinclong Pakai Sparkle MAXI Jeruk Nipis
Olahraga
Topi Adidas Hermanos Koumori Bikin Lari Makin Nyaman & Stylish
Olahraga
Legging Ini Bikin Olahraga Makin Pede! Dari yang Multifungsi Sampai Brand Terkenal, Mana Favoritmu?
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
50 Ucapan Idul Fitri 2026 yang Estetik dan Spesial buat Media Sosial
Ramalan Zodiak 20 Maret: Leo Keuangan Berlebih, Cancer Tak Sesuai Harapan
30 Ucapan Idul Fitri Bahasa Arab yang Menyentuh Hati dan Penuh Doa Baik
Ramalan Zodiak Cinta 19 Maret: Gemini Introspeksi Diri, Aries Harus Jujur
Ramalan Zodiak 19 Maret: Aries Bicara Seperlunya, Taurus Harus Hemat
Most Popular
1
Pengakuan Wanita yang Selingkuh di Konser Coldplay, Merasa Dibohongi
2
60 Ucapan Selamat Idul Fitri 2026 Islami yang Penuh Doa
3
50 Ucapan Idul Fitri 2026 yang Estetik dan Spesial buat Media Sosial
4
TikTok Viral Verificator
Viral! Lupa Baca Deskripsi, Wanita Ini Kaget Baju Lebarannya Bisa Naik Turun
5
Rekomendasi Lipstik yang Tahan Lama untuk Dipakai Saat Lebaran 2026
MOST COMMENTED











































