Lelah Pacaran dengan Pria yang Sering Mengkritik, Pertahankan atau Putus?
Kiki Oktaviani - wolipop
Selasa, 26 Mei 2015 19:53 WIB
Jakarta
-
Setiap individu pasti pernah menerima kritikan dalam hidupnya. Kritikan berguna untuk membuat kita menjadi orang yang lebih maju dan berkembang karena kita menjadi tahu kesalahan dan kelemahan kita.
Namun, ketika kritikan datang bertubi-tubi, rasanya bukan lagi dianggap sebagai kritik membangun, melainkan pihak yang mengkritik ingin menjatuhkan. Perasaan sakit hati mungkin bisa lebih menyakitkan ketika kritikan yang terus-menerus datang dari kekasih hati, orang yang seharusnya bisa menerima apa adanya.
Jika memiliki kekasih yang sering mengkritik, bagaimana menghadapi si dia? Apakah hubungan pantas untuk dipertahankan? Sebelum berpikiran negatif, lebih baik kenali dulu bentuk kritikan seperti apa yang dilontarkan kekasih.
Sebagai contoh, kritikan si dia misalnya mengeluhkan sikap pelupa Anda. Mungkin ia kesal karena Anda kerap lupa dengan banyak hal hingga lupa dengan barang milik sendiri. Ia menilai Anda sebagai orang yang kurang bertanggung jawab. Daripada berpikir negatif, sebaiknya berpikir positif bahwa ia ingin membuat Anda menjadi wanita yang lebih baik.
Contoh lain kritikansi dia yang bisa membuat Anda kesal mungkin soal busana yang Anda kenakan. Ia kerap kali mengkritik busana Anda yang terlalu seksi dan meminta untuk mengganti pakaian. Mungkin si dia ada benarnya juga. Berpakaian terlalu seksi membuat Anda menjadi pusat perhatian dari mata-mata pria lainnya. Tentunya sebagai kekasih si dia tidak rela jika keseksian Anda diekspos begitu saja.
Tapi jika kritikan juga bernada kasar seperti mengatakan bahwa Anda bodoh dan menilai fisik, maka itu sudah masuk dalam kategori penghinaan. Menurut psikolog klinis, Ratih Ibrahim hal tersebut sudah masuk dalam 'dating violence' atau kekerasan dalam berpacaran.
"Dating violence tidak selalu hanya berupa kekerasan secara fisik, namun juga dapat berupa kekerasan verbal dan emosional," ujar Ratih.
Menurutnya, kekerasan verbal dan emosional jarang disadari oleh orang yang mengalaminya karena tidak menimbulkan luka fisik. Namun demikian, kekerasan tersebut justru dapat merusak kestabilan emosi maupun cara pandang orang tersebut terhadap dirinya sendiri, yang sama bahayanya bahkan dapat saja lebih berbahaya dari luka fisik.
Sebaiknya Anda mulai mengevaluasi hubungan yang dijalani. Psikolog lulusan Universitas Indonesia itu menjelaskan, jika Anda sudah mulai merasa rendah diri, merasa diri tidak berharga dan merasa tidak layak dicintai itu tanda bahwa Anda harus mempertimbangkan untuk melanjutkan huungan.
"Seberapa pun kamu mencintai pasangan kamu, kamu berhak untuk lebih menghargai dan menyayangi diri kamu sendiri," tambah Ratih.
(Kiki Oktaviani/Kiki Oktaviani)
Namun, ketika kritikan datang bertubi-tubi, rasanya bukan lagi dianggap sebagai kritik membangun, melainkan pihak yang mengkritik ingin menjatuhkan. Perasaan sakit hati mungkin bisa lebih menyakitkan ketika kritikan yang terus-menerus datang dari kekasih hati, orang yang seharusnya bisa menerima apa adanya.
Jika memiliki kekasih yang sering mengkritik, bagaimana menghadapi si dia? Apakah hubungan pantas untuk dipertahankan? Sebelum berpikiran negatif, lebih baik kenali dulu bentuk kritikan seperti apa yang dilontarkan kekasih.
Sebagai contoh, kritikan si dia misalnya mengeluhkan sikap pelupa Anda. Mungkin ia kesal karena Anda kerap lupa dengan banyak hal hingga lupa dengan barang milik sendiri. Ia menilai Anda sebagai orang yang kurang bertanggung jawab. Daripada berpikir negatif, sebaiknya berpikir positif bahwa ia ingin membuat Anda menjadi wanita yang lebih baik.
Contoh lain kritikansi dia yang bisa membuat Anda kesal mungkin soal busana yang Anda kenakan. Ia kerap kali mengkritik busana Anda yang terlalu seksi dan meminta untuk mengganti pakaian. Mungkin si dia ada benarnya juga. Berpakaian terlalu seksi membuat Anda menjadi pusat perhatian dari mata-mata pria lainnya. Tentunya sebagai kekasih si dia tidak rela jika keseksian Anda diekspos begitu saja.
Tapi jika kritikan juga bernada kasar seperti mengatakan bahwa Anda bodoh dan menilai fisik, maka itu sudah masuk dalam kategori penghinaan. Menurut psikolog klinis, Ratih Ibrahim hal tersebut sudah masuk dalam 'dating violence' atau kekerasan dalam berpacaran.
"Dating violence tidak selalu hanya berupa kekerasan secara fisik, namun juga dapat berupa kekerasan verbal dan emosional," ujar Ratih.
Menurutnya, kekerasan verbal dan emosional jarang disadari oleh orang yang mengalaminya karena tidak menimbulkan luka fisik. Namun demikian, kekerasan tersebut justru dapat merusak kestabilan emosi maupun cara pandang orang tersebut terhadap dirinya sendiri, yang sama bahayanya bahkan dapat saja lebih berbahaya dari luka fisik.
Sebaiknya Anda mulai mengevaluasi hubungan yang dijalani. Psikolog lulusan Universitas Indonesia itu menjelaskan, jika Anda sudah mulai merasa rendah diri, merasa diri tidak berharga dan merasa tidak layak dicintai itu tanda bahwa Anda harus mempertimbangkan untuk melanjutkan huungan.
"Seberapa pun kamu mencintai pasangan kamu, kamu berhak untuk lebih menghargai dan menyayangi diri kamu sendiri," tambah Ratih.
(Kiki Oktaviani/Kiki Oktaviani)
Pakaian Wanita
Casio LTP-V007L-7E2UDF, Jam Tangan Analog Wanita yang Elegan dan Minimalis
Perawatan dan Kecantikan
Rambut Terlihat Kusam? Ini Rahasia Produk yang Bikin Rambut Glow Lagi
Perawatan dan Kecantikan
Foundation vs Cushion, Mana yang Lebih Flawless dan Paling Aman Dipakai Bukber?
Kesehatan
Rahasia Puasa Tetap Kuat Seharian! 3 Superfood Ini Bikin Tubuh Lebih Fresh dan Nggak Gampang Lemas
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Ramalan Zodiak 22 Februari: Capricorn Banyak Rintangan, Pisces Jangan Terlena
Langkah Emas Raih Kemenangan
30 Kata-Kata Semangat Puasa Lucu Bikin Ngakak, Auto Kuat Sampai Magrib!
Ramalan Zodiak Cinta 21 Februari: Capricorn Legowo, Aquarius Jaga Ucapan
Ramalan Zodiak 21 Februari: Libra Banyak Godaan, Sagitarius Raih Peluang
Ramalan Zodiak 21 Februari: Cancer Kerja Keras, Virgo Percaya Si Dia
Most Popular
1
Lee Dong Wook Ungkap Alasan Single di Usia 44 Tahun, Jawabannya Bikin Syok
2
Mantan CEO Google Beristri Digosipkan Pacari Model 43 Tahun Lebih Muda
3
Putus Asa Tak Dapat Kerja, Pria Ini Sengaja Masuk Penjara Demi Bertahan Hidup
4
Kisah Wanita Bersumpah Melajang Seumur Hidup, 2 Minggu Kemudian Dinikahi Bule
5
Rahasia Parfum Tahan Lama Tasya Farasya, Manfaatkan Golden Period Usai Mandi
MOST COMMENTED











































