Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Tanda Jika Anda Terjebak Friend Zone dan Cara Mengatasinya

Alissa Safiera - wolipop
Kamis, 21 Mei 2015 19:41 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Getty Images
Jakarta -

Dari sahabat, berujung cinta. Hal ini bukannya tak mungkin terjadi dan banyak pula yang mengalaminya.

Kadang karena faktor terbiasa bersama, bisa timbul rasa sayang dan kenyamanan yang melebihi sekadar teman. Namun yang jadi masalah, apakah si dia merasakan hal yang sama, atau justru hanya meletakkan Anda di zona pertemanan atau friendzone.

"Adalah hal yang wajar jika dalam diri kamu kemudian tumbuh perasaan sayang. Seperti kata pepatah Jawa, "Witing Tresno Jalaran Soko Kulino", yang artinya "Cinta tumbuh karena terbiasa," jelas Ratih Ibrahim, psikolog sekaligus konsultan cinta Wolipop.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, apa saja ciri-cirinya saat Anda terjebak dalam zona ini? Salah satunya, ia tidak pernah mencari Anda lebih dulu atau tidak pernah mengajak jalan berdua. Ketika si dia mengajak Anda pergi, dia selalu mengajak orang lain. Jika ia memang menyukai Anda, pasti dia akan meluangkan waktu untuk pergi berdua.

Memang tak menutup kemungkinan jika ia malu untuk pergi hanya berdua. Namun secuek-cueknya pria, jika ia menaruh hati pada seorang wanita pasti selalu ingin ada di dekatnya.

Lihat kembali apakah selama ini si dia hanya menghubungi Anda saat sedang membutuhkan sesuatu saja. Misalnya saja saat sedang butuh pertolongan atau sekadar ingin curhat.

"Biasanya, seseorang yang benar-benar menyayangi orang lain akan selalu menyediakan waktu untuk menghubungi orang yang ia sayangi," ujar Ratih lagi.

Meski demikian, untuk membina hubungan percintaan ke arah yang lebih serius dibutuhkan kemauan dan peran aktif dari kedua belah pihak. Jika Anda memang memiliki rasa keingintahuan mengenai perasaan dan niat sahabat Anda selama ini, tak ada salahnya untuk menanyakannya secara langsung.

Namun jika si sahabat tiba-tiba menjauhi Anda, sebenarnya ada berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi. Misalnya saja kesibukan pekerjaan atau hal lainnya yang memang belum sempat diceritakan olehnya.

"Apapun itu, tetaplah berpikir positif sambil juga mencari kesibukan melalui aktivitas yang positif dan produktif. Perluaslah pergaulan kamu dan tetaplah buka hati kamu untuk berkenalan dengan teman-teman dan sahabat-sahabat baru lainnya," saran Ratih.

(asf/asf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads