Liputan Khusus Persaingan Cinta
Boleh Marah dengan Teman yang Merebut Pria Incaran, Asalkan...
Meski berteman baik, namun untuk urusan percintaan seorang teman bisa berlaku kejam dan 'menikam dari belakang'. Banyak pengalaman wanita yang merasa dikhinati oleh sahabatnya sendiri karena merebut pria incarannya.
Kecewa, marah, sedih dan semua perasaan negatif berkumpul menjadi satu ketika mengetahui bahwa kini sahabat telah bersama si pria yang juga Anda sukai. Ketika emosi negatif sudah memuncak terkadang seseorang ingin melabrak teman yang sudah berkhianat. Bolehkah melabraknya?
Dijelaskan oleh psikolog Efnie Indrianie, M.Psi, emosi negatif harus dikeluarkan dan tidak boleh ditahan-tahan. "Marah tidak bisa ditahan. Itu bisa menjadi tension yang akan berpengaruh buruk pada psikologis tubuh," ujar psikolog lulusan Universita Maranatha, Bandung, saat ditemui Wolipop di restoran Bunga Rampai, Kamis (16/4/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca Juga: 50 Momen Menghebokan dari Pekan Mode Dunia
"Boleh bertemu dengan dia, tapi hanya sekali. Enough setelah itu. Mungkin ada orang yang harus lihat orangnya dan menumpahkan kekesalan dan mengekspresikan, 'dia harus melihat marahku dan dia harus tahu sakit hatinya aku', ada kan orang yang seperti itu. Boleh saja dilakukan, tapi cukup sekali dan didampingi," jelas Efnie.
Setelah menumpahkan marah, tidak ada yang bisa menjamin Anda bisa lebih lega. Menurut Efnie, kemarahan merupakan sebuah energi yang bisa diubah dalam bentuk lain tanpa perlu kembali mengkonfrontasi orang lain.
"Kalau bicara soal marah, nyambung pada hukum kekekalan energi. Energi tidak bisa diciptakan, tidak bisa dimusnahkan tapi bisa dibuat dari bentuk satu ke bentuk lainnya. Jadi kadang-kadang dibuat cara melampiaskanya dengan aggression therapy, jadi dibuat orang-orangan. Orang yang bersangkutan bisa ngelemparin simbol tersebut dengan sesuatu atau memakinya," terang wanita 32 tahun itu.
Setelah emosi negatif ditumpahkan (marah, menangis atau berteriak), kondisi emosi akan berada di titik nol sehingga Anda mulai menerima kisah hidup Anda tersebut. Setelah itu, mulai untuk kembali melakukan aktivitas, mencari aktivitas baru yang lebih menyenangkan atau bertemu dengan orang-orang positif. Jika sudah sampai di tahap benar-benar bisa menerima keadaan, Efnie mengatakan seseorang akan menemukan makna dari kejadian buruk tersebut dan bisa move on. (kik/ami)
Kesehatan
Ini Alasan Extra Virgin Coconut Oil Jadi Andalan Gaya Hidup Sehat
Hobi dan Mainan
Nggak Ribet Saat Jalan-Jalan! Ini 3 Koper Hardcase Favorit Traveler yang Wajib Kamu Punya!
Pakaian Pria
Sambut Ramadhan Lebih Sehat dengan Smartwatch GPS Canggih Aolon Navi R3 Ultra Smartwatch!
Pakaian Pria
Momen Imlek Makin Spesial dengan Sepatu Kulit Pria Stylish yang Bikin Percaya Diri!
Ramalan Zodiak 4 Februari: Scorpio Jaga Kepercayaan, Sagitarius Jangan Memaksa
Ramalan Zodiak 4 Februari: Cancer Ikuti Aturan, Leo Banyak Persoalan
Ramalan Shio Anjing 2026 : Fokus Quality Time dan Teliti dalam Pekerjaan
6 Zodiak yang Paling Dibenci, Sifatnya Menyebalkan hingga Manipulatif
Ramalan Zodiak Cinta 3 Februari: Aries Cekcok Mulut, Gemini Perbaiki Keadaan
Foto Atalia Praratya Tampil Dengan Gaun Pengantin & Riasan Soft Pink, Memukau
Psikologi Ungkap Karakter Kuat Wanita yang Pergi ke Kantor Tanpa Makeup
Viral Verificator
Viral Pria Gen Z Capek Jadi Dewasa, Rayakan Ultah ke-27 Bareng Anak Kecil
Rutin Minum Kopi Setiap Hari, Ternyata Ini Dampaknya bagi Kesehatan











































