Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Liputan Khusus Persaingan Cinta

Ketika Pria Incaran 'Direbut' Teman Sendiri

Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 17 Apr 2015 09:05 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Hubungan pertemanan yang dijalin antara dua orang pastinya pernah diwarnai dengan berbagai persoalan. Mulai dari pertengkaran ringan hingga masalah salah paham. Bahkan tak jarang, permasalahan juga bisa terjadi karena urusan pria.

Salah satu kondisi yang bisa ditemui dalam kehidupan adalah saat Anda diam-diam menaksir seorang pria ternyata teman Anda sendiri juga mengincar pria yang sama. Pastinya akan timbul perasaan bahwa teman tersebut berusaha untuk 'merebut' gebetan Anda.

Saat kondisi di atas terjadi, mungkin Anda tak ingin tinggal diam. Anda ingin mencari cara untuk mengatakannya kepada teman, namun masih ragu karena khawatir akan merusak hubungan pertemanan. Apa yang harus dilakukan?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dituturkan oleh Psikolog Nunki Suwardi, hal yang paling tepat dilakukan sebaiknya berbicara kepada teman. Jelaskan dan ceritakan dari awal sampai akhir tentang apa yang sedang terjadi pada diri Anda, jangan hanya diam saja atau marah-marah tanpa alasan sehingga teman bingung dengan sikap Anda.

"Teman kan tetap seorang manusia juga, kalau kita tidak berkomunikasi bagaimana dia tahu masalahnya? Bangun percakapan dari hati ke hati mengenai kita yang juga suka dengan si pria yang sama. Cari solusinya bersama," jelasnya saat berbincang dengan Wolipop via telepon, Selasa (14/4/2015).

Ibu tiga anak ini melanjutkan, salah satu solusi yang paling baik adalah membuat komitmen bersama untuk bersaing secara adil dan bersikap sportif. Dengan demikian, tidak ada yang merasa tersaingi atau tersakiti karena semuanya dilakukan secara terbuka.

Nunki juga menyarankan untuk tidak melibatkan pihak ketiga untuk intervensi masalah yang sedang dihadapi. Terlebih lagi jika pihak lain tersebut tak lain adalah si pria yang sedang diperebutkan.

"Kalau si pria itu diundang masuk, bisa saja dia membawa misi tertentu yang merugikan pertemanan Anda. Bisa saja dia jalan dengan Anda, tapi dibelakang jalan dengan teman Anda juga. Jadinya timbul rasa tidak nyaman antara dua teman ini," tambahnya.

Rasa tak nyaman tersebut rentan dengan risiko yang bisa mengakibatkan pertemanan bubar. Dengan demikian, psikolog 41 tahun ini menyarankan untuk berbicara terus terang jika memang ingin hubungan pertemanan tetap berjalan untuk waktu yang lama.

(int/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads