Patah Hati, Pria Ini Buat Aplikasi Cari Jodoh dan Temukan Tambatan Hati
Dicampakkan kekasih setelah lama menjalin asmara, siapa yang tidak sedih dan patah hati? Tapi siapa sangka, berawal dari patah hati pria ini justru bisa mengembangkan bisnis yang cukup menjanjikan.
Sekitar 2,5 tahun lalu, dunia Joseph Phua serasa akan runtuh. Kekasih yang telah dipacarinya selama delapan tahun tiba-tiba memutuskan hubungan. Kala itu ia sedang menyelesaikan program pendidikan S-3 di Chicago, Amerika Serikat.
"Saya dicampakkan dan sangat sedih. Sangat, sangat sedih," ujar Joseph, saat ditemui Wolipop di Da Vinci Tower, Jl. Jendral Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (8/3/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Joseph, yang ingin menolong dirinya sendiri dan orang lain bertemu pasangan yang sesuai lalu mencoba mengembangkan aplikasi serupa yang disesuaikan dengan kultur ketimuran. Lalu pada Juli 2013, ia menciptakan Paktor, sebuah aplikasi mobile sosial yang menyasar pengguna smartphone maupun gadget di Asia.
Baca Juga: 50 Momen Menghebohkan dari Pekan Mode Dunia
"Saat itu tekad saya, saya akan lulus kuliah, kembali ke Asia Tenggara dan menggunakan seluruh kemampuan saya. Tujuan saya awalnya membantu diri sendiri menemukan seseorang dan orang-orang seperti saya. Saya memikirkan hal ini sekitar Maret 2013," cerita pria yang pernah bekerja sebagai konsultan di industri perbankan ini.
Perlu waktu 60 hari bagi Joseph untuk membangun produk yang telah memiliki sekitar 4 juta pengguna ini. Kerja kerasnya pun berbuah manis. Lewat aplikasi cari jodoh yang dia ciptakan, pria berkacamata ini akhirnya berhasil menemukan pasangan.
Pertemuan Joseph dan sang kekasih berlangsung tiga bulan setelah ia secara resmi meluncurkan aplikasi tersebut. Keduanya bahkan sudah bertunangan dan berencana menikah dalam waktu dekat.
"Saya bertemu pasangan yang sekarang pada Oktober 2013. Kami akan menikah sekitar kuartal ketiga tahun ini," cerita Joseph.











































