Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus Pria Galau

Cerita Para Pria yang Sering Pamer Kegalauan di Media Sosial

Alissa Safiera - wolipop
Jumat, 27 Mar 2015 14:32 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Getty Images
Jakarta -

Media sosial memang menjadi tempatnya berbagi. Mulai dari lokasi makanan yang enak, cerita menginspirasi sampai curhat masalah cinta.
Namun bagaimana jika curhat galau dilakukan oleh para pria di media sosial, mungkin tak semua akan berpendapat sama.

Beberapa pria mengaku memilih media sosial sebagai sarana curhat karena mereka tak memiliki teman di dunia nyata yang benar-benar bisa diajak berbagi kesedihan. Hal ini juga dialami oleh pria bernama Ijul yang berusia 22 tahun.

"Karena bingung mau curhat ke mana jadi pilih sosmed untuk melampiaskan. Kalau curhat ke teman cowok kan beda sama cewek yang apa-apa juga di share, kalau cowok kan nggak mungkin," ungkap pria yang berprofesi sebagai fotografer itu saat diwawancarai Wolipop.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain tanpa sahabat, ada pula satu alasan lagi yang membuat pria memilih curhat di media sosial. Sederhana saja, yaitu mencari perhatian atau berkode kepada wanita incarannya.

Misalnya bagi Ijul dan pria lainnya bernama Rama. Mereka melakukan hal itu agar mantan, kekasih atau wanita incaran mengetahui perasaan mereka sebenarnya. Dengan begitu, mereka pun bisa mendapat dukungan dari teman-teman di media sosial yang melihat keseriusan hatinya pada orang yang dituju.

"Pernah juga jadi pada nanya, jadi pada perhatian. Ada juga sih sisi biar diperhatiin," tambah Ijul lagi.

Ada yang memang ingin mencurahkan isi hati, ada pula pria yang menganggap galau sebagai ajang lucu-lucuan. Seperti pria yang bekerja di sebuah perusahaan logistik, bernama Fairus. Pria 25 tahun itu sering menggambarkan suasana hatinya dengan posting gambar-gambar berisikan ungkapan bijak atau meme. Awalnya hanya untuk iseng, namun di sisi lain juga sebagai kode pada wanita incarannya.

"Yang menganggap media sosial itu serius justru aneh. Di situ kan kita bisa posting apa saja tapi yang bertanggungjawab. Gampang aja sih, kalau nggak suka tinggal unshare," ujar Fairus.

Ketika ditanya apa mereka tak khawatir dengan pandangan orang tentang pria yang mudah galau, mereka menjawab tidak masalah dengan itu. Asalkan tetap tahu porsi menceritakan kehidupan pribadi. Misalnya saja, tak terlalu detail menceritakan kesedihan hati, namun digantikan dengan kata-kata di gambar saja, atau yang sering disebut meme agar tak terkesan 'lemah'.

"Cowok kayak gitu juga mereka punya perasaan. Jangan dilihat dari cuma curhat di media sosial, tapi lihat juga apa yang mereka perjuangkan, kenapa mereka jadi segitunya. Cowok juga sebenarnya punya kelemahan," tambah Rama, pria 26 tahun yang bekerja di sebuah kantor media.

(asf/asf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads