Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Pro Kontra Perayaan Valentine

Psikolog Ungkap Penyebab Orang Rayakan Cinta Saat Valentine

Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 13 Feb 2015 13:04 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta -

Kehadiran Hari Valentine yang jatuh setiap tanggal 14 Februari kini mulai dianggap tidak penting. Sebagian orang menganggap Valentine sama saja dengan hari-hari lainnya. Tetapi masih ada yang menganggap perayaan ini merupakan momen spesial sehingga banyak dimanfaatkan para pasangan untuk mengungkapkan cintanya.

Dituturkan oleh psikolog Liza Marielly Djaprie M.Si,Psi,SC, kini memang banyak orang yang sudah mulai meninggalkan perayaan Valentine. Tetapi ada pula sebagian orang yang memang masih merayakannya dengan berbagai macam alasan.

"Ada yang memang hanya ikut-ikutan tren, atau mungkin memang sudah tradisi di keluarganya. Mungkin saja dia berasal dari keluarga yang modern, jadi harus merayakan Valentine sama-sama," papar wanita yang akrab disapa Liza ini saat dihubungi Wolipop via telepon, Selasa (10/2/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, ditilik dari sisi psikologis, manusia juga memiliki berbagai macam kepribadian, salah satunya adalah tipe melankolis. Liza menerangkan, orang dengan kepribadian seperti ini mempunyai rasa empati yang besar dan cenderung lebih romantis sehingga menurut mereka Hari Valentine dan tanggal-tanggal lainnya yang dianggap penting selalu dikenang.

"Tanggal jadian, tanggal pertama nonton bareng, itu adalah tanggal yang penting bagi orang melankolis. Kenapa? Karena menurut mereka momen seperti itu lucu untuk dirayakan dan lebih bermakna," kata wanita kelahiran 10 November 1977 itu.

Sedangkan menurut psikolog Roslina Verauli M.Psi, memang ternyata manusia suka memiliki ritual tertentu. Ritual tersebut bermacam-macam bentuknya dan bertujuan untuk membangun koneksi yang lebih kuat dengan orang yang dicintai. Ritual yang diwujudkan dalam bentuk perayaan ini biasanya dilakukan oleh mereka yang terpengaruh dengan budaya dari luar negeri.

"Pada dasarnya manusia memang suka ritual karena ada saja yang dikenang, ada momennya. Jadi ritual ini seolah-olah punya momen khusus yang perayaannya dilakukan tiap tahun. Jadi kalau mau merayakan ya silakan saja," tutur Vera saat dihubungi Wolipop via telepon, Selasa (10/2/2015).

Alasan lain dari pasangan yang masih merayakan Hari Valentine adalah untuk menjaga hubungan agar tidak terlalu monoton. Pakar percintaan dari Kelas Cinta, Kei Savourie mengatakan bagi pasangan yang sudah lama menjalin hubungan, urusan asmara tampak menjadi sebuah rutinitas yang terasa biasa saja.

Dengan adanya momen Valentine ini, tampak menjadi hal yang bagus untuk keluar dari rutinitas dan melakukan sesuatu yang spesial. Hal ini dilakukan agar hubungan yang dibina tetap terasa 'hangat' dan tidak membosankan.

(int/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads