Pro Kontra Perayaan Valentine
Perkembangan Zaman dan Gaya Hidup Picu Perubahan Makna Hari Valentine
Di dalam budaya barat, perayaan Valentine biasanya diidentikkan dengan pernyataan ungkapan rasa cinta. Sedangkan di Indonesia sendiri, Hari Valentine menjadi budaya yang populer khususnya di kalangan anak muda. Bentuk perayaan yang dilakukan pun bermacam-macam, mulai dari sekedar mengucapkan "Selamat Hari Valentine!", memberikan hadiah berupa cokelat atau bunga pada orang terkasih, hingga makan malam di restoran dengan nuansa yang romantis.
Kini, kehadiran Hari Valentine seolah mendapatkan pergeseran makna. Seperti yang dijelaskan oleh psikolog Liza Marielly Djaprie M.Si,Psi,SC, perayaan yang jatuh setiap tanggal 14 Februari ini memang masih dikenal sebagai hari kasih sayang. Namun kini bentuk perayaannya sudah mulai berbeda.
Lebih lanjut wanita yang biasa disapa Liza ini memaparkan, dulu Valentine sifatnya lebih personal. Misalnya antara suami dengan istri, pacar dengan pasangannya. "Kalau sekarang karena kemajuan zaman, gaya hidup juga berubah, kini Valentine bisa dirayakan ramai-ramai. Di klub atau kafe yang ada tema percintaannya," ujarnya saat diwawancara Wolipop, Selasa (10/2/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau saya pribadi, Valentine ya penting nggak penting sih. Kalau sifat melankolisku lagi keluar, aku bisa aja iseng nulis puisi untuk suami, atau posting foto romantis di media sosial. Tapi kalau lagi sama anak-anak sih ya lebih fokus ke anak-anak," tambahnya lagi.
Pergeseran makna Valentine juga dirasakan oleh pakar percintaan di Kelas Cinta, Kei Savourie. Ia menilai, di Indonesia Valentine biasa dirayakan oleh orang-orang yang tinggal di kota-kota besar. Hal ini dikarenakan banyak restoran atau gerai-gerai yang memberikan promo spesial di Hari Valentine.
"Di kota metropolitan kan biasanya banyak restoran atau toko yang memang sengaja memberi promo untuk merayakan Valentine di mal. Itu salah satu strategi marketing untuk mendongkrak penjualan. Kalau di daerah kan suasananya tidak begitu terasa, jadi tidak dirayakan," ujar Kei saat diwawancara Wolipop via e-mail, Selasa (10/2/2015).
(int/eny)











































