Ini Yang Perlu Dilakukan Saat Banyak Gosip Miring tentang Kekasih
Alissa Safiera - wolipop
Senin, 21 Jul 2014 19:01 WIB
Jakarta
-
Menjadi bahan pembicaraan tentunya bukan hal menyenangkan jika diselingi komentar-komentar negatif. Apalagi jika yang jadi topik bahasan adalah kekasih Anda sendiri. Pastinya membuat bimbang apakah omongan miring tersebut benar adanya, atau hanya gosip. Psikolog sekaligus konsultan cinta Wolipop, Ratih Ibrahim memberikan sedikit pencerahan untuk Anda yang memiliki masalah tersebut. Apa saja?
1. Tanya Kepada Keluarga
Cara yang mungkin Anda lakukan adalah mengenal si kekasih lewat keluarganya. Kenali ia dari cerita-cerita yang disampaikan keluarganya saat bertemu langsung. Namun jangan ceritakan tentang gosip yang terjadi di lingkungan sekitar agar tidak membuat keluaganya bersedih. Dari situlah Anda dapat menilai apa si dia hanya berpura-pura baik atau memang sudah berubah.
"Bisa saja teman-teman kantor hanya mendengar gossip yang beredar kemudian menyampaikannya ke kamu, padahal gossip tersebut belum tentu benar. Akan lebih valid mendengar cerita langsung dari keluarganya mengenai siapa pria yang sedang kamu pacari saat ini," tutur Ratih Ibrahim.
2. Jangan Tutup Telinga dari Gosip
Menurut Ratih, meskipun sudah mendengar cerita tentangnya dari keluarga si dia, sebaiknya Anda tetap waspada dan jangan menggantungkan harapan terlalu tinggi pada pria tersebut. Dengan begitu Anda tak akan jatuh terlalu dalam jika memang benar dikecewakan nantinya.
"Bukan berarti kamu harus menutup telinga dari cerita yang disampaikan teman. Justru harus kamu simak dengan baik agar kamu tetap waspada. Dengarkan juga kata hati kamu sambil tetap berpikir logis saat berpacaran dengannya," tambah ibu dua anak itu.
3. Perhatikan Sikapnya
Coba perhatikan benar-benar sikap si dia selama Anda berinteraksi. Jangan menganggap sikapnya yang mulai mengarah ke hal yang kurang sopan sebagai sesuatu yang wajar. Bisa jadi itu menjadi tanda bahwa yang digosipkan teman Anda adalah benar.
"Apakah ada perilaku dia yang mengarah ke sikap yang kurang sopan, seperti mencium sambil berusaha “meraba” bagian tubuh pribadi kamu, mengajak menonton film porno, atau mengajak kamu berhubungan seks sebelum menikah. Jika demikian, kamu pun dapat mengajaknya konseling ke psikolog, atau cara termudahnya adalah mengakhiri hubungan dengan dia," jelasnya.
(asf/asf)
1. Tanya Kepada Keluarga
Cara yang mungkin Anda lakukan adalah mengenal si kekasih lewat keluarganya. Kenali ia dari cerita-cerita yang disampaikan keluarganya saat bertemu langsung. Namun jangan ceritakan tentang gosip yang terjadi di lingkungan sekitar agar tidak membuat keluaganya bersedih. Dari situlah Anda dapat menilai apa si dia hanya berpura-pura baik atau memang sudah berubah.
"Bisa saja teman-teman kantor hanya mendengar gossip yang beredar kemudian menyampaikannya ke kamu, padahal gossip tersebut belum tentu benar. Akan lebih valid mendengar cerita langsung dari keluarganya mengenai siapa pria yang sedang kamu pacari saat ini," tutur Ratih Ibrahim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ratih, meskipun sudah mendengar cerita tentangnya dari keluarga si dia, sebaiknya Anda tetap waspada dan jangan menggantungkan harapan terlalu tinggi pada pria tersebut. Dengan begitu Anda tak akan jatuh terlalu dalam jika memang benar dikecewakan nantinya.
"Bukan berarti kamu harus menutup telinga dari cerita yang disampaikan teman. Justru harus kamu simak dengan baik agar kamu tetap waspada. Dengarkan juga kata hati kamu sambil tetap berpikir logis saat berpacaran dengannya," tambah ibu dua anak itu.
3. Perhatikan Sikapnya
Coba perhatikan benar-benar sikap si dia selama Anda berinteraksi. Jangan menganggap sikapnya yang mulai mengarah ke hal yang kurang sopan sebagai sesuatu yang wajar. Bisa jadi itu menjadi tanda bahwa yang digosipkan teman Anda adalah benar.
"Apakah ada perilaku dia yang mengarah ke sikap yang kurang sopan, seperti mencium sambil berusaha “meraba” bagian tubuh pribadi kamu, mengajak menonton film porno, atau mengajak kamu berhubungan seks sebelum menikah. Jika demikian, kamu pun dapat mengajaknya konseling ke psikolog, atau cara termudahnya adalah mengakhiri hubungan dengan dia," jelasnya.
(asf/asf)
Home & Living
3 Rekomendasi Alat Bersih-Bersih Anak Kos yang Praktis & Hemat Tempat
Home & Living
Nggak Perlu Mahal, Upgrade Perlengkapan Mandi Lebih Fungsional dengan 3 Produk Ini
Home & Living
Rekomendasi Kulkas Side-by-Side Low Watt yang Cuma Pakai 33 Watt!
Home & Living
5 Kulkas 2 Pintu Terbaik 2026: Kapasitas Jumbo & Desain Estetik
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Ramalan Zodiak 1 April: Aquarius Lanjutkan Rencana, Pisces Harus Sabar
Ramalan Zodiak 1 April: Libra Jangan Putus Asa, Scorpio Kerja Serius
Ramalan Zodiak 1 April: Cancer Hindari Konfrontasi, Virgo Tambah Motivasi
Ramalan Zodiak Cinta 31 Maret: Cancer Introspeksi Diri, Sagitarius Jaga Ucapan
Ramalan Zodiak 31 Maret: Aries Lakukan Terobosan, Taurus Lebih Hati-hati
Most Popular
1
Momen Terakhir Noelia Castillo, Korban Pemerkosaan yang Pilih Disuntik Mati
2
Hikari Mitsushima 'First Love' Umumkan Pernikahan & Kehamilan, Suaminya Model
3
Detail Perhiasan Syifa Hadju saat Foto Prewedding, Simpel Tapi Seharga Rumah
4
Ramalan Zodiak 1 April: Aquarius Lanjutkan Rencana, Pisces Harus Sabar
5
Ramalan Zodiak 1 April: Libra Jangan Putus Asa, Scorpio Kerja Serius
MOST COMMENTED











































