Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Januari, Bulan Rawan Putus Cinta?

Alissa Safiera - wolipop
Senin, 20 Jan 2014 19:01 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Putus cinta memang bisa terjadi kapan saja tanpa melihat waktu. Tapi penelitian terbaru menunjukan bahwa Januari adalah bulan paling banyak terjadi perpisahan. Seperti yang dikutip dari Female First, lima orang yang pernah mengalami putus cinta menceritakan kisah perpisahan mereka kebanyakan terjadi di awal tahun.

Penelitian tersebut dibuat oleh situs Voucher Cloud yang berbasis di Inggris. Mereka mengadakan penelitian terhadap 1.881 pria dan wanita di Inggris dari usia 18 tahun ke atas, yang pernah mengalami putus cinta beberapa kali seumur hidupnya.

"Natal adalah waktu paling stres tiap tahunnya, yang sering menyebabkan keretakan dalam hubungan. Kombinasikan ini dengan January blues dan banyak pasangan mungkin kehilangan arah. Tidaklah mengherankan bahwa banyak perjuangan untuk melewati periode ini," tutur Matthew Wood, Global Sales Director Vouchercloud.com.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para responden mengungkapkan bahwa Januari adalah bulan paling umum untuk memutuskan hubungan. Sebanyak 21 persen mengatakan perpisahan terjadi selama bulan pertama di awal tahun. Sementara 12 persen lainnya setuju bahwa Desember adalah bulan favorit kedua, pasangan memutuskan cintanya.

Mereka yang mengatakan telah putus dengan pasangan selama Januari kemudian ditanya, 'Apakah bulan memengaruhi putusnya suatu hubungan?' 62 persen responden mengatakan 'Ya' untuk hal itu. Sedangkan 38 persen responden lainnya tidak percaya dengan hal tersebut.

Kemudian 62 persen peserta tadi diminta memberi rincian alasan putus. Ada 31 persen menjawab, karena lanjutan dampak stres ketika Natal. Sedangkan 29 persen lainnya mengatakan ingin mencari awal baru di tahun yang baru. Kemudian masalah keuangan mengikuti di urutan ketiga dengan persentase 26 persen.

Responden juga ditanya, apakah mereka pikir hubungan akan terus berjalan jika tak ada waktu sulit dalam setahun? 22 persen percaya dengan memilih 'Ya'. Sedangkan 41 persen lain mengatakan hubungan bisa saja hancur tanpa perlu melihat kalender. Bagaimana menurut Anda? Apakah pengaruh bulan ada hubungan dengan putusnya pasangan?

(asf/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads