Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus <i>White Lies</i>

White Lies, Berbohong Demi Kebaikan Hubungan Asmara. Seperti Apa?

Arina Yulistara - wolipop
Jumat, 18 Okt 2013 08:13 WIB
...
dok. Thinkstock
Jakarta -

Beberapa orang menganggap white lies atau berbohong demi kebaikan bisa dilakukan apabila kebohongan tersebut membuat hubungan asmara tetap baik dan harmonis. Namun sebenarnya, apa yang dimaksud white lies dalam hubungan? Benarkah boleh dilakukan?

Psikolog Roslina Verauli, M. Psi., menjelaskan, berbohong adalah mengatakan sesuatu yang tidak benar, mengurangi informasi, atau melebih-lebihkan fakta yang bisa menyebabkan kekeliruan. White lies juga termasuk berbohong tapi memiliki tujuan baik untuk hubungan asmara. Misalnya saja seorang pria mengatakan bahwa istrinya tetap telihat cantik dan seksi walaupun badannya menggemuk. Pujian seperti itu tentu akan membuat sang istri semakin percaya diri dan berdampak positif dalam hubungan keduanya. Ini yang dimaksud white lies, bisa diterima dan etis.

"Pasangan nggak yakin dengan dirinya tapi dipuji sehingga penghayatan tentang dirinya jadi lebih baik, itu etis dan bisa diterima. Intinya white lies itu accepted and ethical," tutur psikolog yang akrab disapa Vera itu saat berbincang dengan Wolipop melalui telepon, Rabu (16/10/2013).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain white lies dengan tipe bisa diterima dan etis, ada pula seseorang yang melakukan kebohongan tersebut yang termasuk dalam kategori bisa diterima tapi tidak etis. Sebagai contoh, pasangan memiliki penyakit tertentu tapi Anda tidak memberitahunya karena takut sang pujaan hati semakin stres dan sakit. Anda tahu bahwa pasangan mudah drop sehingga memilih menyembunyikannya dan mengatakan kalau dia baik-baik saja, tapi telah berniat akan mengatakan fakta sebenarnya ketika keadaan benar-benar kondusif.

Contoh seperti ini yang dimaksud bisa diterima tapi tidak etis. Mengapa dikatakan tidak etis? "Kurang etis karena dia punya hak untuk tahu kondisinya. Itu bisa diterima tapi nggak etis buat pasangannya karena dia berhak tahu fakta sebenarnya," ujar psikolog yang juga berprofesi sebagai dosen di Universitas Tarumanegara itu.

Adapun kebohongan yang tidak bisa diterima dan tidak etis. Kebohongan seperti itu tidak dapat dikatakan white lies. Berbohong demi menutupi keburukan diri sendiri atau menghindar dari tanggung jawab disebut black lies. Vera mengatakan kebohongan yang tidak bisa diterima dan tidak etis dalam hubungan asmara contohnya seperti selingkuh. Menutupi besarnya penghasilan karena tidak mau menanggung biaya anak sekolah juga termasuk kebohongan besar atau black lies.

(ays/kik)
...
Hide Ads