Survei: 72% Wanita Rajin Stalking Sosial Media Pacar Baru Sang Mantan

- wolipop Rabu, 25 Sep 2013 07:13 WIB
Dok. Thinkstock
Jakarta - Sudah berstatus mantan, bukan berarti Anda sudah tak peduli dengan kehidupan si ex pacar yang sekarang. Apalagi jika si dia sudah move on dan punya kekasih baru.

Tak jarang, Anda sebagai mantan pasti penasaran dengan kehadiran wanita asing yang menggantikan posisi Anda di hatinya. Jika hal ini sedang Anda alami, Anda tak sendirian. Karena 72 persen wanita di Inggris mengaku hobi 'memata-matai' pacar mantan mereka.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Voucher Codes Pro kepada para wanita di Inggris. Seperti yang dikutip Female First, setidaknya para wanita bisa stalking 14 menit setiap harinya untuk mengamati sosial media orang yang tidak dikenalnya. Baik itu lewat Facebook, Twitter ataupun Instagram.

Selain stalking pacar baru si mantan, survey juga menemukan kalau wanita sering 'kepo' dengan sosial media pria incarannya. Sebanyak 64 persen wanita akan rajin membuka profil pria yang potensial menjadi teman kencannya. 48 persen wanita lainnya, bahkan sampai mendalami profil pasangannya untuk memastikan tak ada wanita lain yang mendekati pacar mereka.

Tak cuma wanita, pria juga suka mengamati kehidupan seseorang lewat sosial media. Tapi mereka cenderung memilih stalker kehidupan sosial wanita baru yang menjadi incaran mereka, dibanding mantan.

"Ketika melihat penelitian ini, aku harus mengakui aku tidak mengira hasilnya sangat tinggi ketika menyangkut urusan mantan. Mereka melakukan perbandingan dengan melihat betapa romantis atau tidaknya hubungan baru itu," papar George Charles, juru bicara situs VoucherCodesPro.

"Aku pikir hampir semua orang yang baru saja berurusan dengan putus cinta, sulit menahan godaan. Kadang-kadang mereka bisa menghabiskan berjam-jam untuk menjelajahi internet mencari informasi tentang bagaimana pasangan baru menjalani hidupnya. 14 persen responden mengaku menciptakan profil palsu untuk stalker di sosial media. Saya akan sangat menyarankan agar orang-orang mematikan komputer mereka untuk saat ini!" Tambah George.


(rma/rma)