4 Alasan Agar Tak Terjebak Hubungan Cinta Putus-Nyambung
Alissa Safiera - wolipop
Jumat, 19 Apr 2013 09:10 WIB
Jakarta
-
Hari ini berpisah dan menyesal, tak lama kemudian kembali bersama layaknya tidak pernah terjadi perpisahan. Mungkin hal ini sudah sering terlihat atau bahkan sedang Anda alami. Sebelum Anda terjebak dalam pola hubungan tidak sehat dengan sang mantan, sebaiknya mulailah berpikir panjang. Rangkuman dari situs Female First berikut akan membantu Anda mendalami alasan, mengapa hubungan putus-nyambung tidaklah baik.
1. Sudah Menjadi Pola dalam Hubungan
Ketika Anda tengah dalam dilema ingin kembali kepada sang mantan setelah beberapa kali berpisah, tanyakan hal ini pada diri sendiri. Kenapa pola ini terus terjadi? Apakah Anda yang selalu jadi penyebabnya? Atau karena ulah Anda berdua yang mudah mengganti pendapat? Jika Anda merasa sempurna ketika bersama, putus-nyambung bukanlah hal yang wajar. Anda merasa sakit hati ketika berpisah, tapi terus kembali dan merasa cemas untuk perpisahan berikutnya. Ketika Anda dan pasangan terus berjalan dengan pola hubungan ini, Anda akan berpikir, perpisahan adalah hal yang sepele. Dan dengan mudah bisa didapatkan kembali, yang membuat hubungan tak lagi bernilai.
2. Tidak Mau Kesepian
Banyak ditemui kasus, alasan pasangan yang putus-nyambung karena tidak mau kesepian dan sudah berada di zona nyaman. Kembali dengan mantan artinya, Anda tak perlu lagi beradaptasi untuk saling mengenal dengan pria baru. Di tengah kesendirian, Anda atau pasangan akan mulai saling menghubungi lagi. Mereka melupakan dan membuat kondisi seolah-olah tidak pernah terjadi suatu hal besar yang memicu perpisahan. Ini adalah bentuk penyangkalan diri, walau sebenarnya Anda tahu hubungan ini akan berjalan dalam pola yang sama. Ingat, hubungan yang sudah rusak tidak akan sempurna seperti awal hubungan walau telah kembali bersama.
3. Berbicara
Hal terbaik yang bisa dilakukan untuk mengatasi hubungan seperti ini adalah komunikasi. Bicarakan pada pasangan mengapa hal itu terus terjadi. Tanyakan pula apa yang Anda dan pasangan rasakan tentang hubungan ini. Apakah sebuah hubungan serius yang akan berlanjut sampai pelaminan atau hanya hubungan karena sama-sama belum punya pengganti. Usahakan untuk jujur dan ketahui alasan kenapa hubungan belum juga mantap.
4. Buat Keputusan
Ketika Anda dan pasangan sudah mengetahui alasan atas hubungan yang tak sehat itu, maka buatlah sebuah keputusan. Jika Anda merasa bisa memperbaikinya, maka teruslah berkomitmen akan hal itu. Jangan mudah ambil keputusan berpisah, dan terima risikonya. Karena tidak akan ada kesempatan lagi setelahnya. Namun jika hubungan sudah tidak mungkin diperbaiki, terimalah hal itu dan jangan memaksakan. Atau Anda akan terus sakit nantinya.
(asf/eny)
1. Sudah Menjadi Pola dalam Hubungan
Ketika Anda tengah dalam dilema ingin kembali kepada sang mantan setelah beberapa kali berpisah, tanyakan hal ini pada diri sendiri. Kenapa pola ini terus terjadi? Apakah Anda yang selalu jadi penyebabnya? Atau karena ulah Anda berdua yang mudah mengganti pendapat? Jika Anda merasa sempurna ketika bersama, putus-nyambung bukanlah hal yang wajar. Anda merasa sakit hati ketika berpisah, tapi terus kembali dan merasa cemas untuk perpisahan berikutnya. Ketika Anda dan pasangan terus berjalan dengan pola hubungan ini, Anda akan berpikir, perpisahan adalah hal yang sepele. Dan dengan mudah bisa didapatkan kembali, yang membuat hubungan tak lagi bernilai.
2. Tidak Mau Kesepian
Banyak ditemui kasus, alasan pasangan yang putus-nyambung karena tidak mau kesepian dan sudah berada di zona nyaman. Kembali dengan mantan artinya, Anda tak perlu lagi beradaptasi untuk saling mengenal dengan pria baru. Di tengah kesendirian, Anda atau pasangan akan mulai saling menghubungi lagi. Mereka melupakan dan membuat kondisi seolah-olah tidak pernah terjadi suatu hal besar yang memicu perpisahan. Ini adalah bentuk penyangkalan diri, walau sebenarnya Anda tahu hubungan ini akan berjalan dalam pola yang sama. Ingat, hubungan yang sudah rusak tidak akan sempurna seperti awal hubungan walau telah kembali bersama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal terbaik yang bisa dilakukan untuk mengatasi hubungan seperti ini adalah komunikasi. Bicarakan pada pasangan mengapa hal itu terus terjadi. Tanyakan pula apa yang Anda dan pasangan rasakan tentang hubungan ini. Apakah sebuah hubungan serius yang akan berlanjut sampai pelaminan atau hanya hubungan karena sama-sama belum punya pengganti. Usahakan untuk jujur dan ketahui alasan kenapa hubungan belum juga mantap.
4. Buat Keputusan
Ketika Anda dan pasangan sudah mengetahui alasan atas hubungan yang tak sehat itu, maka buatlah sebuah keputusan. Jika Anda merasa bisa memperbaikinya, maka teruslah berkomitmen akan hal itu. Jangan mudah ambil keputusan berpisah, dan terima risikonya. Karena tidak akan ada kesempatan lagi setelahnya. Namun jika hubungan sudah tidak mungkin diperbaiki, terimalah hal itu dan jangan memaksakan. Atau Anda akan terus sakit nantinya.
(asf/eny)
Pakaian Wanita
Jepit Rambut Anti Geser Seharian! Jedai Haircules Declip untuk Daily Hair Styling Praktis
Pakaian Wanita
High Waist Loose Pants Wanita dengan Bahan Flowy yang Cocok untuk Formal dan Casual Look
Olahraga
Olahraga di Rumah Tapi Cepat Bosan? Coba Setup Mini Gym dengan Budget 1 Jutaan
Pakaian Wanita
Mix and Match Outfit Satin Clean Look, 4 Item Simpel yang Bikin Tampil Elegan
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Ramalan Zodiak 1 Maret: Libra Pemasukan Lancar, Sagitarius di Atas Angin
Ramalan Zodiak Cinta 1 Maret: Aries Lagi Bahagia, Leo Kesabaran Diuji
Ramalan Zodiak 1 Maret: Cancer Berhati-hati, Virgo Tetap Sabar
Ramalan Zodiak Cinta 28 Februari: Libra Si Dia Mudah Curiga, Aries Jaga Sikap
Ramalan Zodiak 28 Februari: Cancer Hadapi Tantangan, Leo Hindari Ketegangan
Most Popular
1
Sinopsis Songbird, Film Demi Moore di Bioskop Trans TV Hari Ini
2
Sinopsis dan Pemain Climax, Drakor Ju Ji Hoon dan Ha Ji Won
3
Ramalan Zodiak 1 Maret: Libra Pemasukan Lancar, Sagitarius di Atas Angin
4
Kumpulan Pantun Buka Puasa Lucu, Siap Dibagikan ke Orang Tersayang
5
Ramalan Zodiak Cinta 1 Maret: Aries Lagi Bahagia, Leo Kesabaran Diuji
MOST COMMENTED











































