Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Liputan Khusus

Flirting Lewat Dunia Maya Apakah Bisa Disebut Selingkuh?

wolipop
Jumat, 05 Apr 2013 15:41 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Tidak sedikit orang yang sering melakukan flirting melalui akun sosial mereka kepada seseorang. Psikolog Klinis Dewasa Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi., mengatakan bahwa flirting di dunia maya lebih mudah daripada melakukannya secara langsung. Namun bagaimana bila flirting dengan orang lain di social media (socmed) tapi sebenarnya sudah punya kekasih? Apa bisa disebut selingkuh?

"Ada orang yang bilang flirting itu selingkuh, ada yang bilang 'cuma flirting saja toh dia sayangnya sama gue,' ada juga yang memang butuh sampai ada panggilan tertentu itu baru dikatakan selingkuh, itu bisa iya atau nggak tergantung persepsi korban mendefinisikannya," papar Wulan kepada wolipop di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Senin (1/4/2013).

Yang perlu diwaspadai saat pasangan sudah 'genit' di media sosial kemudian ada yang disembunyikan. Misalnya saja, tiba-tiba password akun pribadinya diubah tanpa sepengetahuan Anda, padahal sebelumnya saling berbagi password. Ini bisa menjadi tanda-tanda dia melakukan flirting di media sosial untuk menarik perhatian seseorang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Biasanya ketika sudah ada kebohongan, rahasia, dikategorikan perselingkuhan karena kalau nggak ada apa-apa kenapa dia merasa perlu menutupi itu," tutur wanita yang juga merupakan salah satu penggagas situs resmi pranikah.org itu.

Namun terkadang, seseorang bisa sangat berubah di social media. Mungkin sebenarnya dia orang yang dikenal cuek dan jarang berinteraksi dengan orang lain. Akan tetapi di dunia maya dia menjadi pria yang sangat menarik. Hal ini terkadang bisa menimbulkan masalah terutama dalam hubungan asmara.

Jadi, ketika pasangan mulai flirting dengan wanita lain melalui akun pribadinya lebih baik tidak langsung menuduhnya selingkuh. Cari tahu dulu kebenarannya atau Anda bisa konfirmasi dengan si dia secara baik-baik tanpa emosi.

"Di socmed orang bisa jadi amat sangat berbeda dan nggak bisa melakukan itu di dunia nyata. Kepribadian yang mereka ciptakan di socmed bisa menjadi sangat menarik," ujarnya kemudian.


(aln/aln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads