Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Studi: Sering Update Status Facebook Bisa Kurangi Kesepian

wolipop
Senin, 21 Jan 2013 10:12 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Facebook kerap menjadi ajang untuk 'eksis' dan berosialisasi di dunia maya. Namun kegunaannya ternyata lebih dari itu. Hasil studi terbaru menunjukkan, sering update status di Facebook bisa membantu mengurangi rasa kesepian.

Mahasiswa yang memposting status di Facebook lebih sering dari biasanya, tidak terlalu merasakan kesepian. Meskipun tidak ada orang yang memberi 'Like' atau berkomentar di status mereka.

"Penasaran kenapa update status sangat populer, kami pikir akan menarik untuk mempelajari bentuk komunikasi baru ini secara empiris," ujar peneliti psikologi Fenne Deters dari Universitat Berlin, seperti dikutip dari Times of India.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fenne dan timnya melibatkan sekitar 100 responden (yang semuanya menggunakan Facebook) di University of Arizona. Semua partisipan diminta mengisi survei untuk mengetahui tingkat kesepian, kebahagiaan dan depresi. Peneliti juga bisa mengakses profil Facebook mereka dengan sebelumnya 'berteman' dulu menggunakan user fiktif yang khusus dibuat untuk eksperimen tersebut.

Para responden kemudian dikirimkan hasil analisis dari update status mereka per minggu. Beberapa responden kemudian diminta untuk memposting status lebih banyak dari biasanya selama tujuh hari ke depan.

Selama seminggu, semua responden melengkapi kuesioner secara online di setiap akhir hari mereka. Kuesioner tersebut menanyakan tentang mood dan tingkat hubungan sosial mereka.

Dibandingkan dengan kelompok responden yang tidak menambah frekuensi aktivitas mereka di sosial media, mereka yang lebih sering posting status lebih berkurang rasa kesepiannya. "Level bahagia dan depresi (responden yang tidak update status) tidak berubah. Menunjukkan bahwa efek (dari jejaring sosial) cukup spesifik terhadap perasaan kesepian," tulis para peneliti dalam jurnal Social Psychological and Personality Science.

Dari hasil penelitian mengindikasikan, ketika seseorang merasa terkoneksi secara sosial maka dia akan lebih sedikit mengalami kesepian. Hal itulah yang diyakini para peneliti bahwa meng-update status punya dampak positif secara psikis.

Menariknya lagi, tim peneliti juga menemukan bahwa tingkat kesepian tidak tergantung pada dikomentari/tidaknya status. Atau mendapat 'Like' dari teman-temannya di Facebook.

Ternyata, intinya bukan kepada perhatian yang akan didapatkan seseorang dengan memposting status. Tapi aktivitas update status itu sendiri yang membantu orang merasa terhubung dengan orang lain. Walaupun hanya lewat internet.

Ketika seseorang menuliskan status yang 'cerdas', para pengguna Facebook sudah memiliki target audiens dalam pikirannya. Dalam penelitian tersebut terungkap, hanya dengan membayangkan atau memikirkan teman-teman (Facebook) nya sudah memberikan efek seperti bersosialisasi dalam kehidupan nyata.

(hst/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads