Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus

I Love My Boss: Bahagia atau Malah Jadi Malapetaka?

wolipop
Selasa, 11 Des 2012 08:15 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Jatuh cinta bisa terjadi pada siapa saja. Termasuk antara Anda dengan atasan di kantor. Jika dewi cinta sudah memanahkan asmaranya, tentu sulit untuk menolak perasaan tersebut. Saat jatuh cinta dengan bos sendiri apakah itu kebahagiaan atau malah berubah jadi malapetaka?

Survei yang pernah dibuat majalah Glamour menunjukkan 41% pegawai berusia 25-40 tahun mengaku pernah terlibat percintaan di kantor. Dari riset itu terungkap, percintaan di kantor paling banyak menemui masalah ketika yang terlibat adalah antara atasan dengan staffnya.

Jatuh cinta dengan rekan kerja atau bos kini memang semakin populer. Survei yang dilakukan Careerbuilder pun memperlihatkan hal itu. 76% orang beranggapan sekarang ini asmara di tempat kerja lebih banyak terjadi dan dianggap biasa dibandingkan 10 tahun lalu. Menurut 66% responden peningkatan itu terjadi karena kini adalah lebih banyak wanita di dunia kerja. Sedangkan 51% lainnya berpendapat asmara itu tumbuh karena makin lamanya orang menghabiskan waktu di kantor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski percintaan di kantor sudah dianggap biasa, tapi jika itu terjadi di antara atasan dan bawahan, 75% responden masih menganggap hal tersebut tidak pantas. Hanya 14% yang merasa tak masalah dengan memacari bos ini dan 18% setuju atasan pacaran dengan bawahannya.

Seperti dikutip Psychology Today, pakar dunia kerja Donna Flagg memaparkan percintaan di kantor bisa diterima selama mereka yang terlibat tetap profesional. Namun jika hubungan asmara itu bisa membuat terjadinya adanya diferensiasi kekuasaan, tentunya hubungan tersebut bisa berbahaya.

"Yang harus dipahami saat akan menjalin hubungan cinta dengan atasan adalah, jalinan asmara di kantor tidak akan pernah menjadi sebuah rahasia. Seprofesional apapun hubungan tersebut tetap bisa diketahui dan memicu perbincangan di antara rekan kerja," ujar Flagg yang merupakan pendiri perusahaan konsultansi manajemen, marketing, training dan sales serta menulis buku berjudul 'Surviving Dreaded Conversations' itu.

Hubungan antara atasan dan bawahan juga dapat memicu terjadinya 'si anak emas'. Ketika seorang pegawai yang punya hubungan cinta dengan atasan mendapatkan hal spesial seperti tugas khusus atau perjalanan dinas ke luar negeri, karyawan lain bisa dengan mudah berasumsi itu karena percintaan dengan bos.

Di sisi lain, atasan yang pacaran dengan pegawainya juga bisa berusaha agar tidak menganakemaskan kekasihnya di kantor. Sehingga si pegawai yang sebenarnya berprestasi jadi tidak pernah mendapatkan hal spesial apapun yang seharusnya menjadi haknya.

Hubungan cinta dengan bos ini menurut Flagg bisa semakin rumit ketika asmara akhirnya kandas. Saat putus biasanya si pegawai lah yang keluar dari pekerjaan. Dampak negatif pada karir sangat dirasakan oleh si pegawai. Apalagi jika pegawai tersebut sebelumnya pacaran dengan CEO atau atasan tertinggi. Saat terjadi masalah, yang lebih sering terjadi si pegawai dikeluarkan karena perusahaan tak mau kehilangan orang penting di kantor.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads