Wanita Lebih Bahagia Lihat Barang Diskon Ketimbang Jatuh Cinta
wolipop
Selasa, 21 Feb 2012 12:06 WIB
Jakarta
-
Wanita lebih memilih berburu barang diskon daripada mencari cinta. Dalam sebuah penelitian, terungkap bahwa menawar harga yang lebih murah di toko lebih membuat wanita bersemangat dibandingkan mengalami cinta pada pandangan pertama.
Krisis ekonomi dan konsumerisme yang terjadi saat ini, membuat wanita lebih tertarik bersaing mendapatkan barang murah daripada mendapatkan cinta. Eksperimen yang dilakukan beberapa neuropsikolog tersebut juga menemukan, partisipan menunjukkan tingkat kegembiraan tertinggi saat diperlihatkan produk-produk berlabel 'discount'.
Dari penelitian terungkap, wanita lebih memilih sebuah mesin cuci seharga 150 Poundsterling (Rp 2 jutaan) daripada aktor Hollywood terkenal Ryan Gosling --dilihat berdasarkan tingkat detak jantung. Sementara itu, menonton pertandingan football menyebabkan kenaikan detak jantung 14 persen lebih rendah jika dibandingkan saat responden melihat penawaran 'beli satu gratis satu'.
Bahkan, detak jantung salah satu partisipan wanita mencapai 187 detak per menit saat melihat promo diskon 'lebih hemat Rp (...) untuk shower gel'. Jumlah denyut jantung ini tercatat lebih tinggi daripada naik roller coaster.
Studi mengenai perilaku konsumen tersebut diadakan oleh ahli neuropsikologi David Lewis, untuk melihat bagaimana respon orang terhadap penawaran diskon dan produk yang berbeda. Eksperimen tersebut diikuti enam pria dan enam wanita. Selama lebih dari tiga hari, tubuh mereka dipasangi alat monitor dada, penghantar pada kulit dan pelacak gerakan bola mata. Alat-alat tersebut berfungsi memeriksa dan merekam sinyal-sinyal kegembiraan yang ada pada tubuh.
Hasilnya menunjukkan bahwa level semangat dan gembira mencapai titik tertinggi ketika partisipan melihat penawaran terbaik saat belanja. Efek pada peningkatan denyut jantung tidak terlihat secara signifikan saat responden diperlihatkan barang-barang mewah, lawan jenis berpenampilan menarik, pakaian rancangan desainer, aksesori fashion, perhiasan mahal dan mobil sport.
"Kami menghadirkan beberapa situasi mulai dari pertandingan hingga menyetir mobil dengan kecepatan tinggi untuk mengukur tingkat ketertarikan. Ketika diperlihatkan penawaran belanja hemat, kami melihat ada beberapa (yang denyut jantungnya) mencapai tingkat tertinggi," ucap Dr Lewis, seperti dikutip dari Daily Mail.
Ia dan timnya menyimpulkan, mendapatkan barang dengan harga miring ternyata lebih menggembirakan dibandingkan mengalami cinta pada pandangan pertama. Dan itu terjadi baik pada responden wanita maupun pria. Produk-produk yang diberi label setengah harga lebih murah menyebabkan kenaikan denyut nadi pada pria, hampir 90 denyut per menit.
Bagi para wanita, tingkat semangat saat melihat sepatu Christian Louboutin dan tas Mulberry tidak dapat menyamai besarnya kegembiraan saat mereka mendapatkan diskon.
(hst/hst)
Krisis ekonomi dan konsumerisme yang terjadi saat ini, membuat wanita lebih tertarik bersaing mendapatkan barang murah daripada mendapatkan cinta. Eksperimen yang dilakukan beberapa neuropsikolog tersebut juga menemukan, partisipan menunjukkan tingkat kegembiraan tertinggi saat diperlihatkan produk-produk berlabel 'discount'.
Dari penelitian terungkap, wanita lebih memilih sebuah mesin cuci seharga 150 Poundsterling (Rp 2 jutaan) daripada aktor Hollywood terkenal Ryan Gosling --dilihat berdasarkan tingkat detak jantung. Sementara itu, menonton pertandingan football menyebabkan kenaikan detak jantung 14 persen lebih rendah jika dibandingkan saat responden melihat penawaran 'beli satu gratis satu'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Studi mengenai perilaku konsumen tersebut diadakan oleh ahli neuropsikologi David Lewis, untuk melihat bagaimana respon orang terhadap penawaran diskon dan produk yang berbeda. Eksperimen tersebut diikuti enam pria dan enam wanita. Selama lebih dari tiga hari, tubuh mereka dipasangi alat monitor dada, penghantar pada kulit dan pelacak gerakan bola mata. Alat-alat tersebut berfungsi memeriksa dan merekam sinyal-sinyal kegembiraan yang ada pada tubuh.
Hasilnya menunjukkan bahwa level semangat dan gembira mencapai titik tertinggi ketika partisipan melihat penawaran terbaik saat belanja. Efek pada peningkatan denyut jantung tidak terlihat secara signifikan saat responden diperlihatkan barang-barang mewah, lawan jenis berpenampilan menarik, pakaian rancangan desainer, aksesori fashion, perhiasan mahal dan mobil sport.
"Kami menghadirkan beberapa situasi mulai dari pertandingan hingga menyetir mobil dengan kecepatan tinggi untuk mengukur tingkat ketertarikan. Ketika diperlihatkan penawaran belanja hemat, kami melihat ada beberapa (yang denyut jantungnya) mencapai tingkat tertinggi," ucap Dr Lewis, seperti dikutip dari Daily Mail.
Ia dan timnya menyimpulkan, mendapatkan barang dengan harga miring ternyata lebih menggembirakan dibandingkan mengalami cinta pada pandangan pertama. Dan itu terjadi baik pada responden wanita maupun pria. Produk-produk yang diberi label setengah harga lebih murah menyebabkan kenaikan denyut nadi pada pria, hampir 90 denyut per menit.
Bagi para wanita, tingkat semangat saat melihat sepatu Christian Louboutin dan tas Mulberry tidak dapat menyamai besarnya kegembiraan saat mereka mendapatkan diskon.
(hst/hst)
Elektronik & Gadget
Pilihan Selfie Light TNW yang Bikin Konten Kamu Makin Standout!
Perawatan dan Kecantikan
Rahasia Wajah Terlihat Lebih Tirus dengan 3 Contour Favorit yang Wajib Kamu Coba!
Elektronik & Gadget
Review Vivo Y19S (4/64), Handphone dengan Harga Terjangkau Tapi Tahan Banting & Baterai Super Awet!
Perawatan dan Kecantikan
Toner Andalan untuk Kulit Calm & Glow, SKIN1004 Madagascar Centella Toning Toner yang Wajib Kamu Punya!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Tak Hanya Gen Z, Milenial Kini Adopsi Tren 'Soft Living' karena Burnout
Ramalan Zodiak Cinta 24 Maret: Capricorn Kurang Perhatian, Libra Jaga Ucapan
Ramalan Zodiak 24 Maret: Leo Jangan Menyerah, Virgo Mulai Ada Hasil
Ramalan Zodiak 24 Maret: Aries Lakukan Evaluasi, Taurus Manfaatkan Peluang
Mengenal Negging Dalam Dunia Kencan, Candaan yang Berbalut Penghinaan
Most Popular
1
Tak Hanya Gen Z, Milenial Kini Adopsi Tren 'Soft Living' karena Burnout
2
Foto: Gemerlap Gaya Seleb Dunia di Acara Bvlgari, Dua Lipa Hingga Liu Yifei
3
Gaya 'Kembar' Alyssa Daguise, Tissa Biani & Mulan Jameela Rayakan Lebaran
4
Foto: Gaya Nostalgia Miley Cyrus yang Edgy di Perayaan 20 Tahun Hannah Montana
5
Aksi Dua Model Seksi Beda Generasi di Iklan Tas Terbaru Gucci Era Demna
MOST COMMENTED











































