40% Sumbangan Baju untuk Korban Bencana Alam Tak Dipakai dan Terbuang

Anggi Mayasari - wolipop Rabu, 03 Okt 2018 14:47 WIB
Ilustrasi tumpukan baju bekas. Foto: Dok. iStock Ilustrasi tumpukan baju bekas. Foto: Dok. iStock

Jakarta - Belum pulih duka Indonesia dari gempa bumi yang menimpa Lombok pada akhir Juli lalu, kini Tanah Air kembali diterpa bencana alam. Gempa bumi 7,4 magnitudo magnitudo yang disusul dengan gelombang tsunami terjadi di wilayah Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/9/2018) petang.

Banyak korban yang selamat dari bencana gempa bumi tentunya membutuhkan bantuan makanan, minuman hingga pakaian. Namun, baju yang disumbangkan untuk korban bencana alam ini rupanya banyak yang tak sesuai dengan korban dan bahkan terbuang.

Baca Juga: Mau Sumbang Baju Buat Korban Gempa Palu? Kamu Wajib Baca Ini

Hal tersebut dikemukakan oleh Vice President lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar yang menyatakan jika selama ini cukup banyak bantuan baju layak pakai untuk korban bencana alam tak bisa dipakai karena usang. Ibnu pun mengungkapkan empat puluh persen pakaian yang disumbangkan itu terbuang.

Bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.Bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Foto: Dok. Getty Images


"Sebagian besar layak pakai, tapi masih banyak baju yang nggak kepakai. Empat puluh persen baju yang sudah kita bawa ke mereka terbuang," ungkap Ibnu saat dihubungi Wolipop, Rabu (3/10/2018)

Baca Juga: Wow! Emma Watson Sumbang Rp 13 M untuk Korban Pelecehan Seksual

Ibnu pun menambahkan bahwa untuk korban gempa dan tsunami di Palu serta Donggala ini belum diketahui berapa persentase kebutuhan pakaian. Namun, dirinya menghimbau untuk siapapun yang ingin menyumbangkan baju untuk korban bencana alam, sebaiknya kondisi pakaian masih tetap bagus dan layak pakai.

"Kami belum dapat data yang jelas berapa saja usia korban selamat. Tapi, kalau yang di Lombok kemarin sekitar 30 sampai 40 persen anak-anak, dan kebutuhan pakaian 60 persen dewasa," ujarnya.




Tonton juga 'Peduli Bencana di Palu, Batik Karya Penyandang Disabilitas Dilelang':


(agm/eny)