Putri Hijab Indonesia 2020 Digelar di Tengah Pandemi, Begini Suasananya

Siti Fatimah - wolipop Sabtu, 05 Des 2020 16:35 WIB
Putri Hijab Indonesia Foto: Dok. Siti Fatimah/Detikcom
Bandung -

Pandemi Corona membuat hampir seluruh kegiatan untuk beradaptasi dengan budaya yang baru. Tak terkecuali ajang bergensi pemilihan Putri Hijab Indonesia.

Tahun ini, grand final Putri Hijab Indonesia itu digelar di Kota Bandung dengan menerapkan berbagai macam protokol kesehatan seperti penggunaan face shield untuk seluruh kontestan.

Sebanyak 49 Putri Hijab menjadi wakil dari 17 provinsi di Indonesia. Mereka satu persatu menampilkan diri di atas panggung. Mereka tampil dengan busana hijab yang glamour rancangan Albis Group.

Putri Hijab IndonesiaPutri Hijab Indonesia Foto: Dok. Siti Fatimah/Detikcom

Satu dari 49 kontestan terpilih yaitu Auliya Fajriyati berasal dari Riau menjadi pemenang Putri Hijab Indonesia 2020.

CEO Putri Hijab Indonesia, Lidya Agustin mengatakan, tahapan grand final tersebut digelar selama tiga hari, dari proses pembekalan peserta selama masa karantina hingga penampilan di puncak tahapan Grand Final.

"Dalam puncak evennya, para peserta tampil dengan busana hijabnya yang mewah. Namun suasana pandemi terlihat dari tampilan mereka ketika hadir di panggung dengan mengenakan face shield atau pelindung wajah," kata Lidya di Crowne Plaza Bandung, Sabtu (5/12/2020).

Pemilihan busana dari Albis pun dirasa tepat dengan konsep Putri Hijab Indonesia. "Albis itu memang fokus terhadap fashion hijab, dan juga memang fashion busananya yang glamour. Jadi sangat tepat dan menarik kalau Albis untuk even Putri Hijab Indonesia ini," ujarnya.

Putri Hijab IndonesiaPutri Hijab Indonesia Foto: Dok. Siti Fatimah/Detikcom

Sementara itu, desainer Albis Group Moesye Indri mengucapkan rasa syukurnya meskipun di tengah pandemi industri fashion ini masih dapat berkembang dan melangsungkan acara dengan berbagai adaptasi protokol kesehatan COVID-19.

"Perjalanan Putri Hijab Indonesia 2020 ini prosesnya jauh jauh sebelum pandemi sebetulnya, tapi semuanya harus running well, semuanya harus berjalan, dan akhirnya kita sampai di titik ini," kata Indri.

Ajang Putri Hijab Indonesia ini, kata dia, telah berjalan sejak tiga tahun yang lalu. Namun masih dalam lingkup provinsi, yang diawali di kepulauan Sumatera. Setelah melihat antusias publik akhirnya diambil langkah untuk menggelar secara nasional.

Putri Hijab IndonesiaPutri Hijab Indonesia Foto: Dok. Siti Fatimah/Detikcom

"Melihat antusias masyarakat yang dahsyat akhirnya saya berpikir kenapa ini tidak diambil ke Indonesia," ujarnya.

Indri berharap ajang Putri Hijab Indonesia ini menjadi wahana untuk menyampaikan syiar agama, khusunya bagi kaum hawa untuk senantiasa melindungi kehormatannya dengan berhijab.

(ami/ami)