Doa di Bulan Safar, Insya Allah Selalu Beruntung dan Dilindungi Allah

Rosmha Widiyani - wolipop Minggu, 04 Okt 2020 13:00 WIB
ilustrasi berdoa Foto: Getty Images/AleksandarGeorgiev/Doa di Bulan Safar, Insya Allah Selalu Beruntung dan Dilindungi Allah
Jakarta -

Selepas Muharram, Safar menjadi bulan berikutnya dalam penanggalan Islam yang dilakui para muslim. Seperti bulan yang lain, Safar juga harus dilalui dengan terus produktif, memperbaiki kualitas diri, dan mendekatkan diri pada Allah SWT.

Dikutip dari situs alim, safar artinya adalah kosong atau rumah yang dikosongkan. Menurut orang-orang bijak terdahulu, penamaan safar terkait kebiasaan warga mengosongkan Mekkah (isfaar) di momen tersebut. Warga memilih bepergian di bulan ini daripada tinggal di rumah saat bulan Safar.

"Orang-orang bijak tersebut juga mengatakan, masyarakat Arab dahulu percaya kesucian bulan Dzulkaidah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Mereka tidak terlibat perang atau kejahatan di bulan tersebut dan menunggu hingga keempatnya berlalu. Saat Safar, mereka perang dengan suku lain," tulis Alim.

Sebelum Islam datang, Safar dianggap sebagai bulan ketidakberuntungan dan punya pertanda buruk. Safar juga dianggap sebagai bulannya penyakit, perburukan ekonomi, dan segenap kejadian buruk lain yang tidak diharapkan manusia. Masyarakat dulu tidak mengawali pekerjaan penting atau rencana baru selama bulan Safar.

Setelah kedatangan Islam, sebuah agama yang mengutamakan kebenaran dan logika, anggapan tersebut perlahan disingkirkan. Islam percaya Tauhid yaitu Allah SWT sebagai Tuhan yang patut disembah serta Risalah yang dibawa para Nabi dan Rasulullah. Umat Islam menyembah Allah SWT yang Maha Melindungi dan tempat kembali sesuai ajaran Rasulullah SAW.

Namun, anggapan Safar sebagai bulan sial ternyata masih terus ada hingga kini. Selain percaya Safar membawa keberuntungan buruk, bulan ini juga menjadi kambing hitam atas kondisi buruk yang dialami. Sebanyak 13 hari pertama di bulan Safar dianggap sebagai yang terburuk dan bisa diselamatkan dengan membagikan uang dan makanan.

Padahal sejumlah peristiwa penting terjadi di bulan Safar, misal perkawinan Ali dan Fatima pada tahun kedua setelah hijrah. Rasulullah SAW dalam hadistnya menerangkan yang disebut beruntung

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَـنَّعَهُ اللهُ بِمَا آتَاهُ ..رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Artinya: "Sungguh telah beruntung orang yang memeluk Islam, dikaruniai rezeki yang cukup dan Allâh menjadikannya bersifat qanaah atas nikmat yang diberikan-Nya kepadanya." (HR Muslim).

Dalam hadist yang lain Rasulullah SAW juga mengingatkan pentingnya selalu ikhlas dan ridho pada rizki yang diberikan Allah SWT

وَارْضَ بِمَا قَسَمَ اللهُ لَكَ تَكُنْ أَغْنَى النَّاسِ

Artinya: "Ridhoilah apa yang Allah bagikan untukmu, maka engkau akan menjadi orang yang paling berkecukupan." (HR Tirmidzi).

Tentu tak ada salahnya jika muslim menunaikan doa di bulan Safar, supaya terus dilindungi Allah SWT dan dijauhkan dari segala yang buruk. Doa ini bisa dibaca selain di bulan Safar jika seorang muslim ingin lebih dekat dengan Allah SWT

اللهم ارزقني فقها في الدين وزيادة في العلم وكفاية في الرزق وصحة في البدن وتوبة قبل الموت وراحة عند الموت ومغفرة بعد الموت ونجاة عند الحساب وجوازا على الصراط يا ذا الفضل والاحسان برحمتك يا ارحم الراحمين

Arab latin: Allohummarzuqnii fiqhan fiddiini wa ziyaadatan fil 'ilmi wa kifaayatan fir rizqi wa shihhatan fil badani wa tawbatan qoblal mauti wa roohatan 'indal mauti wa maghfirotan ba'dal mauti wa najaatan 'indal hisaabi wa jawaazan 'alash shiroothi yaa dzal fadhli wal ihsaani bi rohmatika yaa arhamar roohimiin

Artinya: "Ya Allah, anugerahilah aku agar paham dalam masalah agama, tambahan dalam ilmu, kecukupan dalam rizki, kesehatan tubuh, taubat sebelum mati, ketenangan ketika mati, ampunan setelah mati, keberuntungan pada saat hitungan amal, dan bisa melewati titian (shirath), wahai Dzat pemberi keutamaan dan kebaikan, dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Maha Pengasih di antara para pengasih."

Doa di bulan Safar ini dikutip dari buku Majmu'ah Ahzab wa Awrad Al-Syaikh Al-Akbar Ibnu Arabi. Menurut Dhiyauddin Ahmad bin Musthafa, bacaan ini disebut Doa Imam Al-A'dzam supaya selalu diberi keberuntungan dan kebahagiaan hingga akhir hayat.

Sejumlah peristiwa penting dalam sejarah Islam terjadi di bulan Safar. Dua peristiwa tersebut adalah hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, serta Rasulullah yang mulai merasa sakit hingga akhirnya meninggal dunia. Keduanya menandai perkembangan Islam di masa depan hingga mendunia.

Dikutip dari Morocco World News, Rasulullah SAW hijrah dari Makkah ke Madinah pada bulan Safar. Awalnya bulan Safar akan menjadi bulan pertama di penanggalan Islam. Namun usulan tidak jadi dilaksanakan dan Muharram menjadi bulan pertama dalam kalender Islam.

Penanggalan Hijriah digunakan muslim setelah Islam menyebar makin luas di seluruh dunia. Umat muslim memerlukan sistem penanggalan yang lebih baik untuk memudahkan pencatatan dan administrasi. Khalifah Umar bin Khattab memutuskan penggunaan kalender Islam dengan peristiwa hijrah sebagai momen penting.

Terkait meninggalnya Nabi Muhammad SAW, 29 Safar tahun kesebelas setelah hijrah tercatat sebagai momen ketika kondisi Rasulullah mulai menurun. Dikutip dari sunnah online, Rasulullah SAW meninggal pada 12 Rabiulawal pada usia 63 tahun dan empat hari. Sebelum meninggal, Rasulullah SAW sempat mengikuti pemakanan di Al-Baqi.

Sekembalinya dari mengikuti pemakaman, Rasulullah SAW mengalami sakit kepala dan peningkatan suhu tubuh. Saat itu, suhu tubuh Rasulullah SAW dikisahkan sangat tinggi hingga panasnya bisa dirasakan pada sorbannya. Rasulullah SAW memimpin sholat selama 11 hari meski sedang sakit. Nabi Muhammad SAW sakit selama 13 atau 14 hari hingga akhirnya meninggal dunia.

(row/erd)