Kisah Hijabers yang Jadi Wanita Tukang Las Bawah Laut Pertama di Malaysia

Gresnia Arela Febriani - wolipop Senin, 01 Jul 2019 17:12 WIB
Nur Izzati Athirah Mohammad Yusoff jadi tukang las bawah laut wanita pertama di Malaysia. Foto: Dok. Twitter @F4HM1EY Nur Izzati Athirah Mohammad Yusoff jadi tukang las bawah laut wanita pertama di Malaysia. Foto: Dok. Twitter @F4HM1EY

Jakarta - Pekerja pengelas bawah laut merupakan salah satu profesi paling berbahaya di dunia, yang umumnya dilakoni oleh kaum pria. Namun, berbeda dengan wanita berhijab dan tangguh bernama Nur Izzati Athirah Mohammad Yusoff. Ia menjadi tukang las bawah laut wanita pertama di Malaysia.

Kerja las adalah menyambung dua bagian logam atau lebih dengan menggunakan energi panas. Pengelasan bawah laut sering sekali digunakan untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi pada badan kapal, konstruksi pipa air, konstruksi pipa minyak dan gas, jembatan di atas air maupun konstruksi rig atau pengeboran lepas pantai, bangunan lepas pantai serta konstruksi lainnya yang terendam air.

Banyak rintangan di bawah laut yang mungkin terjadi. Tekanan air yang bisa menghancurkan tubuh. Dan gelembung-gelembung air yang dapat mengganggu penglihatan.



Dalam Tweet Viral oleh pengguna Twitter 70E @F4HM1EY, ada seorang wanita yang bekerja di bawah laut sebagai tukang las. Kisah wanita tangguh bernama Nur Izzati ini membuat para netizen kagum. Karena industri las yang sebagian besar didominasi oleh pria.

Kisah Hijabers yang Jadi Wanita Tukang Las Bawah Laut Pertama di MalaysiaFoto: dok. weldfabtech


Anak kedua dari empat bersaudara, Nur Izzati atau biasa disapa Athirah oleh keluarganya, lahir dan dibesarkan di Kampung Kuala Sungai Rambutan, Rantau Panjang, distrik Selama Perak, Malaysia. Nur Izzati mengatakan bahwa di masa kecilnya tidak suka bermain dengan boneka.

"Saya agak sedikit kasar dan tomboy. Bukannya bermain dengan boneka, saya malah memainkan mainan anak laki-laki di sekitar rumah saya," kata Nur Izzati. Dia juga mengatakan bahwa cita-citanya saat masih sekolah dasar adalah menjadi seorang prajurit angkatan darat.

Nur Izzati mulai menjelajah ke dunia pengelasan bawah laut ketika ia terdaftar sebagai mahasiswi di Kolej Vokasional Taiping, Kemunting, Taiping, Perak, Malaysia. Hijabers 22 tahun ini menjadi satu-satunya wanita yang menekuni dunia pengelasan di kampusnya pada 2013.

Nur Izzati mengatakan bahwa dia sebenarnya tidak tahu apa-apa tentang pengelasan. Namun, dia memutuskan untuk menekuni soal pengelasan karena ingin mencoba sesuatu yang baru.

Kisah Hijabers yang Jadi Wanita Tukang Las Bawah Laut Pertama di MalaysiaFoto: dok. weldfabtech


"Pada tahun terakhir saya kuliah, saya masih tidak tahu apa yang ingin saya lakukan setelah lulus. Tapi semuanya berubah ketika saya mengunjungi pusat pelatihan Weldzone Training Center selama kunjungan lapangan. Saya sangat kagum dengan demonstrasi pengelasan bawah laut. Saya terpesona dengan konsep dan kecanggihan pengelasan di bawah laut," ujarnya seperti dikutip World of Buzz.

Setelah menyelesaikan pelatihan pengelasan bawah laut selama satu tahun, Nur Izzati sekarang menjadi asisten instruktur di Weldzone Training Center. Menariknya, semua siswanya adalah kaum pria.

Nur Izzati mengatakan bahwa dia merasa beruntung karena orangtuanya mendukung passion-nya itu. Mimpi yang ingin ia raih selanjutnya adalah melakukan pengelasan bawah laut di luar negeri.




Simak Video "Fitria Manalu, Tetap Semangat di Tengah Keterbatasan"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)