Serunya Grand Finalis Sunsilk Hijab Hunt Belajar Make Up dan Fashion

Robi Setiawan - wolipop Selasa, 21 Mei 2019 19:00 WIB
Foto: Robi Setiawan Foto: Robi Setiawan

Jakarta - Sebanyak 10 grand finalis Sunsilk Hijab Hunt dari berbagai daerah terpilih untuk masuk ke tahapan Grand Final dengan mengikuti terlebih dahulu proses karantina. Proses karantina digelar pada 19-24 Mei 2019. Sebelumnya pada 19 Mei para grand finalis sudah mengikuti pelatihan pertama, yaitu public speaking yang digelar di ruang meeting detikcom.

Hari ini, Selasa (21/5/2019) peserta mengikuti empat pelatihan sekaligus. Pelatihan pertama adalah mengenai fashion dan make up yang dibimbing oleh Direktur Marketing Duta Bangsa, Naomi Siregar.

Dalam pelatihan berpakaian peserta dibekali banyak pengetahuan mulai dari mengenal bentuk atau postur tubuh, warna pakaian yang sesuai, hingga menentukan jenis pakaian sesuai kebutuhan masing-masing peserta.

"Dalam standar penampilan juga itu ada warna panas, dingin. Kemudian pada saat membeli atau memakai pakaian harus bisa menyesuaikan dulu dengan bentuk tubuh kita," jelas Naomi di Menara Mega Syariah, Jakarta, Selasa (21/5/2019).


Naomi juga mencontohkan untuk salah satu bentuk tubuh bisa disesuaikan pakaiannya, mulai dari pemakaian sabuk atau asesoris. Dengan mengetahui dan memahami kebutuhan tubuh, pakaian juga bisa digunakan untuk menutupi kekurangan yang ada.

Setelah pembekalan materi mengenai pakaian, Naomi melanjutkan materi mengenai cara ber-make up. Selain pakaian, make up yang tepat juga bisa ditentukan dengan memahami bentuk wajah dan karakteristik kulit.

Selain itu Ia juga memberikan beberapa tips saat bermake up, misalnya selalu membiasakan cuci muka terlebih dahulu sebelum make up, tidak terlalu sering menggunakan pore pack, hingga trik memanfaatkan jari manis saat menggunakan make up.

"Jari manis kita ini jarang dipakai. Saat penekanan di wajah tidak terlalu keras dan lebih lembut, sehingga tahu sampai mana (menggunakan make up). Untuk eye shadow bisa pakai tangan," katanya.


Usai pemaparan materi mengenai make up, peserta diberi tambahan materi catwalk dari Kenny yang juga tim dari Duta Bangsa. Ia menekankan kepada peserta beberapa hal penting saat catwalk, seperti senyum, pandangan lurus ke depan, dan berjalan dengan tampil smart.

Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi Smart & Creative Thinking Technique dari Nur Rizkitawati Oktaria atau akrab disapa Tari. Dalam paparannya, Tari sering mengajak interaksi peserta, di antaranya dengan mengajak peserta membuat vision board atau tujuan 5, 3, dan 1 tahun ke depan.

Pada saat membuat vision board, beragam macam mimpi atau tujuan pun dituliskan peserta. Ada yang ingin melanjutkan kuliah, membuka klinik, membeli rumah atau mobil, pergi dan berbakti ke Papua, memberangkatkan orang tua umrah, hingga membuka sekolah.

"Teman-teman tempel vision board di kamar atau tempat yang sering dilihat. Percaya atau tidak, dari apa yang kita pikirkan akan mengubah takdir kita," katanya.

"Tahu kenapa? Dari pikiran masuk ke otak, otak kita secara nggak langsung menstimulus apa yang kita lihat setiap harinya. Dari apa yang kita lihat itu otomatis menstimulus perilaku kita, perilaku kita nanti akan jadi kebiasaan," sambungnya.

Lebih lanjut, peserta pun sempat diajak mengikuti kuis untuk melihat kecenderungan cara berpikir masing-masing melalui otak kanan dan otak kiri.

Kegiatan selanjutnya yang tak kalah menarik adalah pembekalan materi personal branding yang disampaikan Ardi Budiman dari Duta Bangsa. Banyak hal yang disampaikan Ardi, terutama mengenai tantangan Volatility/rapuh,Uncertainty/ketidakpastian, Complexity/rumit, dan Ambiguity/rancu (VUCA).
(mul/mpr)