Tangguh, Ini Wanita Berhijab Pertama yang Jadi Anggota Militer AS

Silmia Putri - wolipop Senin, 25 Mar 2019 11:40 WIB
Maysaa Ouza, anggota militer AS berhijab. Foto: Instagram/ Maysaa Ouza Maysaa Ouza, anggota militer AS berhijab. Foto: Instagram/ Maysaa Ouza

Jakarta - Maysaa Ouza, wanita berdarah Lebanon yang tinggal di Amerika sudah memiliki ketertarikan yang besar pada dunia militer sejak duduk di bangku sekolah. Meski saat itu, kecil kemungkinan seorang hijabers bisa jadi anggota militer di negeri Paman Sam ini, Ouza tetap fokus berusaha.

Hingga akhirnya setelah lulus sekolah hukum, ia mencoba melamar pekerjaan di Air Force Judge Advocate General Corps. Proses rekruitmen di tempat tersebut sangat sulit. Tapi ia berhasil diterima di sana.

Saat proses pendatanganan kontrak, pihak JAG menyebut bahwa ia bisa melakukan permintaan khusus perihal keagamaans setelah proses training selesai. Namun, akomodasi terkait keagamaan tidak dijamin oleh pihak JAG.


Tangguh, Ini Wanita Berhijab Pertama yang Jadi Anggota Militer ASAnggota militer berhijab pertama di AS. Foto: Instagram/ Maysaa Ouza

"Ketika aku menjalani training, aku menjadi satu-satunyamuslim di sana. Banyak teman yang menanyakan apa itu hijab, apakah aku mandi memakai hijab, apakah aku melakukan sex dengan hijab,"ungkapOuza dikutipdarivideodiakunYoutubeNBC Left Field.
Tangguh, Ini Wanita Berhijab Pertama yang Jadi Anggota Militer ASAnggota militer berhijab pertama di AS. Foto: Instagram/ Maysaa Ouza

Menjadi wanita berhijab di militer AS, nama Ouza menjadi viral. Sayangnya, tak sedikit komentar buruk yang datang. Banyak orang yang mengatakan Ouza tak pantas berada di militer AS. Bahkan, ada yang menyebutnya teroris yang mencoba memasuki militer AS.

Komentar negatif sempat membuatnya terpukul. Namun, banyak pula komentar positif yang mendukungnya. Hal itu yang terus menyemangatinya untuk berkarir di dunia militer, meski pemerintahan Donald Trump dikenal anti-Islam.

Keluarga Ouza juga mendukung apa yang ia lakukan selama itu baik untuknya. Mamanya menasihati Ouza untuk terus memperjuangkan hidup yang ia inginkan dan senantiasa berbuat baik.

"Islam dan Air Force memiliki lebih banyak kesamaan dari yang orang-orang pikir. Disiplin, modesty, keadilan, keberanian. Jadi baik hijab dan seragam Air Force juga mempresentasikan hal yang sama,' tutup Ouza.


Tangguh, Ini Wanita Berhijab Pertama yang Jadi Anggota Militer AS
(sil/sil)