Scarf Ini Dibuat Khusus untuk Bantu Jutaan Murid di Indonesia

Silmia Putri - wolipop Kamis, 29 Nov 2018 17:32 WIB
Scarf #Semuamuridsemuaguru. Foto: Silmia Putri/Wolipop
Jakarta - Pioneer e-commerce busana muslim Indonesia, HIJUP berkolaborasi dengan gerakan Semua Murid Semua Guru (SMSG) merilis scarf spesial. Bukan scarf biasa, secarik kain bercorak ini dibuat untuk membantu pendidikan di pelosok daerah Indonesia.

Inisiasi ini merupakan bagian dari gerakan #KirimBudi. Semua Murid Semua Guru (SMSG) yang merupakan wardah alternatif pengembangan pendidikan di Indonesia membagikan Flashdisk Budi yang berisi ratusan video belajar.

Konten video belajar dibuat 'kekinian' bekerja sama dengan konten kreator mulai dari Koharo TV, Hutan Tanda Tanya, Ayo Mikir, hingga selebriti seperti Andien Aisyah, Tatjana Saphira, dan Glen Fredly. Pembagian flashdisk sudah diluncurkan pada 2 Mei 2018. Video didistribusikan ke 1420 sekolah di berbagai wilayah Indonesia. Akan ada 2.320 guru dan 1.422.530 siswa yang akan terpapar sekaligus belajar dari video tersebut.



Scarf Ini Dibuat Khusus untuk Bantu Jutaan Murid di IndonesiaPenyerahan secara simbolis scarf untuk program #KirimBudi. Foto: Silmia Putri/Wolipop


"Anak-anak itu senang sekali menyambut flashdisk ini. Mereka menunggu-nunggu, dan menonton bersama. Pembelajaran melalui video seperti ini membuat mereka lebih tertarik. Tak hanya murid, para guru juga ikut belajar membuat konten pembelajaran menarik melalui video ini," tutur Najeela Shihab yang merupakan inisiator gerakan #KirimBudi pada acara media gathering di Kolega Jakarta Selatan, Kamis (29/11/2018).

HIJUP mengambil bagian dalam gerakan ini dengan merilis scarf bertema #SemuaMuridSemuaGuru. Satu scarf yang terjual sama dengan satu flashdisk yang akan disumbangkan untuk gerakan #KirimBudi.

Satu helai hijab segi empat itu dibandrol Rp 199.000. Menyesuaikan tren yang ada, scarf dibuat dari bahan voile. Pemilihan warna biru dongker didasarkan pada psikologi warna yang dinilai bisa merangsang pemikiran jernih.



Scarf Ini Dibuat Khusus untuk Bantu Jutaan Murid di IndonesiaCorak scarf untuk gerakan #KirimBudi. Foto: Silmia Putri/Wolipop


Corak yang dipakai juga cukup unik dan berbeda dari scarf di pasaran. Ada nuansa sekolah yang tercermin dari corak 'tambah kurang', gambar tas, kursi, hingga sentuhan motif etnik.

Tak hanya itu, CEO HIJUP Diajeng Lestari dan CTO (Chief of Technology) HIJUP Pahlevi Aulia ikut membagikan ilmu tentang profesi di di video yang disebar. Ada pula salah satu tenant HIJUP, yaitu desainer Jenahara yang juga menceritakan profesi desainer dalam video tersebut.

Selain HIJUP, gerakan #KirimBudi juga bekerja sama dengan JNE selaku jasa pengiriman antar kota di Indonesia. Harapannya, program ini bisa terus berkelanjutan sehingga bisa meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. (sil/sil)