Tiga Hijabers Raih Penghargaan Science Dunia, Siapa Mereka?
Silmia Putri - wolipop
Rabu, 21 Nov 2018 18:32 WIB
Jakarta
-
Kiprah wanita di dunia science tak kalah besar dari pria. Untuk itu, L'Oreal bersama UNESCO memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi untuk sosok scientist wanita yang telah memberikan kontribusi besar di negaranya.
Program penghargaan The L'Oréal-UNESCO for Women in Science sudah ada sejak 19 tahun lalu. Tahun ini, tiga scientist yang dipilih ternyata merupakan muslim. Tiga wanita berhijab itu bernama Marwa Balaha, Dr. Noha Mostafa, dan Dr. Amira El-Yazbi.
Marwa Balah
Marwa merupakan peneliti di bidang Pharmaceutical Chemistry and Drug Design. Dilansir dari Women of Egypt Mag, terjunnya Marwa di dunia science dan pengobatan dimulai setelah ayahnya meninggal.
Ia pun mengambil studi farmasi di University of Tanta. Karena kecerdasannya, ia diterima sebagai asisten dosen dan menempuh jenjang master jurusan Pharmaceutical Design and Pharmaceutical Chemistry. Kemudian, ia bekerja sebagai asisten profesor di Department of Pharmaceutical Chemistry, Fakultas Farmasi Kafr El Sheikh University
Kini, ia sedang menjalani proyek membuat sintesis obat anti-kanker bekerja sama dengan sebuah laboratorium di Italia. Prestasi dan kecerdasan Marwa membawanya mendapatkan penghargaan The L'Oréal-UNESCO for Women 2018.
Dr. Noha Mostafa
Doktor berhijab ini merupakan Pharmaceutical Analytical Chemistry yang bekerja sebagai asisten dosen di Fakultas Farmasi, di Assiut University. Wanita kelahiran 1988 ini sedang melakukan penelitian tentang pengobatan biologis.
Ia juga mendapatkan beasiswa penuh dari pemerintah Mesir untuk mendapatkan gelar PhD. Kini ia juga bekerja sebagai asisten dosen di Faculty of Health and Life Sciences, De Montfort University in Leicester, Inggris.
Dr. Amira El-Yazbi
Mirip dengan dua hijabers sebelumnya, Dr. Amira juga bergelut di bidang farmasi. Selain menjadi peneliti, ia menjadi asisten dosen di Fakultas Farmasi, Alexandria University.
Peraih gelar PhD dari University of Alberta, Canada ini fokus mengembangkan penelitian tentang kerusakan DNA. Ia mengembangkan pengobatan yang terjangkau dan lebih simple untuk gejala tersebut. Ia pun meneliti tentang anti-cancer agen dan mengajar ilmuwan muda. (sil/sil)
Program penghargaan The L'Oréal-UNESCO for Women in Science sudah ada sejak 19 tahun lalu. Tahun ini, tiga scientist yang dipilih ternyata merupakan muslim. Tiga wanita berhijab itu bernama Marwa Balaha, Dr. Noha Mostafa, dan Dr. Amira El-Yazbi.
Marwa Balah
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peraih The L'Oréal-UNESCO for Women in Science. Foto: Istimewa |
Marwa merupakan peneliti di bidang Pharmaceutical Chemistry and Drug Design. Dilansir dari Women of Egypt Mag, terjunnya Marwa di dunia science dan pengobatan dimulai setelah ayahnya meninggal.
Ia pun mengambil studi farmasi di University of Tanta. Karena kecerdasannya, ia diterima sebagai asisten dosen dan menempuh jenjang master jurusan Pharmaceutical Design and Pharmaceutical Chemistry. Kemudian, ia bekerja sebagai asisten profesor di Department of Pharmaceutical Chemistry, Fakultas Farmasi Kafr El Sheikh University
Kini, ia sedang menjalani proyek membuat sintesis obat anti-kanker bekerja sama dengan sebuah laboratorium di Italia. Prestasi dan kecerdasan Marwa membawanya mendapatkan penghargaan The L'Oréal-UNESCO for Women 2018.
Dr. Noha Mostafa
The L'Oréal-UNESCO for Women in Science. Foto: Istimewa |
Doktor berhijab ini merupakan Pharmaceutical Analytical Chemistry yang bekerja sebagai asisten dosen di Fakultas Farmasi, di Assiut University. Wanita kelahiran 1988 ini sedang melakukan penelitian tentang pengobatan biologis.
Ia juga mendapatkan beasiswa penuh dari pemerintah Mesir untuk mendapatkan gelar PhD. Kini ia juga bekerja sebagai asisten dosen di Faculty of Health and Life Sciences, De Montfort University in Leicester, Inggris.
Dr. Amira El-Yazbi
The L'Oréal-UNESCO for Women in Science Foto: Istimewa |
Mirip dengan dua hijabers sebelumnya, Dr. Amira juga bergelut di bidang farmasi. Selain menjadi peneliti, ia menjadi asisten dosen di Fakultas Farmasi, Alexandria University.
Peraih gelar PhD dari University of Alberta, Canada ini fokus mengembangkan penelitian tentang kerusakan DNA. Ia mengembangkan pengobatan yang terjangkau dan lebih simple untuk gejala tersebut. Ia pun meneliti tentang anti-cancer agen dan mengajar ilmuwan muda. (sil/sil)
Olahraga
Legging Ini Bikin Olahraga Makin Pede! Dari yang Multifungsi Sampai Brand Terkenal, Mana Favoritmu?
Olahraga
Sepatu Basket dari Nike Ini Bikin Gerakan Makin Lincah & Stabil
Olahraga
Rahasia Workout Lebih Maksimal! Ini 2 Sepatu Nike yang Bikin Latihan Makin Nyaman & Powerful
Kesehatan
Kaki Capek Dipakai Aktivitas Seharian? Sekali Pakai Foot Massager Philips Ini, Kaki Langsung Ringan
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Rekomendasi Hijab Pashmina Viscose untuk Lebaran 2026, Harga Mulai Rp 60 Ribu
Baju Lebaran 2026
7 Rekomendasi Setelan Lebaran 2026: Koleksi Baju One Set Ala Gen Z
40 Ucapan Selamat Idul Fitri 2026 untuk Kartu & Bingkisan Lebaran
Buttonscarves Rilis Koleksi Lebaran 2026, Eksplorasi Budaya Mesir dan Maroko
Baju Lebaran 2026
Rekomendasi Tunik Lebaran 2026: Pilihan Brand Lokal Terbaik Mulai Rp 100 Ribu
Most Popular
1
Baju Lebaran 2026
7 Mix and Match Hijab Lebaran 2026 Ini Bikin Tampilan Makin Stylish
2
Alasan Song Joong Ki & Song Hye Kyo Kembali Viral, Diduga Karena Hal Ini
3
Demi Moore Pamer Kaki Jenjang dengan Gaun High-Slit Ekstrem di Premiere Film
4
8 Momen Artis Mudik Lebaran 2026, Bella Shofie Pakai Sheet Mask di Mobil
5
Pakai Gaun Ketat & High Heels 20 Cm, Kim Kardashian Tersandung di Party Oscar
MOST COMMENTED












































Peraih The L'Oréal-UNESCO for Women in Science. Foto: Istimewa
The L'Oréal-UNESCO for Women in Science. Foto: Istimewa
The L'Oréal-UNESCO for Women in Science Foto: Istimewa