5 Cerita Inspirasi Berhijab yang Menyentuh Hati

Silmia Putri - wolipop Rabu, 02 Mei 2018 15:31 WIB
Peserta Sunsilk Hijab Hunt 2018. Foto: Doc. Sunsilk Hijab Hunt Peserta Sunsilk Hijab Hunt 2018. Foto: Doc. Sunsilk Hijab Hunt

Jakarta - Berhijab merupakan kewajiban bagi setiap muslimah. Berhijab juga merupakan proses seseorang mematuhi perintah Tuhannya. Di perjalanan proses berhijab banyak orang yang terinspirasi dari lingkungan sekitar seperti dari sosok idola, beragam peristiwa, hingga mimpi-mimpinya.

Beberapa waktu lalu, Wolipop mengajak para pembaca untuk berbagi cerita tentang inspirasi berhijab. Banyak perempuan-perempuan hebat yang membagikan cerita inspiratifnya.

Dari sekian banyak cerita yang masuk, ada lima cerita yang paling menarik. Lima perempuan ini memiliki inspirasi berhijab yang berbeda-beda. Siapa saja mereka? Simak kisahnya berikut ini.


Eva Andriani

Wanita cerdas ini memiliki semangat yang tinggi dalam mewujudkan mimpi-mimpinya. Ia pun mengaku kalau mimpi-mimpinyalah yang mendorongnya untuk konsisten berhijab.

Di desanya di kawasan Banyuwangi, wanita berhijab masih dianggap aneh. Banyak yang beranggapan Eva menganut aliran tertentu. Di sana Eva ingin membuktikan bahwa hijab yang ia pakai bukanlah penghalang, melainkan jembatan untuk meraih cita-citanya.

Baca: Inspiratif, Fatima Anak Tukang Roti Jadi Pilot Berhijab Pertama India

Sekolah sambil bekerja karena kebutuhan ekonomi, Eva berhasil menyabet 22 kejuaraan nasional maupun internasional seperti di Singapura, Hongkong, Malaysia, hingga menjadi salah satu penulis terpilih dalam Peer Review Oxford University. Ia pun mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi di University of Leed, Inggris.

Prestasinya ini membuat citra perempuan berhijab di desanya berubah. Ia pun membuat program untuk desanya bertajuk Rumah Karakter dan Kampoeng Anak untuk pendidikan.

"Jangan pernah takut bermimpi, karena menghina Allah itu mudah, semudah berpikir gagal," tutupnya.

Rezekika Ina Arumtya

Rezekika Ina Arumtya memiliki perjuangan yang begitu hebat dalam melawan leukimia yang dideritanya. Dari kecil, ia sudah harus membantu perekonomian orang tuanya mulai dari jadi kondektur bus kota hingga menjadi penyanyi dangdut.

Sekolahnya sempat terhenti karena ia harus operasi usus buntu. Ia pun harus menghadapi kenyataan bahwa dirinya menderita leukimia dan pembengkakan di otak. Menjalani kehidupannya yang berat, ia selalu belajar berkomitmen pada Allah SWT.

Ia terinspirasi dari kisah cinta Khadijah RA. Ia pun mengikuti jejak wanita hebat itu dengan menemukan cinta sejati, yaitu cinta Allah. Delapan tahun ia berjuang melawan kanker dan pembengkakan otak. Dengan kasih saya Allah, ia bisa berangsur membaik.

"Semoga kisah saya dapat menginspirasi teman semua. Jangan putus asa seperti saya yang dulu, jangan huznudzon kepada Allah," tuturnya.

Baca juga: Kisah Peserta Sunsilk Hijab Hunt, Kehilangan Banyak Job karena Berhijab

Rayfreta

Inspirasi bisa datang dari siapa saja, tak perlu dari sosok yang lebih tua atau lebih dewasa. Cerita Rayfreta contohnya. Ia terinspirasi dari anaknya sendiri saat sang buah hati masih duduk di kelas TK B dua tahun lalu.

Sang putri akan bersekolah ke SD Islam, sehingga harus mengenakan jilbab ke sekolah. Sang anak pun bertanya kepada ibunya, "Kalau pergi-pergi, aku juga pakai jilbab, Bu? Ibu juga dong kalau pergi pakai jilbab."

Perkataan sang putri membuat hati Rayfreta berdesir. Setelah satu bulan dilanda kegelisahan, ia pun mantap berjilbab. Hari ini sudah satu tahun ia berhijab dan bahagia karena jilbab menuntunnya menuju ketenangan jiwa.

Riana Rahmadaniati

Inspirasi Riana dalam berhijab tak lain adalah aturan dari Allah SWT yang tercantum dalam Alquran. Ia berusaha mengikuti cara berhijab sesuai syariat, yaitu menutup dada, longgar, dan tidak transparan.

Ia mengaku berhijab sesuai syariat cukup sulit, apalagi ia berhijab saat usia ranum yaitu 11 tahun. Ia pernah mendapatkan kata-kata yang kurang mengenakan dari teman hingga keluarganya.

"Kamu pakai gorden ya? Nanti nggak ada yang suka tahu, nggak kelihatan cantik," tutur orang-orang sekitarnya.

Meski sedih mendengarnya, keyakinannya tak pernah berkurang. Ia merasa hijab itu cantik yang terlindungi bukan cantik yang tersembunyi.

Wirdhaningsih

Wirdha memutuskan berhijab karena sebuah kisah yang pernah ia baca. Diceritakan bahwa ada seorang perempuan yang taat sekali beribadah, tapi ditolak masuk surga karena ia tidak menutup aurat.

Selain itu, Wirdha tidak mau beban dosa karena tidak menutup aurat dilimpahkan kepada ayah dan saudara laki-lakinya. Pemikiran yang bijak dengan kepatuhan kepada agama menguatkan Wirdha untuk berhijab.

(sil/sil)