Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Yang Dirasakan Remaja AS Saat Jadi Satu-satunya Siswi Berhijab di Sekolah

Arina Yulistara - wolipop
Selasa, 11 Apr 2017 12:52 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Scott Roberson/Daily Journal
Indiana -

Beberapa hijabers yang tinggal di negara minoritas memiliki pengalaman berbeda-beda terkait pemakaian jilbabnya. Cerita kini datang dari seorang siswi asal Amerika Serikat bernama Ammina Brown. Amina merupakan salah satu murid baru di Greenwood Community High School, Indiana, Amerika Serikat (AS).

Ammina merupakan satu-satunya murid muslim yang menggunakan jilbab di sekolah. Dilansir dari Daily Journal, ia mengaku mendapat tatapan aneh dari teman-teman sekelasnya karena jilbab yang dikenakan. Bukan berarti tatapan kesal namun Ammina merasa teman-teman seperti bingung karena penampilannya yang berhijab.
Foto: Scott Roberson/Daily Journal

Tidak hanya teman sekelas, puluhan pasang mata juga dirasakan Ammina ketika berjalan melalui lorong kelas di Greenwood. Ada tatapan kurang menyenangkan dan beberapa terlihat penasaran dengan penampilan wanita berkulit gelap tersebut.

"Mereka seperti menatapku dengan rasa ingin tahu karena aku satu-satunya orang yang pada waktu itu mengenakan jilbab di sekolah," ujar Ammina.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua tahun kemudian, setelah ia berhasil berbaur dengan banyak teman sekolahnya ia memiliki ide untuk menjelaskan maksud pemakaian kerudung yang digunakannya setiap hari ke sekolah. Tidak hanya menjelaskan kepada para siswi di sekolah tapi ingin mereka merasakan bagaimana pergi menggunakan jilbab.
Foto: Scott Roberson/Daily Journal

Ammina pun menggelar Hijab Day di sekolah. Menurutnya cara ini bisa membantu menghapuskan pandangan miring tentang wanita berhijab. "Ini benar-benar dibutuhkan karena banyak siswi sekolah yang tidak tahu tentang apa itu jilbab. Mereka lebih mengenalnya dari pemberitaan negatif. Dengan cara ini mereka akan tahu informasi sebenarnya dan mengubah pandangannya," tambah Ammina.

Dalam acara Hijab Day yang digelar di kantin sekolah, Ammina membawa semua koleksi kerudung dari berbagai warna seperti biru, silver, ungu, pink, hingga turquoise. Ia pun mendemonstrasikan jilbab terlebih dahulu dan mengundang para junior serta siswi-siswi di sekolah untuk mencoba mengenakan jilbab.

Tidak harus menunggu lama rupanya banyak siswi yang tertarik mencobanya. Dibantu satu teman sekelasnya, acara Hijab Day yang digelar Ammina cukup ramai. Salah satu siswi yang mencoba adalah Madison Barret. Ia mengaku ini acara yang bagus dan positif.

"Satu orang dapat memulai satu gerakan dan itu hanya butuh tim untuk membantu menjalankannya agar bisa menjadi sesuatu yang besar. Saya mencobanya, saya tidak berpikir untuk mengenakan itu (jilbab) setiap hari tapi ada baiknya mencobanya sekali," aku Madison.

Teman Madison, Megan Boyd, juga mencoba memakai jilbab. Mereka ingin menggunakan scarf tersebut selama seharian. Mereka juga merasa lebih memahami budaya lain karena itu keduanya pun mendukung aksi Ammina.

"Aku rasa banyak orang dihakimi karena memakai jilbab dan aku melihat bagaimana mereka diperlakukan, setelah mencobanya aku lebih memahami mereka," tambah Boyd.

Kini menurut Ammina sudah ada beberapa adik kelas yang menggunakan jilbab. Sebagai senior ia berusaha membantu para juniornya yang berjilbab agar tidak merasa terasingkan. Salah satunya dengan penyelenggaraan Hijab Day ini.

"Aku senior dan mungkin aku bisa melakukan sesuatu sehingga mereka tidak merasa buruk tentang kerudung mereka. Jika gadis muslim lain sedang berjuang dengan kerudung mereka, dia harus kuat akan hal itu dan tidak merasa orang menilai dirinya salah," papar Ammina.


(ays/ays)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads