Desainer Bandung Anggia Rilis Koleksi Hijab Terinspirasi dari Matahari
Avitia Nurmatari - wolipop
Jumat, 24 Mar 2017 10:15 WIB
Bandung
-
Matahari menjadi inspirasi desainer asal Kota Bandung Anggiasari Mawardi. Koleksi pakaian yang didominasi warna nude dan pastel rancangan Anggia, tertuang indah dalam gelaran fashion show tunggal yang diberi tema Hina'ea di Peta Park, Bandung, Kamis (23/3/2017) sore.
Hina'ea sendiri memiliki arti Dewi Matahari. Sang desainer mengungkapkan, berbeda dari koleksi-koleksinya yang kebanyakan mengusung warna terang atau bold, palet dalam karyanya kali ini terinspirasi dari warna-warna matahari ketika terbit dan tenggelam.
"Sekarang lagi senang sama warna-warna senja, warna matahari terbit. Jadi pastel tidak, terang banget juga tidak," ujar Anggia yang juga berprofesi sebagai dokter gigi tersebut.
Ada 50 outfit karya Anggia yang terbagi dalam tiga kategori pada musim ini, yakni ready to wear, office wear dan party dress. Kategori ready to wear mengusung potongan sederhana seperti blus dengan lengan terompet, tunik berpotongan lebar juga celana bervolume. Bahan yang digunakan pun sesuai untuk kebutuhan ready to wear seperti katun dan chiffon yang nyaman dipakai sehari-hari.
Sementara untuk kategori office wear, bermain pada warna monokrom yang terkesan rapi dan clean. Bahan yang digunakan seperti lace dan jacquard yang menambah kesan tegas dan formal.
Untuk kategori party dress, menonjolkan cutting A line yang dijadikan dasar siluet dengan warna-warna nude dalam bahan jacquard, leather yang diberi taburan Swarovski. Anggia yang memiliki label Anggiahandmade ini berharap karya-karya yang dipamerkan dalam fashion show tunggalnya bisa diterima masyarakat luas dan menambah nuansa baru dalam dunia fashion hijab di Indonesia.
"Karena Anggi ingin belajar seperti apa sulitnya atau tantanganny menggelar show tunggal. Karena koleksi harus banyak dan konsepnya saling berhubungan satu sama lain. Juga ini tahun ke-enam Anggie di dunia fashion, mengeluarkan logo baru juga dan tahun ini pertamakalinya buka toko sendiri di Makassar. Harapannya bisa diterima masyarakat lebih luas," pungkasnya. (avi/hst)
Hina'ea sendiri memiliki arti Dewi Matahari. Sang desainer mengungkapkan, berbeda dari koleksi-koleksinya yang kebanyakan mengusung warna terang atau bold, palet dalam karyanya kali ini terinspirasi dari warna-warna matahari ketika terbit dan tenggelam.
Foto: Avitia Nurmatari |
"Sekarang lagi senang sama warna-warna senja, warna matahari terbit. Jadi pastel tidak, terang banget juga tidak," ujar Anggia yang juga berprofesi sebagai dokter gigi tersebut.
Ada 50 outfit karya Anggia yang terbagi dalam tiga kategori pada musim ini, yakni ready to wear, office wear dan party dress. Kategori ready to wear mengusung potongan sederhana seperti blus dengan lengan terompet, tunik berpotongan lebar juga celana bervolume. Bahan yang digunakan pun sesuai untuk kebutuhan ready to wear seperti katun dan chiffon yang nyaman dipakai sehari-hari.
Foto: Avitia Nurmatari |
Sementara untuk kategori office wear, bermain pada warna monokrom yang terkesan rapi dan clean. Bahan yang digunakan seperti lace dan jacquard yang menambah kesan tegas dan formal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Avitia Nurmatari |
"Karena Anggi ingin belajar seperti apa sulitnya atau tantanganny menggelar show tunggal. Karena koleksi harus banyak dan konsepnya saling berhubungan satu sama lain. Juga ini tahun ke-enam Anggie di dunia fashion, mengeluarkan logo baru juga dan tahun ini pertamakalinya buka toko sendiri di Makassar. Harapannya bisa diterima masyarakat lebih luas," pungkasnya. (avi/hst)












































Foto: Avitia Nurmatari
Foto: Avitia Nurmatari
Foto: Avitia Nurmatari