Ini yang Dirasakan Wanita Norwegia Selama Bercadar Walau Jadi Kontroversi
Arina Yulistara - wolipop
Selasa, 24 Jan 2017 16:48 WIB
Jakarta
-
Di Norwegia, penerapan burqa atau niqab yang menutup kepala serta wajah memicu perdebatan. Pada 2016 lalu, baik pemerintah maupun partai-partai politik telah memberikan imbauan untuk segera membuat larangan menggunakan cadar seperti pemakaian burqa atau niqab di tempat umum.
Burqa dianggap simbol penindasan dan Norwegia adalah negara yang bebas dari paksaan serta perbudakan. Tidak hanya itu, mengenakan cadar juga dianggap bisa mengganggu aktivitas dalam berbagai kegiatan misalnya belajar-mengajar di sekolah. Begitu pula di rumah sakit atau perkantoran yang membuat orang-orang tak bisa mengidentifikasi wanita bercadar dengan baik.
Di sisi lain, sejumlah masyarakat membela para wanita yang mengenakan burqa. Sebagian menilai bahwa penerapan cadar atau hijab merupakan bagian dari hak berekspresi serta menjalankan ibadah sesuai agama masing-masing. Penerapannya pun menjadi kontroversi dan memicu perdebatan secara nasional.
Meski memicu kontroversi, salah seorang wanita Norwegia yang sudah lama memakai burqa tetap setia dengan pakaiannya. Dia adalah Leyla Hasic yang berbagi cerita tentang pengalamannya selama bercadar di Norwegia.
Saat hadir di acara debat mengenai penerapan burqa atau niqab di salah satu stasiun televisi nasional Norwegia, Leyla tampil mengenakan cadar. Ia menjadi satu-satunya dari tiga wanita muslim yang membahas tentang pemakaian cadar tersebut.
Leyla mengaku kalau ia dibesarkan bukan dari keluarga yang religius dan tidak biasa membahas isu-isu agama. Namun seiring berjalannya waktu, ia mengubah diri lebih baik dan merasa perlu menggunakan burqa untuk merepresentasikan keimanannya. Bahkan Leyla mengaku merasa lebih bebas setelah bercadar.
"Aku percaya bahwa niqab membuatku bebas dari banyak hal seperti tekanan untuk tampil stylish, stres karena perawatan kecantikan kulit, hingga sering mempertontonkan tubuhku. Jujur cara berpakaianku sekarang benar-benar membuatku lebih bebas dari sebelumnya," papar Leyla seperti dilansir dari Suptik News.
Leyla juga menambahkan kalau menggunakan niqab sama sekali tidak mengganggu komunikasi dengan orang lain. Jadi salah persepsi bila cadar akan membuat sekolah atau perusahaan lain merasa tidak nyaman karena tak bisa mengindenfikasi mereka.
"Itu penting bahwa kita yang memakai niqab didengar suaranya juga oleh politisi. Aku merasa kini aku berbicara di depan banyak orang," tambahnya.
Pergolakan mengenai larangan bercadar di Norwegia masih terus belanjut. Seperti diketahui, Islam merupakan negara terbesar kedua setelah Kristen Protestan di Nrowegia. Jumlah masyarakat di Norwegia yang berlatar belakang Islam sampai 2016 lebih dari 160 ribu Maka dari itu, tak heran kalau penggunaan burqa atau niqab masih menjadi perdebatan karena pro dan kontra.
(ays/ays)
Burqa dianggap simbol penindasan dan Norwegia adalah negara yang bebas dari paksaan serta perbudakan. Tidak hanya itu, mengenakan cadar juga dianggap bisa mengganggu aktivitas dalam berbagai kegiatan misalnya belajar-mengajar di sekolah. Begitu pula di rumah sakit atau perkantoran yang membuat orang-orang tak bisa mengidentifikasi wanita bercadar dengan baik.
Di sisi lain, sejumlah masyarakat membela para wanita yang mengenakan burqa. Sebagian menilai bahwa penerapan cadar atau hijab merupakan bagian dari hak berekspresi serta menjalankan ibadah sesuai agama masing-masing. Penerapannya pun menjadi kontroversi dan memicu perdebatan secara nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat hadir di acara debat mengenai penerapan burqa atau niqab di salah satu stasiun televisi nasional Norwegia, Leyla tampil mengenakan cadar. Ia menjadi satu-satunya dari tiga wanita muslim yang membahas tentang pemakaian cadar tersebut.
Leyla mengaku kalau ia dibesarkan bukan dari keluarga yang religius dan tidak biasa membahas isu-isu agama. Namun seiring berjalannya waktu, ia mengubah diri lebih baik dan merasa perlu menggunakan burqa untuk merepresentasikan keimanannya. Bahkan Leyla mengaku merasa lebih bebas setelah bercadar.
"Aku percaya bahwa niqab membuatku bebas dari banyak hal seperti tekanan untuk tampil stylish, stres karena perawatan kecantikan kulit, hingga sering mempertontonkan tubuhku. Jujur cara berpakaianku sekarang benar-benar membuatku lebih bebas dari sebelumnya," papar Leyla seperti dilansir dari Suptik News.
Leyla juga menambahkan kalau menggunakan niqab sama sekali tidak mengganggu komunikasi dengan orang lain. Jadi salah persepsi bila cadar akan membuat sekolah atau perusahaan lain merasa tidak nyaman karena tak bisa mengindenfikasi mereka.
"Itu penting bahwa kita yang memakai niqab didengar suaranya juga oleh politisi. Aku merasa kini aku berbicara di depan banyak orang," tambahnya.
Pergolakan mengenai larangan bercadar di Norwegia masih terus belanjut. Seperti diketahui, Islam merupakan negara terbesar kedua setelah Kristen Protestan di Nrowegia. Jumlah masyarakat di Norwegia yang berlatar belakang Islam sampai 2016 lebih dari 160 ribu Maka dari itu, tak heran kalau penggunaan burqa atau niqab masih menjadi perdebatan karena pro dan kontra.
(ays/ays)
Kesehatan
Cara Praktis Rawat Luka Ringan dengan Betadine Ointment
Pakaian Pria
Jordan Rare Air WSH 84 SS Crew, Worth It Dibeli? Simak Panduannya
Pakaian Wanita
Rekomendasi Pakaian Muslim Wanita yang Cocok di Lebaran 2026
Pakaian Wanita
Lebih Mudah Ibadah Saat Bepergian atau Mudik! 3 Legging Wudhu Friendly Praktis untuk Muslimah
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Rekomendasi Hijab Pashmina Viscose untuk Lebaran 2026, Harga Mulai Rp 60 Ribu
Baju Lebaran 2026
7 Rekomendasi Setelan Lebaran 2026: Koleksi Baju One Set Ala Gen Z
40 Ucapan Selamat Idul Fitri 2026 untuk Kartu & Bingkisan Lebaran
Buttonscarves Rilis Koleksi Lebaran 2026, Eksplorasi Budaya Mesir dan Maroko
Baju Lebaran 2026
Rekomendasi Tunik Lebaran 2026: Pilihan Brand Lokal Terbaik Mulai Rp 100 Ribu
Most Popular
1
Kisah Sadis Model yang Jadi Kanibal Setelah Bunuh Suami
2
Foto Maia Estianty Bukber Bareng Anak-Calon Mantu, Ada Bumil & Calon Manten
3
Ratu Yordania Memohon Putranya Dibebaskan Setelah Batal Jadi Calon Raja
4
Ramalan Zodiak 19 Maret: Aries Bicara Seperlunya, Taurus Harus Hemat
5
Rekomendasi Hijab Pashmina Viscose untuk Lebaran 2026, Harga Mulai Rp 60 Ribu
MOST COMMENTED











































