Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Ajak Wanita Berjilbab di Inaugurasi Donald Trump, Aktris Ini Dikritik

Arina Yulistara - wolipop
Jumat, 20 Jan 2017 17:31 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Kathy Najimy
Jakarta - Aktris Amerika Kathy Najimy menyerukan aksi yang tidak biasa jelang inaugurasi Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat ke-45. Najimy mengajak para wanita untuk hadir di Washington DC. Tidak hanya ajakan semata tapi juga meminta mereka menggunakan jilbab sebagai wujud solidaritas.

Bintang film 'Sister Act' itu mengajak seluruh wanita Amerika berhijab selama pelantikan Trump. Najimy mengatakan kalau ia menyerukan hal ini bukan untuk mendukung agama tertentu tapi demi mendapatkan hak setiap warga negara terkait kebebasan dalam beragama.

"We wanted to create an action: visible and easy -- to proclaim our commitment to freedom of religion and to the constitution...religion or no religion," tulisnya di Facebook.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bicara kepada People, wanita 59 tahun itu juga menuturkan kalau ia berencana membawa komunitasnya 'Sisterhood of the Traveling Scarves' dengan memakai jilbab saat inaugurasi Trump. Najimy mengatakan kalau ia sangat membela orang-orang yang kehilangan haknya hanya karena setia dengan iman mereka.

"Semua masalah kebebasan dan hak asasi manusia itu penting bagi saya. Saya bukan orang yang religius atau mendukung agama tertentu tapi saya percaya pada hak-hak setiap warga negara Amerika. Dan saya percaya konstitusi mengatakan hak beribadah itu tergantung kepercayaan masing-masing," tambahnya.

Ajakan berhijab yang diserukan oleh Najimy menuai komentar di media sosial. Salah satu netizen dengan followers lebih dari 20 ribu itu mengatakan kalau Najimy tidak mengerti sebenarnya apa yang ia lakukan.

"Do you even understand what you're doing here? What is the point of the women's march if you want to set us back a few hundred centuries?"

Pengguna Twitter lainnya juga berkicau kalau Najimy sangat ofensif. Bahkan ia pun menuturkan bahwa Amerika itu berdiri di atas kebebasan masyarakatnya bukan penindasan (dengan memakai jilbab).

Ada pula yang mengkritik kalau Najimy menyerukan aksi ini tanpa mempertimbangkan perasaan masyarakat muslim lainnya.

"Great, but consider also lending your support to Muslim who do not wear the veil, or wish they didn't but fear reprisal," ujar pengguna internet yang diketahui bernama Mike itu.




(ays/ays)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads