Aktris AS Ini Ajak Wanita Berhijab Selama Inaugurasi Donald Trump
Arina Yulistara - wolipop
Jumat, 20 Jan 2017 15:13 WIB
Amerika Serikat
-
Inaugurasi Donald Trump, sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) ke-45 akan digelar pada Jumat (20/1/2017) waktu setempat. Sebelum inagurasi dimulai, aktris Amerika, Kathy Najimy, menggelar aksi dalam membela wanita berhijab.
Seperti diketahui, Trump pernah menyerukan kampanye anti-muslim yang membuat resah masyarakat muslim terutama wanita berhijab. Oleh karena itu, Kathy ingin menunjukkan kepada Trump kalau masyarakat Amerika juga mendukung kelompok muslim. Salah satu caranya dengan mengajak orang-orang mengenakan jibab selama Inauguration Day.
Pendiri komunitas The Sisterhood of the Traveling Scarves itu memiliki tujuan untuk mendukung saudara muslim yang kehilangan haknya sebagai warga Amerika. Bintang film 'Sister Act' itu mengajak seluruh warga Amerika berhijab selama hari peresmian Trump tersebut.
"Saya melihat seorang wanita berjilbab dan saya pikir bagaimana dia bisa tahu kalau saya mendukungnya tanpa berpenampilan seperti dia? Jadi saya pikir bagaimana kalau kita memakainya (jilbab) di Inauguration Day?" ujar Najimy kepada People.
Wanita 59 tahun itu memang aktif di bidang kemanusiaan. Maka dari itu, ia sangat membela orang-orang yang kehilangan haknya hanya karena setia dengan iman mereka. Tak heran bila Najimy juga kemudian membela wanita berhijab.
"Semua masalah kebebasan dan hak asasi manusia itu penting bagi saya. Saya bukan orang yang religius atau mendukung agama tertentu tapi saya percaya pada hak-hak setiap warga negara Amerika. Dan saya percaya konstitusi mengatakan hak beribadah itu tergantung kepercayaan masing-masing," jelas wanita asal Libanon tersebut.
Najimy pun memutuskan untuk mengajak masyarakat menggelar aksi terkait kebebasan beragama. Ia juga menekankan bahwa tujuan dari aksi ini bukan untuk mendukung agama tertentu tapi bagaimana semua orang bisa bebas beribadah sesuai agama masing-masing.
"Kami mendukung hak setiap wanita. Ini tidak berarti kami mendukung atau mendoktrin, tapi cukup berdiri di atas kebebasan. Ayo menciptakan solidaritas dan menempatkan beberapa harapan di hati warga Amerika Serikat yang merasa terancam," serunya lagi.
(ays/ays)
Seperti diketahui, Trump pernah menyerukan kampanye anti-muslim yang membuat resah masyarakat muslim terutama wanita berhijab. Oleh karena itu, Kathy ingin menunjukkan kepada Trump kalau masyarakat Amerika juga mendukung kelompok muslim. Salah satu caranya dengan mengajak orang-orang mengenakan jibab selama Inauguration Day.
Pendiri komunitas The Sisterhood of the Traveling Scarves itu memiliki tujuan untuk mendukung saudara muslim yang kehilangan haknya sebagai warga Amerika. Bintang film 'Sister Act' itu mengajak seluruh warga Amerika berhijab selama hari peresmian Trump tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Kathy Najimy |
Wanita 59 tahun itu memang aktif di bidang kemanusiaan. Maka dari itu, ia sangat membela orang-orang yang kehilangan haknya hanya karena setia dengan iman mereka. Tak heran bila Najimy juga kemudian membela wanita berhijab.
"Semua masalah kebebasan dan hak asasi manusia itu penting bagi saya. Saya bukan orang yang religius atau mendukung agama tertentu tapi saya percaya pada hak-hak setiap warga negara Amerika. Dan saya percaya konstitusi mengatakan hak beribadah itu tergantung kepercayaan masing-masing," jelas wanita asal Libanon tersebut.
Najimy pun memutuskan untuk mengajak masyarakat menggelar aksi terkait kebebasan beragama. Ia juga menekankan bahwa tujuan dari aksi ini bukan untuk mendukung agama tertentu tapi bagaimana semua orang bisa bebas beribadah sesuai agama masing-masing.
"Kami mendukung hak setiap wanita. Ini tidak berarti kami mendukung atau mendoktrin, tapi cukup berdiri di atas kebebasan. Ayo menciptakan solidaritas dan menempatkan beberapa harapan di hati warga Amerika Serikat yang merasa terancam," serunya lagi.
(ays/ays)












































Foto: Kathy Najimy