Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Curhat Ibtihaj, Atlet Berhijab AS Pertama yang Diremehkan Jelang Olimpiade

Arina Yulistara - wolipop
Senin, 01 Agu 2016 17:01 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Foto: Reuters
Jakarta - Banyak wanita berhijab yang mampu menginspirasi muslimah lainnya lewat karya hingga prestasi yang mereka miliki. Salah satunya adalah Ibtihaj Muhammad. Ibtihaj merupakan atlet berhijab pertama yang mewakili Amerika Serikat di ajang kejuaraan dunia Olimpiade 2016.

Ya, hijabers berusia 30 tahun itu mampu mencetak sejarah dengan menjadi wanita pertama yang berhijab untuk berkompetisi di Summer Olympic 2016. Tak heran bila ia menjadi sorotan di media massa sebagai salah satu wanita muda inspiratif, termasuk kisahnya yang beberapakali dianggap remeh karena mengenakan jilbab.

Atlet anggar itu pun pernah bercerita pengalaman tak terlupakan yang membuatnya sedih ketika ia bertemu dengan seorang gadis kecil yang bertanya apakah dia atlet Olimpiade. Belum sempat menjawab, wanita asal New Jersery ini sudah 'diwakilkan' oleh teman gadis kecil tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aku tidak akan pernah melupakan ketika seorang gadis kecil datang kepadaku dan bertanya 'Apa kamu seorang atlet Olimpiade?' Sebelum aku bisa menanggapi pertanyaannya, temannya langsung mengatakan 'Dia tentu bukan seorang atlet Olimpiade' sambil memperhatikan jilbabku. Meski sedih tapi itu memberikan semangat untukku bahwa aku harus bekerja keras di Olimpiade," cerita Ibtihaj kepada People.

Tidak hanya itu, Ibtihaj juga pernah ditolak masuk ke festival olahraga karena ia menggunakan jilbab. Padahal kala itu ia merupakan salah satu pembicara dalam talkshow yang digelar setelah Ibtihaj terpilih menjadi atlet perwakilan Amerika di Olimpiade.

Dengan ragam pengalaman yang pernah dilewatinya, Ibtihaj berharap bisa meredakan Islamophobia melalui aksinya di Olimpiade. Ia juga ingin mendorong wanita berhijab agar jangan takut mengejar impian mereka hanya karena Islamophobia.

"Bagiku ini siapa aku. Aku tumbuh sebagai gadis muslim dan harus mengubah pakaianku untuk olahraga. Orangtuaku awalnya mencari olahraga untukku di mana bajunya serba tertutup, itu lah awalnya aku menjadi atlet anggar. Aku suka olahraga, aku ingin melihat masyarakat muslim dalam pandangan yang positif. Aku ingin mengubah cara berpikir orang lain, minimal satu gadis kecil (seperti yang tadi diceritakan), aku sudah merasa senang. Apalagi kalau bisa 'mengubah' ke skala yang lebih besar, itu adalah sesuatu yang indah," papar Ibtihaj.

Wanita lulusan Duke University itu mengawali prestasinya dengan berkompetisi ketika masih duduk di bangku SMA. Kemudian ia pun mewakili universitas untuk bergabung ke dalam U.S. National Fencing Team pada 2010.

Sebelum menjadi perwakilan AS di Olimpiade 2016, Ibtihaj pernah mencoba untuk mengikuti Olimpiade 2012. Sayangnya ia gagal kala itu namun hal tersebut tak membuatnya menyerah. Wanita yang pernah meraih medali emas di World Fencing Championships, Kazan, Russia, pada 2014 itu kemudian mencoba kembali di 2016 dan berhasil terpilih untuk mewakili Amerika di cabang olahraga anggar.

Olimpiade 2016 akan berlangsung di Rio de Janeiro Brazil mulai minggu ini, 5 Agustus hingga 21 Agustus 2016. Sekitar12.500 atlet bertanding di ajang kejuaraan dunia tersebut. Para atlet berasal dari 206 negara. (ays/ays)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads