Foto: Mengintip Gaya Jilbab Wanita Timur Tengah dari Masa ke Masa
Arina Yulistara - wolipop
Jumat, 17 Jun 2016 09:35 WIB
Jakarta
-
Gaya jilbab wanita muslim di dunia sangat bervariasi. Bahkan beberapa negara memiliki gaya jilbab yang khas seperti wanita Turki misalnya yang lebih senang menerapkan kreasi hijab simpel, dililitkan ke leher sehingga tidak menutupi dada. Berbeda dengan gaya jilbab tradisional wanita Afganistan yang masih mengenakan burqa. Kawasan negara Timur Tengah, wanita berhijabnya juga mempunyai gaya yang berbeda-beda dari tahun ke tahun. Seperti apa penampilan hijab mereka mulai dari era 1910-an hingga 2010? Berikut foto-fotonya:
Mesir 1910
Dalam video yang diunggah di situs resmi Muslimgirl itu, seorang wanita muslim berganti-ganti gaya jilbab sesuai dengan zamannya. Dimulai dari Mesir era 1910-an, ketika penduduk di negara tersebut melakukan perlawanan terhadap Inggris. Gaya jilbabnya masih konservatif warna hitam dan memakai cadar.
Pakistan 1940
Dalam video tersebut juga memperlihatkan gaya jilbab wanita Pakistan di tahun 1940-an yang lebih simpel menggunakan warna-warna cerah. Tanpa jarum, jilbab hanya digunakan sebagai selendang penutup kepala.
Algeria 1940
Bagaimana dengan gaya jilbab wanita Algeria di era '40-an? Penampilannya lebih ke penerapan turban tanpa ciput ninja. Bagian telinga pun masih terlihat dengan menggunakan anting panjang.
Yaman 1960
Berbeda dengan hijabers Yaman yang hidup di masa 1960-an. Klasik dan memakai cadar menjadi ciri khas gaya jilbabnya kala itu. Warna hitam menjadi pilihan mereka namun terdapat corak khas Yaman pada kerudungnya.
Iran 1970
Wanita Iran identik dengan gaya jilbabnya yang selalu berwarna hitam. Hal tersebut juga sudah direfleksikan sejak era 1970-an. Penerapan yang simpel menggunakan kerudung langsung menjadi ciri khas gaya wanita di Iran.
Lebanon 1980
Berbanding kontras dengan wanita Iran yang serba hitam pekat, hijabers di Lebanon pada tahun 1980-an menggunakan jilbab off white. Gaya jilbabnya hanya diikat simpul di bawah dagu tanpa jarum atau peniti.
Afganistan 1990
Di era 1990-an, wanita tradisional di Afganistan menggunakan burqa yang menutup seluruh wajah hingga bagian mata. Bagian mata ditutup kawat kasa agar tetap bisa melihat ketika beraktivitas. Burqa memiliki potongan terusan dari kepala hingga kaki. Masih jarang muslimah di dunia yang mengenakan burqa kecuali di beberapa negara tertentu seperti Afganistan. Wanita yang tinggal di Kabul, Afganistan, lebih sering mengenakan burqa warna biru sementara kota lainnya dari Afganistan serta Pakistan lebih memilih warna cokelat, hijau, serta putih. Sampai sekarang, penggunaan burqa masih berlaku di Afganistan.
Irak 2000
Di tahun 2000, wanita Irak menggunakan jilbab panjang warna hitam. Gaya jilbab tersebut masih terus diterapkan hingga sekarang.
Suriah 2010
Sementara untuk gaya jilbab wanita Suriah di 2010 lebih modern. Menggunakan kerudung putih, penerapan jilbabnya dililitkan ke leher. Kreasi jilbabnya memang simpel menggunakan pashmina polos. (aln/ami)
Mesir 1910
![]() |
Pakistan 1940
![]() |
Dalam video tersebut juga memperlihatkan gaya jilbab wanita Pakistan di tahun 1940-an yang lebih simpel menggunakan warna-warna cerah. Tanpa jarum, jilbab hanya digunakan sebagai selendang penutup kepala.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Bagaimana dengan gaya jilbab wanita Algeria di era '40-an? Penampilannya lebih ke penerapan turban tanpa ciput ninja. Bagian telinga pun masih terlihat dengan menggunakan anting panjang.
Yaman 1960
![]() |
Berbeda dengan hijabers Yaman yang hidup di masa 1960-an. Klasik dan memakai cadar menjadi ciri khas gaya jilbabnya kala itu. Warna hitam menjadi pilihan mereka namun terdapat corak khas Yaman pada kerudungnya.
Iran 1970
![]() |
Wanita Iran identik dengan gaya jilbabnya yang selalu berwarna hitam. Hal tersebut juga sudah direfleksikan sejak era 1970-an. Penerapan yang simpel menggunakan kerudung langsung menjadi ciri khas gaya wanita di Iran.
Lebanon 1980
![]() |
Berbanding kontras dengan wanita Iran yang serba hitam pekat, hijabers di Lebanon pada tahun 1980-an menggunakan jilbab off white. Gaya jilbabnya hanya diikat simpul di bawah dagu tanpa jarum atau peniti.
Afganistan 1990
![]() |
Di era 1990-an, wanita tradisional di Afganistan menggunakan burqa yang menutup seluruh wajah hingga bagian mata. Bagian mata ditutup kawat kasa agar tetap bisa melihat ketika beraktivitas. Burqa memiliki potongan terusan dari kepala hingga kaki. Masih jarang muslimah di dunia yang mengenakan burqa kecuali di beberapa negara tertentu seperti Afganistan. Wanita yang tinggal di Kabul, Afganistan, lebih sering mengenakan burqa warna biru sementara kota lainnya dari Afganistan serta Pakistan lebih memilih warna cokelat, hijau, serta putih. Sampai sekarang, penggunaan burqa masih berlaku di Afganistan.
Irak 2000
![]() |
Di tahun 2000, wanita Irak menggunakan jilbab panjang warna hitam. Gaya jilbab tersebut masih terus diterapkan hingga sekarang.
Suriah 2010
![]() |
Sementara untuk gaya jilbab wanita Suriah di 2010 lebih modern. Menggunakan kerudung putih, penerapan jilbabnya dililitkan ke leher. Kreasi jilbabnya memang simpel menggunakan pashmina polos. (aln/ami)




















































