Ria Miranda, Etu, dan Norma Hauri Pamer Koleksi di MUFFEST 2016
Daniel Ngantung - wolipop
Minggu, 29 Mei 2016 11:49 WIB
Jakarta
-
Peragaan busana 'Heart of Beauty' menjadi penutup manis Muslim Fashion Festival Indonesia (MUFFEST) 2016 hari keempat, Sabtu (28/5/2016) malam. Dipersembahkan oleh Wardah Cosmetics, gelaran ini menampilkan karya tiga desainer muda busana muslim yang tengah naik daun. Mereka adalah Restu Anggraini atau akrab disapa Etu, Ria Miranda, dan Norma Hauri.
Ria membawa koleksi Fall-Winter 2016 yang bertajuk 'Aadyasaka' dari label Ria Miranda Signature. Bagi desainer kelahiran Padang, 30 tahun lalu, ini koleksi 'Aadyasaka' terasa spesial. Dibilang demikian lantaran baru kali ini ia mengeksplor warna di luar palet pastel yang selama ini menjadi ciri khasnya.
Koleksi ini hadir dalam pilihan warna yang lebih berani, seperti hijau lumut, biru navy, dan coklat, sesuai dengan inspirasi Ria, yakni pesona bunga-bunga yang tumbuh di daerah ekstrem, seperti snowdrop dan linchen. "Aku ingin keluar dari zona nyamanku dan mencoba sesuatu yang baru tapi tidak keluar dari karakater desainku yang feminin," terang Ria kepada Wolipop usai peragaan.
Di sisi lain, koleksi yang terdiri 12 set busana ini juga cukup menantang bagi Ria dibanding koleksi dari label lainnya mengingat usia label Ria Miranda Signature masih terbilang baru. "Jadi aku masih agak meraba-raba dalam menonjolkan ciri khas dari label ini," kata Ria yang sebelumnya telah memiliki dua label, Ria Miranda Daily dan Ria Miranda.
Adapun Ria Miranda Signature yang baru berusia setahun mengusung busana casual luxury dengan permainan detail yang lebih rumit sehingga kisaran harganya lebih mahal, yakni Rp 1,5 juta sampai Rp 15 juta.
Koleksi 'Aadyasaka' sendiri merupakan yang kedua sejak label ini diluncurkan. Terbuat dari pilihan bahan yang lebih premium seperti velvet, silk crepe, tweed, suede, dan silk organdy, koleksi ini didominasi oleh pilihan dress dan outerwear yang dipercantik dengan detail bordiran Swarovski dalam bentuk lukisan bernuansa alam. "Ini adalah koleksi modest wear, jadi orang yang tidak berhijab pun masih bisa memakainya," ungkap Ria.
Sementara itu, 'La Voyageuse', yang berarti sebuah perjalanan dalam bahasa Prancis, menjadi tema koleksi Etu kali ini. Ia memaknai 'La Voyageuse' sebagai sebuah perjalanan Etu, sebuah brand yang ingin mensyiarkan Islam adalah damai ke seluruh dunia melalui koleksi modest wear yang tidak hanya terbatas untuk wanita berhijab.
"Aku ingin menyampaikan bahwa busana sebetulnya tidak punya agama. Busana muslim hanyalah sebutan untuk modest wear yang bisa dipakai wanita mana pun. Dari situ bisa dipahami bahwa Islam itu universal," jelas Etu.
Koleksi ini, lanjut Etu, merepresentasikan karakter wanita Muslim modern yang terdidik dan bangga terhadap hijabnya. Ia juga tidak takut untuk mengekspresikan dirinya. Karakter tersebut tergambar pada garis desain yang minimalis, clean cut, dan edgy dalam potongan busana pria dalam sapuan warna basic seperti hitam dan putih.
Kenyamanan tetap mendapat perhatian penuh Etu yang dihadirkannya melalui penggunanan material berkualitas. Salah satunya ultra sweat yang diproduski oleh Toray, sebuah perusahaan tekstil asal Jepang.
"Bahannya sangat ramah lingkungan dan dapat menyesuaikan suhu di luar. Jika udara dingin, bahannya akan menghangatkan tubuh. Begitu pula sebaliknya," ujar desainer asal Bandung ini. Begitu berkualitasnya, bahan ini diandalkan oleh sejumlah brand besar, mulai dari Hugo Boss hingga Louis Vuitton.
Adapun Norma Hauri mengangkat tema 'La Muralla Roja' yang inspirasinya bersumber dari sebuah karya seorang arsitek terkenal asal Spanyol bernama Ricardo Bofill. La Muralla Roja sebenarnya adalah sebuah gedung yang didesain Ricardo pada 1973 silam.
(dng/ami)
Ria membawa koleksi Fall-Winter 2016 yang bertajuk 'Aadyasaka' dari label Ria Miranda Signature. Bagi desainer kelahiran Padang, 30 tahun lalu, ini koleksi 'Aadyasaka' terasa spesial. Dibilang demikian lantaran baru kali ini ia mengeksplor warna di luar palet pastel yang selama ini menjadi ciri khasnya.
![]() |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, koleksi yang terdiri 12 set busana ini juga cukup menantang bagi Ria dibanding koleksi dari label lainnya mengingat usia label Ria Miranda Signature masih terbilang baru. "Jadi aku masih agak meraba-raba dalam menonjolkan ciri khas dari label ini," kata Ria yang sebelumnya telah memiliki dua label, Ria Miranda Daily dan Ria Miranda.
Adapun Ria Miranda Signature yang baru berusia setahun mengusung busana casual luxury dengan permainan detail yang lebih rumit sehingga kisaran harganya lebih mahal, yakni Rp 1,5 juta sampai Rp 15 juta.
Koleksi 'Aadyasaka' sendiri merupakan yang kedua sejak label ini diluncurkan. Terbuat dari pilihan bahan yang lebih premium seperti velvet, silk crepe, tweed, suede, dan silk organdy, koleksi ini didominasi oleh pilihan dress dan outerwear yang dipercantik dengan detail bordiran Swarovski dalam bentuk lukisan bernuansa alam. "Ini adalah koleksi modest wear, jadi orang yang tidak berhijab pun masih bisa memakainya," ungkap Ria.
Sementara itu, 'La Voyageuse', yang berarti sebuah perjalanan dalam bahasa Prancis, menjadi tema koleksi Etu kali ini. Ia memaknai 'La Voyageuse' sebagai sebuah perjalanan Etu, sebuah brand yang ingin mensyiarkan Islam adalah damai ke seluruh dunia melalui koleksi modest wear yang tidak hanya terbatas untuk wanita berhijab.
![]() |
"Aku ingin menyampaikan bahwa busana sebetulnya tidak punya agama. Busana muslim hanyalah sebutan untuk modest wear yang bisa dipakai wanita mana pun. Dari situ bisa dipahami bahwa Islam itu universal," jelas Etu.
Koleksi ini, lanjut Etu, merepresentasikan karakter wanita Muslim modern yang terdidik dan bangga terhadap hijabnya. Ia juga tidak takut untuk mengekspresikan dirinya. Karakter tersebut tergambar pada garis desain yang minimalis, clean cut, dan edgy dalam potongan busana pria dalam sapuan warna basic seperti hitam dan putih.
Kenyamanan tetap mendapat perhatian penuh Etu yang dihadirkannya melalui penggunanan material berkualitas. Salah satunya ultra sweat yang diproduski oleh Toray, sebuah perusahaan tekstil asal Jepang.
"Bahannya sangat ramah lingkungan dan dapat menyesuaikan suhu di luar. Jika udara dingin, bahannya akan menghangatkan tubuh. Begitu pula sebaliknya," ujar desainer asal Bandung ini. Begitu berkualitasnya, bahan ini diandalkan oleh sejumlah brand besar, mulai dari Hugo Boss hingga Louis Vuitton.
Adapun Norma Hauri mengangkat tema 'La Muralla Roja' yang inspirasinya bersumber dari sebuah karya seorang arsitek terkenal asal Spanyol bernama Ricardo Bofill. La Muralla Roja sebenarnya adalah sebuah gedung yang didesain Ricardo pada 1973 silam.
![]() |
Elektronik & Gadget
Foto & Video Semakin On Point dengan TNW D25 dan D30 Selfie Light Portable Mini LED!
Pakaian Wanita
Nggak Perlu Ribet Styling! Jaket dan Blazer Bisa Jadi Outer yang Bikin Tampilan Langsung Rapi
Perawatan dan Kecantikan
Kulit Auto Happy! Ini 3 Sheet Mask Mediheal Favorit yang Wajib Kamu Coba!
Perawatan dan Kecantikan
Rahasia Kulit Glowing & Kenyal dengan d'Alba White Truffle Double Layer Revitalizing Serum!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Ivan Gunawan Bawa Akulturasi India untuk Koleksi Baju Lebaran Mewah 2026
LocalLove Market di Summarecon Mall Bandung, Baju Lebaran Mulai Rp 100 Ribu
Si.Se.Sa Hadirkan Denim Hingga Abaya Terinspirasi Keffiyeh untuk Ramadan 2026
Lebaran Anti Gerah! Kami. Luncurkan Koleksi Raya 2026 Bahan Katun & Tencel
Bazar GlamLocal di Kota Kasablanka, Berburu Koleksi Lebaran Diskon Hingga 50%
Most Popular
1
Potret 'Glow Up' Zhang Rounan di Fashion Show Givenchy, Jadi Trending Topic
2
Pulang Bulan Madu, Kim Woo Bin Siap Syuting Drakor Bareng Shin Eun Soo
3
TikTok Viral Verificator
Viral Pasangan Gen Z Nikah Sederhana di KUA Tanpa Resepsi, Fokus Masa Depan
4
Viral Tangis Kencang Bayi di Australian Open, Ekspresi Atlet Jadi Sorotan
5
Ramalan Zodiak 31 Januari: Libra Percaya Diri, Scorpio Lakukan Evaluasi
MOST COMMENTED














































