Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Cerita Mahasiswi AS Saat Coba Berhijab Selama 1 Hari

Arina Yulistara - wolipop
Selasa, 19 Apr 2016 13:35 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Thinkstock
Jakarta - Banyak cara dilakukan muslimah di beberapa negara untuk meredakan Islamophobia. Tak sedikit muslimah yang menggelar acara coba pakai hijab untuk masyarakat luas. Banyak pula mahasiswi yang juga menggelar acara hijab serupa. Seperti yang dilakukan oleh para mahasiswi muslim di Montclair State University, New Jersey, Amerika.

Dilansir dari Fox News, para mahasiswi muslim di universitas tersebut menggelar acara budaya. Salah satu acaranya terkait dengan hijab yang diberinama 'The Hijab Experiment'. Amber Lowry merupakan salah satu mahasiswi yang berpartisipasi dalam acara hijab tersebut.

Acara hijab itu bertujuan untuk melihat pandangan masyarakat Amerika terhadap wanita muslim. Amber tak hanya mengenakan jilbab di dalam acara tapi berjalan keliling selama satu hari. Amber pun menceritakan pengalamannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amber awalnya merasa tidak nyaman ketika rambutnya ditutup jilbab. Belum lagi bagian leher juga harus tertutup. Sementara cuaca tampak bagus dan cerah, ia pun takut merasa gerah. Namun setelah jilbab disematkan peniti, Amber mencoba memotret dirinya dengan ponsel pribadi dan ia merasa senang.

Amber kemudian bergabung dengan mahasiswi lain yang juga berpartisipasi untuk mengenakan jilbab selama satu hari. Mereka saling menatap dan tersenyum. Menurutnya, ini menjadi pengalaman yang bisa menyatukan tali persaudaraan antar sesama wanita.

"Ini seperti ekspresi untuk persatuan dan persaudaraan yang baru bagiku. Aku menikmati tertawa bersama mereka dan saling memuji satu sama lain," ceritanya.

Setelah meninggalkan lokasi acara dan masih menggunakan jilbab, Amber merasa dirinya lebih cantik. Namun ketika melalui stasiun kereta muncul rasa khawatir dalam dirinya takut diserang oleh orang lain.

Rasa khawatir itu menghantui Amber sampai di tempat tujuan. Ia sampai panik karena beberapa orang melihatnya dengan tatapan tidak biasa. Meski demikian, ia tidak melepas jilbabnya dan berjalan hingga sampai di rumah.

"Aku terkejut betapa aku peduli dengan ini (hijab) mengingat aku bukan seorang muslim, tapi aku merasa ada tanggung jawab yang asing bagiku ketika memakainya," katanya.

Amber masih menggunakan jilbab hingga malam hari bahkan ketika kencan dengan sang kekasih. Pengalaman berbeda dialaminya saat ia masuk ke sebuah restoran. Banyak orang menatapnya dengan pandangan menyelidik dan sejumlah pelayan juga berbisik di sampingnya.

Amber tidak menggubris mereka, memilih mengabaikannya, dan tetap duduk di dalam restoran. Namun saat menu makanan datang, ia terkejut karena disajikan keju panggang dengan irisan daging babi serta alkohol. Perasaan tidak enak menghantuianya tapi ia berusaha tetap tenang lalu memilih tak menyantap makanan tersebut karena ia menggunakan jilbab.

Setelah itu baru ia kembali ke rumah dan melepas jilbabnya. Amber mengatakan memiliki pengalaman yang menakjubkan. "Aku menaruh rasa hormat yang begitu besar terhadap wanita muslim yang selalu memakai jilbab, bagaimana cinta mereka terhadap Allah, dan harus menghadapi dunia, mereka luar biasa," tambah wanita 20 tahun itu.

Di akhir kata, Amber menyimpulkan bahwa dengan memakai jilbab ia belajar bertanggung jawab dengan dirinya sendiri. "Mengenakan jilbab, aku tiba-tiba merasa memiliki tanggung jawab besar terhadap diriku sendiri. Mereka semua begitu berani untuk tetap setia pada iman mereka," ujar Amber.





(ays/ays)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads