Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Hijabers Kanada Belajar Bela Diri untuk Hadapi Serangan Haters

Arina Yulistara - wolipop
Selasa, 01 Des 2015 11:37 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ist.
Jakarta - Para muslimah di Kanada tampaknya sedang merasa gusar karena belakangan ini kasus penyerangan terhadap wanita berhijab semakin meningkat. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh insiden yang terjadi di Paris, Prancis. Beberapa masyarakat merasakan kebencian terhadap Islam dan wanita berhijab menjadi sasaran empuk untuk melampiaskan amarah mereka.

Seperti kasus salah seorang hijabers yang diserang oleh sejumlah orang tak dikenal ketika menjemput anaknya di sekolah. Tidak hanya itu, ada pula wanita yang di-bully ketika naik kereta api dan bus hanya karena mengenakan jilbab. Laporan lainnya mengatakan bahwa wanita berhijab juga mendapatkan penghinaan hingga kekerasan ketika pulang kuliah.

Merasa khawatir dengan serangan haters yang bisa terjadi di mana saja, para hijabers muda di Toronto, Kanada, memilih untuk mengikuti kelas bela diri. Mereka mengikuti seminar untuk bisa melakukan perlindungan diri. Seminar tersebut digelar di Islamic Center Al-Huda pada akhir pekan lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelatih bela diri John Kolakovic memberikan sedikit gambaran pelatihan yang harus dilakukan hijabers bila mendapat serangan mendadak. Ia pun memberikan contoh gerakan-gerakan yang perlu dilakukan saat tiba-tiba diserang orang tak dikenal.

Penyelenggara seminar tersebut yang juga merupakan seorang hijabers muda, Sarah SABB, mengatakan bahwa sebagai gadis muslim, ia tidak ingin dirinya dan teman-temannya hidup dalam ketakutan. Setidaknya para hijabers memiliki ilmu mempertahankan diri dari serangan haters.

"Jika ada orang yang menarik syal saya setidaknya saya bisa memberitahu dia 'Anda tidak akan bisa menyentuh saya'. Jadi tidak ada alasan apa pun orang menyerang saya. Jika ada orang yang datang dan mencoba merobek syal saya, lalu menghina secara rasis, saya bisa mencoba membela diri tanpa rasa takut," jelas Sarah seperti dilansir dari The Star.

Baca juga: 50 Foto Before-After Selebriti yang Operasi Plastik

Sarah menambahkan, ia mengajak para hijabers belajar bela diri bukan untuk membalas menyerang haters tapi demi melindungi diri sendiri. Bela diri juga akan meningkatkan kepercayaan diri wanita berhijab saat beraktivitas di tempat umum.

Sarah juga menuturkan bahwa masyarkat muslim itu cinta damai bukan teroris. Justru menurutnya orang-orang penyerang masyarakat muslim lah yang patut dibilang sebagai teroris.

"Seorang teroris adalah yang menyerang perdamaian manusia. Jadi jika saya damai dan Anda datang menyerang saya maka Anda adalah teroris. Anda tidak berbeda dengan para pelaku bom di Paris, Beirut, Iraq, dan negara lain," tandas Sarah.

Di tempat lain masih di kawasan Toronto, seorang hijabers bernama Ola Mobarak juga belajar bela diri untuk menghadapi haters. Ia tidak ingin dirinya menjadi korban bullying hanya karena menggunakan hijab.

Wanita 17 tahun itu belajar bela diri di organisasi pertahanan diri perempuan tertua Kanada bernama 'Wen-Do Women's Self-Defence'. "Daripada membiarkan tindakan para fanatik kebencian terus terjadi dan membiarkan mereka menghancurkan hidup saya, saya akan berusaha menangani mereka dengan tangan saya sendiri," paparnya dilansir dari CBC.





(aln/aln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads