Larangan Melukis Wanita Berhijab di Mal Swedia Jadi Kontroversi
Arina Yulistara - wolipop
Senin, 30 Nov 2015 11:51 WIB
Jakarta
-
Hijab masih sering menjadi kontroversi di beberapa negara, salah satunya Swedia. Ketika brand high-street ternama H&M menggunakan model berhijab di kampanye terbarunya beberapa waktu lalu, tak sedikit warga Swedia yang komplain. Pemilihan model berhijab tersebut akhirnya menjadi kontroversi.
Kini pro dan kontra mengenai wanita berhijab terjadi lagi di Swedia. Bukan mengenai penyerangan terhadap wanita berhijab namun soal lukisan. Dilansir dari The Local, salah satu pusat perbelanjaan Swedia, Burlovs Center, melarang adanya lukisan wanita berhijab di dinding mal.
Sebelumnya pihak menejemen mal meminta dua kelompok pemuda setempat --UNITY Burlov dan Ungdomsgruppen Burlov-- untuk menggambar mural di dinding mal dengan tema keragaman budaya di Swedia. Para pemuda berusaha mengekspresikan keragaman dengan gambar orang-orang yang berbeda profesi serta usia.
Tidak hanya itu, para pemuda juga menggambar seorang wanita berhijab di antara masyarakat lainnya sebagai simbol perbedaan agama dalam lingkungan yang damai. Namun saat mural wanita berhijab muncul, pihak menejemen mal tidak suka dan kemudian memaksa para pemuda tersebut mengganti gambar jilbab dengan rambut.
Kelompok pemuda pembuat mural diberitahukan bahwa jilbab tidak bisa diterima di pusat perbelanjaan dengan alasan tak ingin menampilkan simbol-simbol agama. Dengan terpaksa, mereka mengganti gambar seorang wanita yang tadinya berjilbab menjadi wanita berambut pendek.
"Para anak muda dipaksa untuk menggantinya, mereka merasa sedih dan marah. Mereka telah tumbuh di kota ini dan bangga dengan keanekaragaman yang ada, dan mereka ingin memamerkannya sebagai sesuatu yang indah, tapi kini hasil karya mereka seperti tak dihargai," tutur salah seorang sumber yang dekat dengan kelompok pemuda pembuat mural tersebut.
Larangan adanya gambar wanita berhijab di dinding mal kemudian menuai kontroversi. Beberapa masyarakat setuju dengan kebijakan menejemen mal yang tidak ingin menampilkan simbol agama apa pun. Di sisi lain, sekelompok masyarakat menyayangkan kejadian tersebut karena memaksa para pemuda mengganti hasil karyanya hanya karena mereka menggambar wanita berhijab.
"Ini sangat mengerikan, aku hampir tidak percaya kejadian itu bisa terjadi. Apa pesan yang sebenarnya ingin dikirim ke pelanggan? Bagaimana Anda bisa rasis seperti itu? keluh Pia Jonsson di Facebook, istri dari Magnus Heberlein yang bekerja untuk kelompok anti-rasisme lokal.
Tidak ingin masalah menjadi besar, pemilik pusat perbelanjaan itu, Grosvenor Fund Management yang berbasis di London, Inggris, mengeluarkan surat pernyataan maaf. Mereka mengatakan tidak memiliki niat untuk rasis atau mendiskriminasikan wanita berhijab. Hanya saja tidak ingin adanya simbol agama khusus yang ditunjukkan ke publik.
"Kami mohon maaf mengenai mural wanita berjilbab dianggap sebagai simbol agama lalu diubah. Kami juga menyayangkan akan foto itu. Kami terbuka untuk semua pelanggan tanpa memandang agama mereka, etnis, atau jenis kelaminnya," tulis pihak menejemen pusat meminta maaf ke masyarakat.
(aln/aln)
Kini pro dan kontra mengenai wanita berhijab terjadi lagi di Swedia. Bukan mengenai penyerangan terhadap wanita berhijab namun soal lukisan. Dilansir dari The Local, salah satu pusat perbelanjaan Swedia, Burlovs Center, melarang adanya lukisan wanita berhijab di dinding mal.
Sebelumnya pihak menejemen mal meminta dua kelompok pemuda setempat --UNITY Burlov dan Ungdomsgruppen Burlov-- untuk menggambar mural di dinding mal dengan tema keragaman budaya di Swedia. Para pemuda berusaha mengekspresikan keragaman dengan gambar orang-orang yang berbeda profesi serta usia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelompok pemuda pembuat mural diberitahukan bahwa jilbab tidak bisa diterima di pusat perbelanjaan dengan alasan tak ingin menampilkan simbol-simbol agama. Dengan terpaksa, mereka mengganti gambar seorang wanita yang tadinya berjilbab menjadi wanita berambut pendek.
"Para anak muda dipaksa untuk menggantinya, mereka merasa sedih dan marah. Mereka telah tumbuh di kota ini dan bangga dengan keanekaragaman yang ada, dan mereka ingin memamerkannya sebagai sesuatu yang indah, tapi kini hasil karya mereka seperti tak dihargai," tutur salah seorang sumber yang dekat dengan kelompok pemuda pembuat mural tersebut.
Larangan adanya gambar wanita berhijab di dinding mal kemudian menuai kontroversi. Beberapa masyarakat setuju dengan kebijakan menejemen mal yang tidak ingin menampilkan simbol agama apa pun. Di sisi lain, sekelompok masyarakat menyayangkan kejadian tersebut karena memaksa para pemuda mengganti hasil karyanya hanya karena mereka menggambar wanita berhijab.
"Ini sangat mengerikan, aku hampir tidak percaya kejadian itu bisa terjadi. Apa pesan yang sebenarnya ingin dikirim ke pelanggan? Bagaimana Anda bisa rasis seperti itu? keluh Pia Jonsson di Facebook, istri dari Magnus Heberlein yang bekerja untuk kelompok anti-rasisme lokal.
Tidak ingin masalah menjadi besar, pemilik pusat perbelanjaan itu, Grosvenor Fund Management yang berbasis di London, Inggris, mengeluarkan surat pernyataan maaf. Mereka mengatakan tidak memiliki niat untuk rasis atau mendiskriminasikan wanita berhijab. Hanya saja tidak ingin adanya simbol agama khusus yang ditunjukkan ke publik.
"Kami mohon maaf mengenai mural wanita berjilbab dianggap sebagai simbol agama lalu diubah. Kami juga menyayangkan akan foto itu. Kami terbuka untuk semua pelanggan tanpa memandang agama mereka, etnis, atau jenis kelaminnya," tulis pihak menejemen pusat meminta maaf ke masyarakat.
(aln/aln)
Home & Living
Sekali Coba Susah Balik! Handuk Premium Ini Harus Kamu Punya, Cek Alasannya
Home & Living
Satu Set Alat Ini Memudahkan Pekerjaan Kamu! TEKIRO Socket Set Harus Kamu Miliki di Rumah
Home & Living
Nggak Perlu Capek Bersihin WC! Notale Spin Scrubber Ini Memudahkan Pekerjaan, Harus Ada di Rumah
Home & Living
Cari Dudukan Santai yang Empuk dan Estetik? Pilihan Bean Bag Ini Layak Jadi Andalan
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Eksplorasi Bordir dan Motif Floral untuk Baju Lebaran 2026 dari Bwbyaz
Kaleidoskop 2025
Ini 7 Tren Hijab 2025: Pashmina Meleyot, Motif hingga Menjuntai
Kaleidoskop 2025
Ini Brand Hijab yang Menguasai Tren 2025, dari Lafiye hingga Na The Label
Bank Mega Syariah Resmi Luncurkan Program Loyalitas MPC Points
Juara Emeron Hijab Hunt Nakeisha Rilis Single Nanti, Ini Kisah di Baliknya
Most Popular
1
Desta Remake Foto Keluarga di Korea, Kompak Bareng Natasha Rizki & 3 Anak
2
Viral Verificator
Viral Pengantin Curhat Pakai Makeup Artist Pilihan Keluarga Mertua, Bikin Nangis
3
Potret Jisoo BLACKPINK Ultah, Traktir 103 Fans Makan Hingga Bagi-bagi iPhone
4
8 Foto Pernikahan Putri Gordon Ramsay, Terungkap Pakai Gaun Pengantin Elie Saab
5
Sosok Alix Earle, Influencer Viral yang Disebut Pacar Baru Tom Brady
MOST COMMENTED











































