Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Mengubah Diri Menjadi Orang yang Lebih Baik dengan Umrah

Intan Kemala Sari - wolipop
Rabu, 25 Nov 2015 17:02 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto : M. Abduh/Wolipop
Jakarta - Perjalanan spiritual yang dilakukan berdasarkan keyakinan yang dianut seseorang memiliki beberapa manfaat tersendiri. Dalam agama Islam, perjalanan spritual yang sering dilakukan adalah menjalani haji dan umrah. Menurut pakar sosiolog Imam Prasodjo, apabila dilakukan dengan tepat, kedua ibadah tersebut bisa membuat Anda menjadi orang yang lebih baik.

Pria mendapat gelar Ph.D dari Brown University, Rhode Island, Amerika Serikat dengan jurusan social demography itu memaparkan, perjalanan spiritual umumnya dilakukan bersama keluarga. Dari perjalanan itu terbuka kesempatan baru untuk berinteraksi dengan orang lain dari berbagai bangsa yang memiliki beragam budaya berbeda-beda sehingga ada rasa saling menghargai.

Dalam perjalanan spiritual, Imam juga menilai nantinya akan terjalin social networking dengan orang baru yang belum pernah ditemui sebelumnya. Hal ini bermanfaat untuk diri sendiri, karena dari sanalah bisa saja terjalin keakraban dalam berbagai aspek, mulai dari kekeluargaan hingga membangun bisnis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menjalani umrah dan haji akan membuat kita membangun koneksi baru. Selama perjalanan ke mana-mana selalu bareng-bareng, mulai dari bangun pagi sampai salat malam selalu bersama. Perjalanan yang singkat itu akan begitu berkesan karena rasa kebersamaan yang dijalin sangat membekas," tutur Imam saat berbicara di Kajian Hasanah BNI di Tempo Pavilion 1, Jakarta Selatan, Rabu, (25/11/2015).

Ia melanjutkan, manfaat-manfaat ini bisa didapat jika perjalanan spiritual dilakukan dengan tepat. Menurutnya, saat ini banyak sekali kritik yang mengatakan bahwa perjalan spiritual seperti haji dan umrah adalah bagian dari self enjoyment atau kesenangan untuk sendiri.

"Dan itu bukan pahala yang didapat, tapi hanya wisata keagamaan yang saya khawatirkan jauh dari pahala. Itu kurang baik," lanjutnya.

Direktur utama BNI Syariah Dinno Indiano menambahkan, melihat tren yang berkembang sekarang ini, perjalanan spiritual kebanyakan hanya sampai sekadar pelengkap dari gaya hidup. Padahal, seharunya bisa jauh dari itu dan lebih bermanfaat untuk diri sendiri.

"Umrah itu bukan seperti haji, sayang kalau berangkat ke Tanah Suci tapi tidak ada hasilnya. Umrah itu bisa menjadi suatu yang 'berbuah' asalkan benar 'memupuknya'," tutur Dinno saat ditemui Wolipop pada acara yang sama.

Maka dari itu, ia kini tengah berusaha untuk membuat program yang akan mengedukasi para calon peserta umrah dan haji agar menghasilkan manfaat kebajikan bagi diri sendiri dan orang lain. "Mudah-mudahan kita bisa membuat bekal lebih baik, terencana, dan terfasilitasi," tutupnya.

(int/int)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads