Hijabers Ini Donasikan Rp 9 Ribu untuk Setiap Serangan Haters Pada Dirinya
Beruntunglah Anda sebagai wanita Indonesia yang bisa bebas mengenakan hijab di mana saja. Jilbab juga tidak menjadi penghalang wanita Indonesia dalam berkarier serta menggapai mimpi. Berbeda dengan wanita di luar sana yang masih mengalami tindakan diskriminatif karena berhijab.
Tak sedikit berita yang menceritakan sikap buruk orang lain terhadap hijabers hanya karena penampilannya. Bahkan sebagian hijabers mendapatkan penyerangan dari masyarakat yang menganut Islamophobia ketika sedang berada di tempat umum.
Hijabers asal Australia, Susan Carland, juga memiliki pengalaman serupa seperti wanita lain yang pernah diejek hanya karena penggunaan jilbabnya. Wanita yang bekerja sebagai dosen itu mengaku sering mendapat cacian di media sosial terutama Twitter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai seorang wanita muslim, banyak orang dari berbagai kalangan berbeda sering memberitahu saya bagaimana cara berpakaian dan bersikap. Saya sering mendapatkan tweet dan pesan Facebook yang mengatakan bahwa sebagai seorang wanita muslim yang suka melakukan penindasan, pembunuhan, perang, hingga diskriminasi," tulisnya dalam Sydney Morning Herald.
Baca juga: 50 Foto Before-After Selebriti yang Operasi Plastik
Beberapakali Susan berusaha memberikan pembelaan diri serta memblokir para haters namun tetap saja masih ada pengguna lain yang mengomentari agama serta hijabnya. Lelah dengan komentar buruk orang lain, wanita yang dikenal sebagai tokoh penggerak komunitas muslim Australia itu berpikir bagaimana caranya memberikan 'pelajaran' kepada haters.
Wanita yang mengajar di Melbourne's Monash University merasa ia harus bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dari setiap pesan buruk yang dikirimkan kepadanya. Susan tidak melakukan hal-hal yang negatif tapi justru berusaha mengubah kebencian orang lain menjadi sesuatu yang berguna untuk anak-anak di dunia.
Dilansir dari Huffington Post, Susan berencana akan menyumbangkan satu dollar Australia untuk setiap tweet dari haters yang ditujukan kepadanya. Kini sudah hampir $1.000 AUD atau sekitar Rp 9,7 juta yang akan diberikan kepada UNICEF untuk membantu anak-anak di seluruh dunia.
"I donate $1 to @UNICEF for each hate-filled tweet I get from trolls. Nearly at $1000 in donations. The needy children thank you, haters!" tulisnya di Twitter.
Ide donasi itu diakuinya datang dari suami tercinta yang merupakan presenter terkenal di Australia, Waleed Aly. "Aku sangat menyukai ide memberikan donasi ke UNICEF. Semakin sering mereka menyerangku mereka akan membantu anak-anak di dunia yang dalam kondisi memperihatinkan seperti dalam perang, kemiskinan, hingga korban kekerasan," paparnya.
Pada pekan lalu, UNICEF Amerika dan Australia mengucapkan terima kasih kepadanya lewat Twitter. Aksinya tersebut juga mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan di media sosial. Ia juga diberitakan oleh sejumlah media massa di seluruh dunia. Beberapa hijabers pun memuji serta mendukung aksinya dalam mengubah kebencian menjadi bantuan untuk orang lain.
"@SusanCarland fighting hate with charity. Wonderful role model," tulis Mariam Veiszadeh, seorang logger hijab, di Twitter.
Meski banyak mendapat dukungan, aksi amalnya masih saja menuai kritik dari berbagai pihak. Namun Susan tidak gentar ia tetap menjalani keputusannya mendonasikan uang ketika ada haters yang menyerangnya di Twitter.
"Thankyou for kindness, everyone (& shout out to haters who still can't help themselves).Overwhelmed by tweets. Donate to @unicefaustralia!" tulisnya lagi.
(aln/aln)










































