Lagi, Hijabers Hamil Alami Bullying Saat Pergi dengan Bus di Inggris
Banyak hijabers yang merasa kesulitan bergerak bebas saat tinggal di negara minoritas Islam. Beberapa dari mereka juga masih mengalami tindakan diskriminasi hingga perilaku kurang menyenangkan karena mengenakan jilbab di tempat umum. Seperti yang dialami oleh hijabers yang tengah hamil ini, ia diejek hingga akan ditendang keluar oleh wanita lain saat naik bus di London, Inggris.
Sikap bullying tersebut direkam oleh salah satu penumpang di bus dan disebarkan melalui sosial media. Video menggambarkan seorang wanita berhijab naik bus bersama temannya yang juga mengenakan jilbab warna hitam. Karena sedang hamil, ia pun diberikan tempat duduk dan temannya berdiri di sisinya.
Tak disangka seorang wanita berkulit hitam menyerangnya dengan kata-kata yang kasar. Wanita yang mengenakan jaket berbulu itu meneriaki kedua hijabers dengan kalimat kasar dan menuduhnya teroris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: 50 Foto Before-After Selebriti yang Operasi Plastik
Para penumpang di sekitar hanya bisa menyaksikannya tanpa bereaksi. Karena terus marah-marah tanpa henti, supir bus pun berusaha menenangkan wanita tersebut. Namun wanita berkulit hitam ini tetap meneriaki hijabers dengan kata-kata rasis.
Kedua hijabers tampak tidak terlalu menggubris perkataan wanita yang berdiri di depannya itu. Kemarahan wanita menjadi semakin memuncak dan menarik hijabers yang sedang hamil bangkit dari kursinya. Hijabers dalam balutan coat krem dengan kehamilan yang sudah terlihat besar itu pun teriak histeris dan suasana menjadi tegang.
"Aku akan menendang Anda di perut sehingga Anda tidak akan pernah punya anak lagi. Ini akan menjadi pertamakalinya bagiku melakukan kekerasan di depan umum," seru wanita itu sambil menarik hijabers yang sedang hamil ke arah pintu keluar bus.
Aksi wanita tersebut ditahan oleh salah satu penumpang pria yang duduk di kursi depan. Supir bus juga berhenti lalu bangkit dari kursinya dan berusaha memisahkan si wanita yang bertindak kasar dari hijabers.
Video aksi kasar terhadap wanita berhijab kemudian tersebar di jejaring sosial. Polisi pun sedang menyelidiki video pelecehan terkait insiden di dalam bus itu. Dilansir dari The Guardian, pemerintah juga meminta pasukan polisi Inggris untuk mengumpulkan data serangan masyarakat yang Islamophobia.
Menurut data dari polisi kota, penyerangan terhadap masyarakat muslim terutama wanita berhijab di Inggris semakin meningat hingga 70% sejak 2013 lalu. Perwakilan dari Muslim Council of Britain, Miqdaad Versi, mengatakan kecewa mengapa perilaku pelecehan terhadap wanita muslim terus terjadi.
"Sangat penting menyadari bahwa London adalah kota yang memiliki keragaman dan contoh yang baik untuk bertoleransi serta saling menghormati. Harusnya bisa menjadi contoh untuk kota-kota lainnya di Inggris, tapi kejadian ini sangat disayangkan hanya karena Islamophobia," tutur Miqdaad.
Mike Weston selaku direktu dari bus TfL juga membenarkan bahwa perilaku pelecehan terhadap wanita berhijab tidak bisa diterima. Tidak ada toleransi untuk orang yang berperilaku kasar terhadap penumpang lainnya.
"Perilaku ini tidak dapat diterima dan tidak akan ditoleransi. Kami bekerjasama dengan jalur Metroline dan polisi untuk mengusut tuntas kasus ini," ujarnya kemudian.
Berikut video ketika seorang wanita menyerang hijabers yang sedang hamil:
(aln/aln)











































