Sunsilk Hijab Hunt 2015
Penasaran, Hijabers Ini Ikut Audisi Sunsilk Hijab Hunt untuk Kedua Kali
Hestianingsih - wolipop
Sabtu, 30 Mei 2015 14:01 WIB
Jakarta
-
Noer Andayani, bisa dibilang merupakan kontestan Sunsilk Hijab Hunt yang paling gigih. Sempat gagal di audisi Hijab Hunt 2014, tahun ini wanita asal Jakarta itu kembali memberanikan diri untuk unjuk gigi.
Noer mengatakan pernah mengikuti ajang pencarian hijabers berbakat itu tahun lalu namun langkahnya berhenti karena gagal masuk 50 besar. Setelah melakukan persiapan yang lebih matang, ia pun mencoba peruntungannya lagi di Sunsilk Hijab Hunt 2015 audisi Jakarta.
"Masih penasaran. Dan batas usia boleh ikut kan sampai umur 25 jadi tahun ini harus ikut lagi," tutur Noer saat berbincang dengan Wolipop usai audisi di Menara Bank Mega, Jl. Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Sabtu (30/5/2015).
Selain itu Noer juga ingin mengetahui tentang sistem penilaian peserta, apakah masih sama dengan tahun lalu atau berbeda. Menurutnya, kompetisi Sunsilk Hijab Hunt kali ini lebih terasa euforia-nya dan membuat jantungnya sedikit berdebar karena bakat-bakat yang dihadirkan sangat beragam.
Ia pun mengaku sempat merasa tak percaya diri. Ditambah lagi, menurutnya para juri yang menilai lebih berat dibandingkan tahun lalu. Namun Noer merasa sudah cukup membuat persiapan dan berharap dirinya bisa menang kali ini.
"Berasanya lebih deg-degan, tahun sekarang tuh ada yang heboh bawa gitar, biola, bakatnya macam-macam jadi tadi aku sempet minder. Aku mah apa atuh," tutur wanita yang bekerja sebagai staf keuangan di salah satu agensi digital ini.
Lalu, bakat apa yang telah dipersiapkan Noer untuk audisi Sunsilk Hijab Hunt terakhir di Jakarta ini?
Noer menunjukkan kemampuannya dalam bidang desain fashion dengan mengenakan busana rancangannya sendiri. Selain itu ia juga memperlihatkan hasil lukisan cat air dan akrilik di atas kertas. Baik merancang busana maupun melukis, dipelajarinya secara otodidak.
Ia juga menceritakan, perlu waktu sekitar satu bulan untuk membuat gaun pink berdetail sulur itu, mulai dari pembuatan sketsa, menjahit hingga bisa dikenakan. Social media pun menjadi inspirasinya dalam merancang busana.
"Aku banyak cari referensi dari Pinterest, Polyvore, Instagram, banyak," ujar lulusan Universitas Trisaksi jurusan akuntansi ini.
(Hestianingsih/Kiki Oktaviani)
Noer mengatakan pernah mengikuti ajang pencarian hijabers berbakat itu tahun lalu namun langkahnya berhenti karena gagal masuk 50 besar. Setelah melakukan persiapan yang lebih matang, ia pun mencoba peruntungannya lagi di Sunsilk Hijab Hunt 2015 audisi Jakarta.
"Masih penasaran. Dan batas usia boleh ikut kan sampai umur 25 jadi tahun ini harus ikut lagi," tutur Noer saat berbincang dengan Wolipop usai audisi di Menara Bank Mega, Jl. Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Sabtu (30/5/2015).
Selain itu Noer juga ingin mengetahui tentang sistem penilaian peserta, apakah masih sama dengan tahun lalu atau berbeda. Menurutnya, kompetisi Sunsilk Hijab Hunt kali ini lebih terasa euforia-nya dan membuat jantungnya sedikit berdebar karena bakat-bakat yang dihadirkan sangat beragam.
Ia pun mengaku sempat merasa tak percaya diri. Ditambah lagi, menurutnya para juri yang menilai lebih berat dibandingkan tahun lalu. Namun Noer merasa sudah cukup membuat persiapan dan berharap dirinya bisa menang kali ini.
"Berasanya lebih deg-degan, tahun sekarang tuh ada yang heboh bawa gitar, biola, bakatnya macam-macam jadi tadi aku sempet minder. Aku mah apa atuh," tutur wanita yang bekerja sebagai staf keuangan di salah satu agensi digital ini.
Lalu, bakat apa yang telah dipersiapkan Noer untuk audisi Sunsilk Hijab Hunt terakhir di Jakarta ini?
Noer menunjukkan kemampuannya dalam bidang desain fashion dengan mengenakan busana rancangannya sendiri. Selain itu ia juga memperlihatkan hasil lukisan cat air dan akrilik di atas kertas. Baik merancang busana maupun melukis, dipelajarinya secara otodidak.
Ia juga menceritakan, perlu waktu sekitar satu bulan untuk membuat gaun pink berdetail sulur itu, mulai dari pembuatan sketsa, menjahit hingga bisa dikenakan. Social media pun menjadi inspirasinya dalam merancang busana.
"Aku banyak cari referensi dari Pinterest, Polyvore, Instagram, banyak," ujar lulusan Universitas Trisaksi jurusan akuntansi ini.
(Hestianingsih/Kiki Oktaviani)










































