Cerita Hijabers Milenial Pendiri Jawhara Syari yang Koleksinya Jadi Rebutan

Gresnia Arela Febriani - wolipop Rabu, 11 Des 2019 16:41 WIB
Tika Ramlan, Cynthia Mahendra dan Edies Adelia. Foto: Gresnia Arela/Wolipop Tika Ramlan, Cynthia Mahendra dan Edies Adelia. Foto: Gresnia Arela/Wolipop

Jakarta - Salah satu brand fashion muslim syari yang terkenal dengan aksen kristal Swarovski adalah Jawhara Syari. Brand yang berdiri sejak 2015 itu selalu menjadi incaran para wanita muslimah syari.

Pendiri dan desainer Jawhara Syari, Merlita Cintia Dewi atau dikenal dengan nama Cynthia Mahendra mengungkapkan bagaimana koleksi busana yang dirilisnya langsung sold out diserbu pelanggan hanya dalam waktu kurang dari 5 menit.

"Karena berebutan dengan reseller. Mereka pembeliannya sudah tidak masuk akal. Ada yang satu seller beli 20 baju, 11 baju. Koleksi kita kan limited edition, barang kita tidak sampai 300 pieces. Jadi itu mungkin sudah direbut duluan sama reseller secara online yang sudah tersebar di pelosok negeri hingga ke mancanegara seperti negara London, Amerika, Taiwan, Qatar, malaysia, dan Singapore," kata Cynthia saat ditemui Wolipop di acara Jawhara Syari Goes to Amsterdam Modest Fashion Week 2019, di Plaza Indonesia baru-baru ini.

Cerita Hijabers Milenial Pendiri Jawhara Syari yang Koleksinya Jadi RebutanCynthia Mahendra. Foto: Gresnia Arela/Wolipop


Hijabers 30 tahun itu mengaku sampai menutup pendaftaran reseller karena keterbatasan stok dari produknya. "Jawhara Syari sudah dua tahun terakhir ini kita sudah menutup pendaftaran reseller. Karena saat ini saja kita sudah kewalahan dengan sekitar 70 reseller yang tersebar di seluruh Indonesia," ujarnya.

Cynthia dan suaminya, Ukie Mahendra pastinya merasa sangat bersyukur Jawhara Syari kini begitu populer dan dicari pembeli. Dulu saat baru mendirikan brand asal Jakarta ini padahal omset mereka hanya puluhan juta per bulan. Namun kini mereka bisa mendapatkan omset hingga belasan atau bahkan puluhan miliar.

Wanita yang akrab disapa Bubun oleh pelanggan Jawhara Syari itu juga mengungkapkan pembeli busana muslimnya semakin banyak datang dari berbagai kota di Indonesia. Dan setiap dia merilis koleksi busana baru, antusiasme mereka selalu tinggi.

"Antusiasnya luar biasa bagus ya. Apalagi kita punya pelanggan dari berbagai daerah dan karakter. Jadinya saya sempat amaze, pelanggan yang ada di Jakarta dan Bandung itu beda dengan luar Jabodetabek, mungkin kalau orang luar daerah mereka jauh dan saat kita mengadakan fashion show apalagi di daerah, euforianya luar biasa koleksinya langsung sold out, ricuhnya minta ampun," ucap ibu dari enam orang anak ini. Cynthia menambahkan daerah yang paling besar peminatnya terhadap koleksinya berada di Jawa timur dan Kalimantan.

Cerita Hijabers Milenial Pendiri Jawhara Syari yang Koleksinya Jadi RebutanJumpa pers Jawhara Syari Goes to Amsterdam Modest Fashion Week. Foto: Gresnia Arela/Wolipop

Jawhara Syari sendiri melabeli diri mereka sebagai brand busana high medium dan premium. Jika dulu saat baru berdiri, busana muslim syari dari Jawhara dijual mulai Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta, kini harganya menjadi Rp 1,5 sampai 2,5 juta. Busana syari karya Jawhara Syari dijual dengan harga jutaan karena diklaim Cynthia menggunakan bahan baku dari luar negeri.

"Harganya tidak bisa bohong, karena kita membeli bahan baku dari luar pun tidak murah. Jadinya kita mau tekan harganya pun tidak bisa, karena cost of productionnya juga tinggi," katanya.

Cynthia mengklaim karena harga koleksinya yang tidak murah, pembelinya sampai ada yang rela menabung. "Apa yang akan dikeluarkan Jawhara Syari memang ditunggu-tunggu sama mereka. Kayak misalkan kita mau fashion show, mereka sudah saving money, untuk membelikan baju yang akan kita keluarin," pungkas wanita yang juga mulai merambah bisnis kosmetik itu.

Cerita Hijabers Milenial Pendiri Jawhara Syari yang Koleksinya Jadi RebutanCynthia Mahendra. Foto: Gresnia Arela/Wolipop




Simak Video "Sudut Pandang Sebentar Lagi: Pengakuan Cross Hijaber"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)