Stretch Mark Muncul di Kulit? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Pernahkah kamu merasa kurang percaya diri saat mendapati garis-garis halus memanjang tiba-tiba muncul di permukaan kulit?
Garis-garis yang menyerupai bekas luka atau stretch mark ini muncul ketika kulit meregang dan menyusut dengan cepat. Data menunjukkan bahwa 90% orang memiliki stretch mark atau yang dikenal secara medis sebagai striae.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perubahan kondisi kulit ini sangat lazim ditemukan setelah masa pubertas, selama kehamilan, hingga saat mengalami perubahan berat badan yang fluktuatif.
Secara medis, stretch mark sama sekali tidak membahayakan kesehatan tubuh sehingga tidak ada kewajiban klinis untuk mengobatinya. Sebagian orang dapat menerimanya dengan nyaman sebagai bagian alami dari tubuh, sementara sebagian lainnya memilih untuk mengurangi kemunculannya demi meningkatkan rasa percaya diri.
Bagaimana Bentuk Stretch Mark?
Secara visual, penampilan stretch mark sangat bervariasi, tergantung pada lokasi kemunculannya di tubuh, sudah berapa lama stretch mark tersebut muncul, dan jenis kulit masing-masing individu. Warna stretch mark dapat berupa merah, pink, ungu, biru, hingga cokelat tua, tergantung warna kulit. Seiring waktu, warnanya akan memudar menjadi garis terang yang terkadang sedikit cekung atau menjorok ke dalam.
Pada fase awal kemunculannya, tekstur stretch mark cenderung sedikit menonjol serta sering kali disertai rasa gatal di area perut, paha, pinggul, bokong, maupun payudara.
Meskipun seiring berjalannya waktu warnanya akan semakin menyamar, garis-garis stretch mark ini umumnya tidak dapat hilang secara total dari permukaan kulit.
Apa Penyebab Munculnya Stretch Mark?
Timbulnya garis-garis stretch mark ini dipicu oleh proses peregangan serta penyusutan jaringan kulit yang terjadi secara mendadak.
"Stretch mark dapat terjadi ketika kulit meregang begitu cepat sehingga kolagen dan elastin, protein penting yang memberikan kekuatan dan elastisitas pada kulit, rusak," ucap dr. Susan Massick, seorang dokter kulit di Westerville, Ohio.
Kondisi ini terjadi ketika kulit meregang terlalu cepat sehingga merusak jaringan kolagen dan elastin yang berfungsi menjaga kelenturan kulit. Selain kehamilan, stretch mark juga dapat muncul akibat lonjakan pertumbuhan selama masa pubertas, kenaikan atau penurunan berat badan yang cepat, serta binaraga atau olahraga angkat beban.
Menurut dr. Amy Kassouf, seorang dokter kulit di Ohio, penggunaan obat-obatan seperti steroid secara berulang dapat membuat kulit menjadi tipis sehingga menyebabkan munculnya stretch mark. Kondisi ini terutama dapat terjadi jika steroid dioleskan pada area ketiak, paha bagian dalam, dan selangkangan.
Kondisi medis genetik seperti sindrom Marfan dan sindrom Ehlers-Danlos, yaitu gangguan pada jaringan ikat tubuh, dapat melemahkan kulit sehingga menyebabkan stretch mark.
Penderita gangguan yang menyebabkan tubuh memproduksi terlalu banyak hormon stres kortisol, yang biasa disebut sindrom Cushing, umumnya sering mendapati stretch mark. Menurut dr. Amy, kadar kortisol yang tinggi dalam jangka waktu lama dapat melemahkan serat elastis pada kulit sehingga menyebabkan stretch mark.
Perawatan Secara Medis
Foto: iStock
"Dari semua perawatan yang tersedia, tidak satu pun yang benar-benar berhasil," ucap dr. Amy.
Beberapa tindakan medis tertentu dapat membantu menyamarkan teksturnya agar terlihat lebih merata:
1. Microneedling
Prosedur ini dilakukan dengan menusukkan jarum tipis ke kulit untuk menciptakan luka kecil yang dapat merangsang pertumbuhan kolagen dan elastin. Dibutuhkan tiga hingga enam kali perawatan selama beberapa bulan untuk melihat perbedaan yang nyata.
Namun, beberapa orang yang melakukan microneedling dapat mengalami efek samping seperti pembengkakan, iritasi, kulit mengelupas, hingga perubahan warna kulit.
2. Penggunaan Krim Retinoid Resep Dokter
Beberapa studi menunjukkan bahwa retinoid, terutama tretinoin dengan resep dokter, dapat mengurangi stretch mark yang baru muncul atau berusia kurang dari beberapa bulan. Tretinoin dapat merangsang pembentukan kolagen pada garis yang baru terbentuk.
Pastikan menggunakan krim ini setelah berkonsultasi dengan dokter kulit karena kandungan tersebut dapat menyebabkan rasa sakit, kekeringan, hingga iritasi.
3. Laser Skin Resurfacing
Perawatan kulit ini menggunakan sinar laser untuk mengurangi tampilan stretch mark dan merangsang pertumbuhan kolagen yang akan membuat permukaan kulit tampak lebih halus. Tindakan ini memiliki efek samping seperti pembengkakan, milia, dan perubahan warna kulit.
4. Laser Vaskular
Untuk stretch mark yang berwarna merah atau ungu, perawatan laser vaskular dapat dimanfaatkan untuk menargetkan pembuluh darah di area stretch mark agar warnanya lebih cepat memudar. Efek samping dari perawatan ini dapat berupa ketidaknyamanan sementara dan memar di area tersebut.
Perawatan Mandiri di Rumah
Dr. Susan mengingatkan bahwa sebagian besar pengobatan mandiri di rumah cenderung memberikan janji manis tanpa dibarengi hasil klinis yang terbukti nyata.
"Dalam pengobatan rumahan, pilihan yang dijual bebas, dan pengobatan lain yang dipromosikan di media sosial, sebagian besar cenderung memberikan janji yang lebih tinggi dan hasil yang lebih rendah," jelasnya.
Terdapat anggapan bahwa bahan alami seperti minyak kelapa atau cocoa butter dapat menjadi solusi instan. Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa bahan-bahan tersebut bukanlah penawar yang efektif. Jika kamu tetap ingin menggunakannya, aplikasikan segera setelah stretch mark muncul dan pijat bahan tersebut ke kulit secara rutin setiap hari selama beberapa minggu.
"Hemat uang kamu dan jangan investasikan waktu atau perhatian pada pengobatan rumahan yang tidak dapat meningkatkan kolagen atau memperbaiki elastin yang rusak di kulit, apa pun janji yang mereka berikan," ucap dr. Susan.
Mencegah Stretch Mark
Foto: Getty Images/tonefotografia
"Anggap saja seperti Play-Doh. Saat masih baru dan lembap, adonan lebih lentur dan mudah diregangkan. Tetapi ketika sudah kering, adonan tidak lagi fleksibel dan mulai retak. Konsepnya kurang lebih sama," jelasnya.
Kenaikan dan penurunan berat badan yang cepat diketahui dapat menyebabkan stretch mark, sehingga menjaga kestabilan berat badan melalui pola makan sehat sangat diperlukan. Selain itu, menghindari penggunaan obat steroid tanpa pengawasan dokter juga merupakan salah satu opsi pencegahan.
"Jika kamu diresepkan steroid sistemik untuk kondisi medis tertentu, tujuannya adalah untuk tetap menggunakan dosis terendah yang memungkinkan dan menghentikan penggunaannya secara bertahap jika sesuai, sesegera mungkin," jelas dr. Susan.
Beberapa studi menunjukkan bahwa penggunaan kandungan hyaluronic acid yang ditambahkan ke banyak produk losion dan krim dipercaya dapat mencegah stretch mark.
Sebuah penelitian juga menemukan bahwa produk yang mengandung Centella asiatica dapat membantu mencegah stretch mark selama kehamilan. Namun, para peneliti mencatat bahwa bukti yang ada masih terbatas dan membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Belajar Berdamai dengan Kondisi Kulit
Pada akhirnya, stretch mark merupakan bagian dari proses alami perjalanan dan perubahan tubuh manusia. Stretch mark memang tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, tetapi kemunculannya bisa diminimalkan.
Seiring berjalannya waktu, warnanya akan semakin menyatu dengan warna alami kulit sehingga menjadi jauh lebih tidak terlihat. "Stretch mark akan semakin tidak terlihat seiring berjalannya waktu," ucap dr. Amy.
Dalam beberapa kasus, dr. Susan menyarankan untuk mengubah cara berpikir tentang stretch mark. "Jika ini adalah stretch mark yang berhubungan dengan kehamilan, anggaplah itu sebagai tanda kehormatan menjadi seorang ibu," ucapnya.
Langkah terbaik dalam menemukan cara mengatasi stretch mark adalah dengan merawat kesehatan kulit secara menyeluruh dan belajar menyayangi tubuh apa adanya.
"Ingatlah bahwa stretch mark mungkin lebih terlihat oleh kamu sendiri daripada orang-orang di sekitarmu," ucap dr. Susan.













































