Pria pun Bisa Mengalami Kekerasan dalam Hubungan, Ini Curhat Mereka
Hestianingsih - wolipop
Selasa, 03 Apr 2018 13:40 WIB
tautan telah disalin
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
Jakarta - Kekerasan domestik kerap terjadi pada wanita. Tapi bukan berarti pria tak pernah mengalaminya. Meski bukan secara fisik, pria pun tak luput mendapat kekerasan.
Kekerasan domestik atau kekerasan dalam rumah tangga maupun hubungan asmara juga bisa terjadi pada pria, yang dilakukan oleh pasangannya sendiri. Foto: Thinkstock
Kekerasan yang dialami pria tidak melulu secara fisik, tapi lebih sering menyerang mental. Untuk mengangkat perhatian tentang kekerasan yang juga bisa dialami pria, muncul hashtag #maybeshedoesnthityou yang kini trending di Twitter. Foto: Thinkstock
Memakai hashtag tersebut, para pria bisa curhat atau berbagi soal kisah hidup mereka yang pernah mengalami kekerasan secara mental di Twitter. Responnya pun cukup banyak dan kamu tak akan menyangka apa yang pernah mereka lalui saat bersama dengan orang yang salah. Ini curhatan mereka, seperti dikutip dari Boredpanda. Foto: Thinkstock
Curhat pria yang selalu dibilang tidak berharga, lemah, dan pantas diselingkuhi oleh kekasihnya. Foto: Dok. Boredpanda
Ketika pria disebut kurang maskulin, bahwa pasangannya yang seorang wanita bahkan lebih macho darinya, dan selalu mengejek apapun yang disukainya. Foto: Dok. Boredpanda
Menyalahkan pria karena tidak pernah memahami apa maksud wanita, dan selalu pura-pura minta putus sebagai pelajaran atas kesalahannya bisa membuat pria stres. Foto: Dok. Boredpanda
Melarang pria bertemu teman-temannya juga salah satu bentuk kekerasan mental dalam hubungan. Foto: Dok. Boredpanda
Tekanan mental membuat pria ini tidak yakin apakah bisa mencintai orang lagi. Foto: Dok. Boredpanda
Selalu meremehkan dan menganggap kamu tidak pintar, juga bisa membuat seseorang merasa rendah diri dan itu termasuk kekerasan mental. Foto: Dok. Boredpanda
Pria yang terus-menerus dikritik penampilannya seperti pakaian yang jelek, rambut dan tubuh tidak menarik, dan menuntut agar penampilannya lebih maskulin juga bisa merasa rendah diri dan tersakiti. Foto: Dok. Boredpanda