Jakarta - Bule bernama Veronika menuangkan pengalamannya menikah dengan pria Bali dalam blog. Oleh orang Bali, ia mengaku dianggap cantik tapi bukan istri yang baik.
Bule bernama Veronika menikah dengan seorang pria Bali. Wanita itu pun sering pindah untuk menetap dan membangun keluarga di Pulau Dewata. Dalam berbagai postingan di blog 'Bali Without Photoshop' dan Instagram-nya. Veronika pun mengungkap suka dukanya. Foto: Instagram @vero_bule
Dilansir Brightside, Veronika bertemu dengan suaminya ketika sempat kehilangan paspornya di Indonesia. Ketika menikah dan tinggal di Bali, ia pun menemukan sejumlah hal unik. Salah satunya dianggap cantik untuk kebanyakan orang Indonesia karena berkulit putih dan berhidung mancung. Padahal ia sendiri sepertinya kurang menyukai hidungnya. "Tapi hal yang paling penting adalah hidungku yang panjang dan besar. Semua orang menyukainya," Foto: Instagram @vero_bule
Tapi saat yang sama, Veronika dianggap kurang baik sebagai seorang istri dan ibu rumah tangga oleh orang-orang Bali. Ia mengaku di sana para istri diharapkan bisa mengepel setiap hari, mencuci baju dengan pemotong kentang, dan menyetrika semua kain. Tampaknya Veronika tidak terbiasa menyerita sprei, pakaian dalam, handuk, hingga kaus kaki sebelumnya. Foto: Instagram @vero_bule
"Orang di sini menyetrika sambil duduk di lantai dan jika baju-baju yang baru dicuci itu tidak tercium seperti bunga, mereka akan berpikir itu masih kotor dan mencucinya lagi. Itulah mengapa penting untuk menyemprot parfum ke baju," tulis pemilik akun @vero_bule ini. Foto: Instagram @vero_bule
Hal lain yang disorotinya adalah cara membesarkan anak. Veronika mengaku kurang suka jika saudara-saudara suaminya memberikan makanan tertentu pada anaknya tanpa memberitahukan dia terlebih dahulu. "Itu adalah masalah besar bagiku dan tidak banyak yang bisa aku lakukan," tulisnya. Foto: Instagram bule_vero
Namun ia mengakuinya jika kebanyakan orang di Bali menyukai anak kecil bahkan tidak akan mempermasalahkan saat mereka berteriak, berlarian atau merusak barang. "Jika orangtua mencoba membereskan barang yang anaknya rusak, karyawannya hanya akan tersenyum dan berkata 'It's okay'" Foto: Instagram bule_vero
Veronika juga cukup terkejut dengan hari libur dan cuti hamil yang diberikan pegawai Indonesia. Disebutkan jika kebanyakan orang Indonesia punya 12 hari libur setahun dan cuti melahirkan hanya tiga bulan. Foto: Instagram @vero_bule
Berbagai budaya atau kebiasaan orang Bali tampaknya masih bisa ditolerir oleh Veronika. Namun ia mengaku jika beberapa hal sulit untuk dihadapinya, terkait mental, patriarki, dan seringnya terjadi gempa bumi. Veronika juga merindukan pergantian musim. "Aku merindukan perubahan musim. Siapa yang sangka aku aku akan rindu musim hujan di bulan November," katanya.
Foto: Instagram bule_vero
(Rahmi Anjani)